
🌹🌻🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌻
Orang tua adalah pelengkap kebahagiaan anak,tanpa restu dari orang tua kebahagiaan terasa hampa...
🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌹🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹
Hari ini adalah hari libur Gibran berencana untuk mengajak Riani,menemui kedua orang tua Gibran karena Gibran ingin segera mengesahkan hubungan mereka di mata agama dan hukum,dan agar orang tuanya membatalkan perjodohannya dengan Reva, karena dia pun tidak mau diganggu oleh Reva lagi.
"Sayang hari ini kita kerumah orang tuanya mas ya" ujar Gibran kepada Riani,sekarang mereka sedang duduk di ruang TV sambil menonton drama kesukaannya Riani
"enggak terlalu cepat ya mas..?"tanya Riani ragu karena merasa hubungan mereka baru seumur jagung
"enggak kok sayang, lebih cepat lebih baik, apalagi mas takut kamu kabur dari mas" ujar Gibran dengan suara manja nya
"apaan sih mas, emang kemana juga aku akan kabur" ujar Riani
"mana mas tau, mungkin akan kabur dengan siapa namanya ya..??" gumam Gibran sambil berpikir
"siapa sih mas..,?" tanya Riani juga penasaran siapa yang dimaksud oleh Gibran
"oh mas ingat, mungkin dengan mas Ardi mu itu" canda Gibran
"mas apaan sih, kan sudah aku bilang mas" ujar Riani malu
"emang bilang apa..?" goda Gibran
" itu lo mas" jawab Riani malu-malu
"itu apa..?" goda Gibran lagi
"aku cuma cinta sama mas" ujar Riani malu lalu mengecup pipi Gibran singkat sambil berlari ke kamarnya karena saking malunya
"sudah berani ya kamu godain saya..?" ujar Gibran ikut berlari mengejar Riani
"blewww" Riani menjulurkan lidahnya sambil masuk kedalam kamar lalu menguncinya
"apa sih yang aku lakukan, malu-maluin banget sih aku" ujar Riani malu sendiri atas sikapnya.
Sementara Gibran sudah mengendor-ngedor pintu kamar Riani
"sayang buka pintu dong" ujar Gibran
"enggak mas,aku malu" jawab Riani
"ya sudah siap-siap ya kita kerumah mama, bentar lagi" ujar Gibran
"iya mas bentar aku mandi dulu" jawab Riani
"iya jangan lama-lama ya sayang" ujar Gibran
"iya mas" jawab Riani
"ya sudah mas juga siap-siap dulu ya sayang" ujar Gibran
"oke mas" setelah mendengar jawaban dari Riani, Gibran langsung menuju ke kamarnya dia juga bersiap-siap.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian Riani pun sudah-bersiap-siap dengan memakai gaun berwarna pink soft di bawah lutut, dengan sedikit polesan mick up di wajahnya, menambah ke cantikannya,gaun itu hadiah dari Gibran dia pesan khusus untuk Riani di butik langganan keluarganya,
dengan segera Riani menuju ke ruang tamu di situ sudah ada Gibran yang sudah rapi dengan pakaian kasualnya,dia terlihat begitu tampan apalagi Gibran memang sudah tampan dari sejak lahir, apapun yang di pakainya tidak akan mengurangi ke tampanannya.
Riani keluar dengan tas tangan di tangannya, dengan warna senada dengan gaunnya menambah keeleganan penampilannya.
Gibran pun tampak berkedip memandang kearah Riani.
"Wah cantik sekali sih dia, tidak sia-sia aku pesan gaun itu,menambah kecantikannya" gumam Gibran sambil memandang kagum kearah Riani.
Sedangkan Riani sudah malu-malu seperti anak kucing, dengan semburat merah di pipinya.
"Sudah siap sayang..??" tanya Gibran sambil berdiri merangkul pinggang Riani
"sudah mas" jawab Riani dengan malu-malu
"ayo kalau begitu" ajaknya
"tunggu dulu mas" ucap Riani
"ada apa lagi sayang..?" ucap Gibran lembut
" apa aku tidak malu-maluin mas nantinya..?" tanya Riani gusar
"enggak kok sayang" jawab Gibran
"apa kedua orang tua mas akan menerima aku mas..?"tanya Riani ragu
"pasti mereka akan nerima kamu kok" jawab Gibran memastikan keraguan di hati Riani
"iya tapi mereka sebelumnya belum tahu kalau mas sudah punya kamu" ujar Gibran lembut
"betul mas, mas enggak lagi nenangi aku kan mas..?" tanya Riani masih ragu
"betul kok sayang" jawab Gibran sudah hampir habis kata-kata
"kalau mereka mengusir aku bagaimana mas..?" ujar Riani masih tidak percaya
"enngak usah mikir macam-macam, ada mas kok, kita doakan saja supaya orang tua mas ngerestuin hubungan kita" ujar Gibran
"amin" jawab Riani dan Gibran berbarengan.
