Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Kerinduan riani


__ADS_3

🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹


Jikala cinta sudah ada maka rindu juga ikut ada juga...


i Miss you..


i love you so much..


🌻🌻🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻


Akhirnya beberapa menit kemudian Gibran pun sampai di massionnya dengan wajah lesu Gibran pun melangkah masuk,


membuat para pelayan yang melihat majikannya dengan wajah lesu, merasa terheran-heran pasalnya waktu tadi pagi majikannya pergi, ke massion orang tuanya dengan wajah berseri-seri beda dengan sekarang, sepertinya ada masalah besar yang sedang di hadapi oleh sang majikan, apalagi mereka lihat sang majikan pulang sendiri tidak membawa Riani, banyak pertanyaan yang berputar-putar di benak para pelayan apakah mereka ada masalah, atau orang tuanya majikannya tidak menerima Riani, bermacam-macam prasangka buruk pun muncul di dalam pikiran mereka, dan mereka merasa kasihan dengan nasib tuan mudanya, baru pertama kali merasakan yang namanya cinta,tapi harus kandas karena terhalang restu orang tua begitu pikir mereka, tanpa mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, begitulah kita manusia hanya bisa menerka-nerka tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah Gibran sampai ia langsung menuju ke kamarnya tanpa mengindahkan sapaan dan tatapan heran para pelayan,


setelah membersihkan dirinya karena lengket seharian beraktivitas dia langsung membaringkan tubuhnya untuk mengistirahatkan diri, sambil pikirannya melayang-layang entah kemana, kala bahagia saat mengingat kebersamaannya bersama kedua orang tuanya, dia merasa sangat bahagia dikala mengingat kedua orang tuanya, merestui hubungan dirinya dengan Riani tapi dia juga merasa saat ini terasa sepi, karena Riani tidak ada di sisinya apalagi sekarang Riani di tahan di rumah orang tuanya.


( kayak narapidana aja sih Thor pakek di tahan segala hehe).


Setelah sekian lama bergelut dengan pikirannya, akhirnya Gibran merasa sangat lapar karena dia memang belum makan malam.


Akhirnya dia keluar menuju meja makan dan melihat, makanan apa saja yang di sajikan oleh sang pelayan di situ, dan dia juga melihat ke sekeliling massion terasa ada yang kurang di saat Riani tidak ada di sisinya, hatinya terasa hampa, sepi tanpa kehadiran sang kekasih, ini baru sehari loh Riani jauh darinya, bagaimana kalau sebulan atau setahun yah, bisa-bisa Gibran jadi gila, parah-parah si Gibran ini, itulah kalau sudah cinta sehari tak melihat rasa setahun hehe.


Akhirnya tanpa banyak pikir lagi Gibran langsung menyantap makan malamnya, seperti biasanya walaupun selera makannya berkurang, namun dia tetap harus makan karena dia besok harus bekerja seharian jadi dia harus menyiapkan tenaganya semaksimal mungkin..


Dilain tempat Riani sedang makan malam bersama kedua orang tuanya Gibran,


dia merasa sangat bahagia karena di perlakukan layaknya anak sendiri oleh kedua orang tua tersebut, dan mengingatkan Riani kepada kedua orang tuanya.


Setelah makan malam Riani di bantu beberapa pelayan membersihkan meja makan, dan mencuci semua piring kotor sedangkan sang calon mama mertua tidak menghalanginya lagi, karena dia tahu walaupun di halangi sang calon mantu akan tetap ngotot mengerjakan apa yang dia inginkan.


Setelah membereskan semua Riani berniat untuk langsung ke kamar untuk mengistirahatkankan tubuhnya karena dia besok juga harus bekerja, dia di suruh tidur di kamar yang ditepati oleh Gibran sebelum Gibran pindah ke massionnya sendiri, dan kamar itu tidak kalah besar dan mewahnya dengan kamar yang Riani tepati di massionnya Gibran, dan seketika itu dia merasakan rindu terhadap sang kekasih,apa yang di lakukannya...? apakah dia sudah tidur..? apa masih sibuk di ruang kerjanya..? itulah yang di pikirkan Riani terhadap sang kekasih.


