Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Ardi patah hati


__ADS_3

🌻🌻🌻🌹🌹🌹🌻🌻🌻🌹🌹🌹🌻🌻🌻


Jangan pernah memberikan harapan untuk seseorang, jika kamu tidak mampu untuk memenuhinya,jangan pernah memberikan cinta untuk seseorang,jika kamu tidak pernah mencintai orang itu,jangan pernah memberikan janji untuk seseorang,jika kamu tidak mampu untuk menepatinya...


jadi hiduplah dengan apa adanya..


jangan pernah membuat orang lain kecewa,jika kamu tidak ingin dikecewakan..


🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻


Sementara setelah meninggalkan perusahaan Gibran,Reva memilih untuk pulang.


Dengan perasaan yang begitu kesal, Reva melajukan mobil dengan sangat kencang.


"Dasar OB sialan. Cewek gatel,berani dia bersaing dengan gue,belom tau dia siapa gue? Awas saja gue akan membalasnya" umpat Reva sambil sesekali memukul stir mobilnya.


Beberapa menit kemudian, mobil yang di kendarai oleh Reva sampai di kediaman orang tuanya.


" Mama" teriaknya.


"Ia ada apa sayang? Kok teriak- teriak sih?" tanya Nyonya Budianto heran, dengan tingkah anak sematang wayangnya. Anak jaman sekarang taulah sendiri, saat masuk rumah bukan kasih salam ini malah teriak-teriak.


"Mama tau tidak..? aku tadi ke kantornya Gibran tapi aku malah di usir Ma!"ngadu Reva ke Mamanya, dengan ekspresi sedih yang di buat-buat. Ratu drama gituloh.


"Kok bisa sih sayang? Bagaimana ceritanya?"tanya Nyonya Budianto merasa kasihan dengan nasib si anak.


"Ia Ma. Gara-gara cewek gatel itu, dia sudah buat aku di usir sama Gibran" ujarnya.


"Emang siapa maksud kamu sih sayang? Biar mama balas" ujar Nyonya Budianto ikut-ikutan kesal.


"Itu karyawannya Gibran Ma, masak Gibran mesra-mesraan sama OB " ujar Reva.


"Yang betul kamu bilang sayang? Kalau begitu biar Mama lapor ke Tante Wijaya nanti" gumam Nyonya Budianto menenangkan Reva.


"Ia Ma lapor saja biar tau rasa itu cewek gatel" ucapnya senang.

__ADS_1


"Rasain elo cewek gatel, habis elo kali ini,Reva di lawan, belom tau dia siapa gue?" ucapnya dalam hati sambil tersenyum licik.


Mereka berdua ibu dan anak, sedang menyusun rencana agar mereka segera bisa masuk ke keluarga besar Wijaya. Mereka berencana menghasut nyonya Wijaya, Supaya segera mempercepat pernikahan anak mereka. Dengan begitu mereka segera dapat mengusir Riani, dari kehidupannya Gibran. Mereka juga akan membalas penghinaan yang di terima Reva, berkali-kali lipat.


Reva menyalahkan Riani atas apa yang di lakukan Gibran terhadapnya,waktu dia berkunjung ke kantornya Gibran. Menurutnya kalau bukan karena kehadiran Riani di kehidupannya Gibran. Gibran pasti akan menerima dia sebagai calon istri pilihan orang tuanya, karena selama ini belum ada yang bisa menolak pesona seorang Reva.


Makanya dia sangat marah dengan penolakan yang di lakukan oleh Gibran, menurut Reva, harga dirinya di jatuhkan oleh seorang OB, ini merupakan penghinaan terbesar baginya.


Sementara di perusahaan GIBRAN GRUP tepatnya di pantri, Riani lagi ngomel-ngomel sendiri seperti Ibu tiri yang lagi ngomelin anak tirinya.


"Dasar Playboy Cap gayung ,sudah punya calon istri masih saja kasih harapan palsu ke aku, keganjenan banget sih dia jadi orang, sok kegantengan lagi, dasar bebek sialan" gumamnya sendiri karena mengingat kejadian di ruangan Gibran.


"Kenapa sih elo Ri..?" tiba- tiba Della nonggol.