Setelah perdebatan mereka yang tak berakhir sebelum salah satu dari mereka mengalah, akhirnya mereka berangkat kerumah orang tua Gibran.
Di dalam mobil yang di kendarai oleh Gibran sendiri, sengaja Gibran menyuruh pak sopir untuk libur hari ini, tidak ada yang memulai pembicaraan mereka masih sibuk dengan pikiran mereka masing-masing,
tak membutuhkan waktu terlalu lama mereka pun sampai di massion besar keluarga Wijaya.
Setelah memarkirkan mobilnya di halaman massion,Gibran langsung turun dari mobil dan membuka pintu untuk Riani
"waw besar sekali yah massion ini, lebih besar dari massion mas Gibran" gumam Riani dalam hati sambil terkagum-kagum dengan besarnya massion keluarga Wijaya
"ayo sayang kita masuk" ajak Gibran
"mas aku takut" ujar Riani ragu
__ADS_1
"jangan takut ada mas di sini" balas Gibran
"tapi mas" ujar Riani masih ragu
"tidak apa-apa kok sayang" ujar Gibran menenangkan Riani.
Setelah menetralkan jantungnya, Riani akhirnya mau masuk bersama dengan Gibran, sambil berdoa didalam hati supaya orang tua Gibran merestui hubungan mereka.
"Assalamualaikum" ucap Gibran
"Wa'alaikum salam" jawab sang pelayan membuka kan pintu massion
"eh tuan muda silahkan masuk tuan muda" sambung pelayan menyapa Gibran
"mama sama papa ada bik.." tanya Gibran
"ada tuan nyonya sama tuan besar lagi diruang tamu" ujar pelayan lagi
"ya sudah bik kami kesana dulu" ujar Gibran sambil menggenggam erat tangan Riani,menuju ke tempat orang tuanya berada
"ma,pa,Gibran pulang" teriaknya seperti anak kecil, sementara Riani yang di sampingnya hampir syok dengan sikap Gibran
"ternyata selain angkuh, sombong, nyebelin, manja, dia juga punya sifat kekanak-kanakan" batin Riani sambil senyum- senyum.
"Iya sayang mama dan papa di ruang tamu" sahut nyonya Angelina.
Sesampai Gibran di ruang tamu langsung bersalaman dengan kedua orang tuanya begitupun dengan Riani,
"eh ada tamu, siapa gerangan gadis cantik ini sayang..,?" ujar nyonya Wijaya ramah dan juga heran karena baru kali ini sang anak membawa seorang gadis menemui mereka
"ini Riani ma pa, calon istri Gibran" ujar Gibran the point
"hah calon istri..?" kaget kedua orang tua Gibran
"iya pa ma, kok papa sama mama kaget sih..?" tanya Gibran merasa heran
"enggak kenapa-kenapa kok sayang, anak gadis siapa sih kamu curi..?" ujar mama Gibran bercanda, dan masih tidak percaya
"mama apaan sih..? ini betul calon istri Gibran" ujar Gibran lagi
"bukan anak orang kan kamu curi, atau jangan-jangan kamu paksa gadis ini untuk pura-pura jadi pacar kamu" tuduh mamanya Gibran
"mama ini betul calon istri Gibran, Gibran harus gimana lagi jelesin sama mama agar mama percaya ma..?" gumam Gibran pusing dengan tingkah mamanya.
Sementara Riani sudah bingung dengan situasi yang terjadi, Riani merasa mama Gibran marah, tapi juga tidak,apalagi papanya Gibran cuma tersenyum dengan tingkah sang istri.
🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌹🌹🌹🌻
Menurut kalian bagaimana , apakah orang tua Gibran akan setuju...
aku tunggu yah jawaban nya di kolom komentar..
terima kasih atas dukungan nya..
mohon like and coment nya yah...
__ADS_1