Tanpa berpikir panjang dia pun langsung menelpon Gibran, karena rasa rindunya yang tidak bisa ia bendung lagi

__ADS_1


tring tring tring


bunyi handphone Gibran seketika membuatnya membuka mata yang baru beberapa menit yang lalu ia pejam, yah setelah makan malam,Gibran memeriksa beberapa email kemudian ia berniat untuk tidur.


Seketika hatinya berbunga-bunga senyum manispun,terbit di wajahnya yang sempat memasang wajah kusutnya saat melihat dan membaca nama si pemanggil.


my heart calling


tanpa pikir dua kali Gibran langsung menekan tombol hijau untuk menjawabnya


"assalamualaikum sayang" jawabnya


"waalaikum salam mas, sudah tidur..?" tanya Riani di sebrang sana


"belum sayang,mas belum ngantuk karena memikirkan kamu" gombal Gibran


"mas bisa saja ngegombalnya" ujar Riani sambil tertawa kecil


"mas enggak gombal kok, mas serius malah dua rius lagi, kenapa kamu juga belum tidur..?" ujar Gibran lagi


"kenapa kangen dengan mas ya..?" tanya Gibran menggoda Riani


"ia mas" jawab Riani pelan seketika semburat merah muncul di pipinya karena malu, kalau di lihat oleh Gibran pasti ia akan tertawa terbahak-bahak.


"Mas juga rindu dengan kamu sayang, apa orang tua mas baik sama kamu..?"tanya Gibran memastikan walau dia tau seperti apa kedua orang tuanya.


"Alhamdulillah baik kok mas, malah sangat baik pula, mereka menganggap Riani seperti anak sendiri" jawab Riani


"Alhamdulillah kalau begitu, berarti kamu sangat betah dong di situ" canda Gibran


"iya dong" jawab Riani simple


"terus bagaimana dengan mas..?masak mas sendiri sih" rengek Gibran


"mana ada mas sendiri kan ada banyak pelayan di massion mas" ujar Riani polos

__ADS_1


"iya mas tahu, tapi walau banyak pelayan tanpa kamu sayang massion ini terasa sepi" ujar Gibran


"ah mas bisa saja, kan besok kita sudah berjumpa di kantor" jawab Riani


"iya yah, mas enggak sabar menunggu besok" gombal Gibran


"mas-mas baru sehari loh, belom sampai pun paling baru dua jam kita berpisah, bagaimana kalau sampai setahun..,?" tanya Riani heran dengan sikap manjanya Gibran, baru aja berapa jam mereka berpisah.


" iya Iyah baru setengah hari rasanya setengah tahun, begitulah kiranya" jawab Gibran di sertai kekehan di akhir kata


"oh ya mas misalnya keluarga Reva tidak mau membatalkan perjodohan kalian bagaimana ya mas..?" ujar Riani tiba-tiba dia merasa resah saat dia memikirkannya


"itu bisa di atur sayang, mereka tidak bakalan berani macam-macam kok" jawab Gibran menenangkan Riani


"tapi mas, aku takut, apalagi dengan melihat sikap Reva yang begitu, kayaknya dia memang mencintai kamu" ujar Riani mengutarakan keresahannya


"tenang dong sayang, kamu jangan resah begitu, mas akan pastiin bahwa dia pasti akan merimanya" jawab Gibran dia juga mengerti keresahan Riani


"ya sudah kamu tidur sana gih, tidak usah berpikir macam-macam" tambah Gibran lagi


"iya mas juga tidur ya" jawab Riani


"iya sayang i love you" ucap Gibran


" i love you to" jawab Riani


akhirnya mereka pun tertidur dengan senyum bahagia yang terukir di bibir mereka masing-masing.


🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹


terima kasih atas dukungan nya...


mohon like and koment nya ya guys...


love you...

__ADS_1


__ADS_2