"Eh Del. Gue tidak kenapa-kenapa kok" ucap Riani cengengesan sambil memasang wajah seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Itulah Riani walaupun badai datang mengacaukan seluruh kehidupannya, tetapi dia tidak akan membiarkan orang lain tahu tentang masalahnya, dia juga tidak mau orang lain susah hanya gara-gara masalah yang di hadapinya.


"Benaran elo tidak apa-apa..? Tapi tadi muka elo seperti orang lagi ada masalah" selidik Della.


"Betul kok Del, gue tidak apa-apa" jawab Riani menyakinkan sahabatnya.


"Emang apaan sih Del?" tanya Riani balik.


"Gue tadi denger gosip. Elo tadi pagi berangkat sama Bos ya? Mereka juga bilang kalau elo pengangan tangan sama Bos betul itu Ri..?" Sambungnya lagi penasaran.


"Mmm tidak ada kok. Itu cuma gosip,di mana sih elo dengarnya Del?" tanya Riani gugup. Sebetulnya Riani tidak bermaksud untuk membohongi Della,tapi karena hubungannya dengan Gibran. Belum ada kepastian, jadi lebih baik dia menyembunyikannya dulu untuk sementara waktu,apalagi dengan kedatangan Reva yang mengaku sebagai calon istri Bosnya tadi pagi.


"Yang betul Ri?"selidik Della masih belum puas dengan jawabannya Riani.


"Ia betul kok,mana mungkin gue bohoong sama elo" ujar Riani.


"Eh kalian ada dengar berita paling heboh hari ini gak?" tiba- tiba Ara nimbrung.


"Eh elo Ra. Ada apaan sih? bikin kita kaget saja"ujar Della kesal dengan tingkah Ara yang muncul tiba-tiba.

__ADS_1


"Kalian lelet banget sih? Berita hot begitu masak enggak dengar sih?" ujar Ara cengesan.


"Berita apaan sih? Jangan berbelat- belit begitu Ra" ujar Riani ikut-ikutan kesel.


"Tadi calon istri Pak Gibran datang loh" ujar Ara semangat.


"Hahh?" tanya Riani dan Della berbarengan.


"Ia. Sudah pada heboh di seluruh perusahaan, kata mereka sih orangnya sombong begitu,angkuh lagi. Katanya sih cantik, tapi dandanannya kelewatan menor, kayak Kucing garong" ujar Ara heboh.


"Hahahaha, elo Ra bisa saja.


Tawa mereka menggelegar di patri.


"O ya Ri. Tadi pagi gue dengar elo pergi dengan CEO ya? Gue juga dengar mesra banget" tanya Ara tiba-tiba.


"Enggak itu cuma gosib,kan kalian sudah tau kalau CEO sudah punya calon istri" jawab Riani kesel.


Sebetulnya hatinya,bagai tertusuk beribu-ribu jarum saat mendengarkan sahabat sendiri menceritakan tentang sang Bos. Lelaki yang beberapa hari ini,sudah masuk ke dalam hatinya lumayan dalam.


"Ia juga yah?"jawab Ara bingung sendiri dengan pertanyaannya.


"Ya sudah enggak usah bergosip lagi, kita kerja saja yuk" ucap Della.


Kemudian mereka mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, walaupun Riani masih bimbang dengan pikirannya sendiri.


Sementara di ruang Ardi,Ardi sedang melamun memikirkan gosip yang beredar tentang gadis pujaannya selama ini. Gadis yang telah mengusik jiwa dan pikirannya, gadis yang sangat ingin dia miliki dalam hidupnya. Gadis yang pertama kali mengenalkannya dengan kata cinta, gadis yang membuat tidurnya tidak nyenyak kalau belum melihat sang gadis, siapa lagi kalau bukan Riani.


"Apa benar Riani ada hubungan spesial dengan CEO?" pikirnya bertanya pada diri sendiri.


"Kalau memang iya? Aku harus bagaimana ya..? Karena dia sudah sangat dalam masuk ke hatiku. Entah kenapa hatiku bisa sesakit ini, bila mengingatnya" batinnya sambil memegang dadanya yang terasa nyeri,lalu dia menutup matanya. Sambil ia membayangkan, apa yang akan terjadi bila gosip yang di dengarnya tadi adalah kenyataan? Apakah dia harus berjuang atau mengalah?


Pilihan yang sangat sulit yang harus dipilih olehnya.


🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻

__ADS_1


love you😍😍😘😘😘😘


terima kasih atas dukungan nya.


__ADS_2