Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Meminta restu bibi 2


__ADS_3

🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹


Seluas langit di atas tak seluas cintaku ini..


seluas-luas samudra tak seluas sayangku ini..


sedalam-dalam lautan,tak sedalam cintaku ini..


🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹


Setelah mereka makan siang, Riani dan Gibran mengutarakan, maksud kedatangan mereka ketempat Bibinya Riani.


Di ruang tamu, di situ sudah ada Bibi, Paman dan juga beberapa anaknya bibi dan Paman.


Mereka juga menunggu apa yang ingin disampaikan oleh Riani, sedangkan Gibran sudah deg-degan,dia tidak tahu harus memulai pembicaraan darimana. Pasalnya baru kali ini,dia bertemu dengan Bibi dan Pamannya Riani, apalagi dia melihat muka garang sang Paman, membuat Gibran semakin deg degan. Sebetulnya Paman orangnya sangat baik, mukanya saja memang begitu,bawaan dari lahir.


Setelah menarik napasnya dalam-dalam,Gibran membuka suaranya.


"Paman,Bibi,maksud kedatangan saya kesini ingin melamar Riani menjadi istri saya, berhubung kedua orang tua saya tidak bisa ikut,jadi saya sendiri yang datang kemari".


Kemudian Gibran diam sebentar,lalu melanjutkan perkataannya.


"Saya berencana segera menikah dengan Riani,dan sebelumnya saya minta maaf soal biaya pernikahannya Bibi dan Paman tidak usah memikirkannya, karena keluarga kami akan menanggung semuanya."


Setelah mendengar perkataannya Gibran, Paman Riani angkat bicara, walaupun Bibi yang adik dari ayahnya Riani. Tetapi masalah menentukan pilihan terhadap Riani,ia ikut menentukan karena dia selaku kepala keluarga, apalagi dia juga sudah ikut membesarkan Riani sejak kecil.

__ADS_1


"Kami selaku keluarga Riani, memberikan pilihan kepada Riani,kalau memang Riani menerimanya,kami juga akan dengan senang hati menerimanya, karena yang menjalankannya semua adalah Riani,kami tidak bisa memutuskan."


Gibran menatap Riani dengan penuh harap, walaupun dia tahu Riani pasti akan menerimanya,tapi siapa tahu mungkin nasib baik kali ini tidak berpihak padanya. Mungkin saja Riani nanti akan menolaknya, Riani angkat bicara setelah Riani, melihat tatapan penuh harap Gibran,dia merasa kasihan kepada sang kekasih.


"Saya menerimanya Paman,Bibi,saya mencintai Mas Gibran"ucap Riani agak malu-malu.


"Walaupun Riani sudah menerimanya, tetapi sebelumnya Paman meminta satu syarat"ungkap Paman Riani.


"Syaratnya apa Paman..? insyaallah apapun itu saya akan berusaha memenuhinya."


"Syaratnya Nak Gibran harus tinggal selama seminggu disini,untuk membantu Paman membajak sawah,dan mencangkul tanah perkebunan"ungkap Pamannya Riani, yang membuat semua orang yang berada di situ tercengang, dengan permintaan sang paman. Begitu pula dengan Riani,dia juga sangat kaget dengan syarat yang diajukan oleh Pamannya,dalam pikiran Riani mana sanggup Gibran melakukan itu semua, karena dia cuma tahu memegang pulpen serta laptop.


"Apakah tidak ada syarat lain, selain itu Paman..?"tanya Gibran dia merasa ragu, apakah bisa dia menyelesaikannya.


"Ia Paman apakah tidak ada syarat lain..?"Riani ikut bersuara dia sama seperti Gibran merasa ragu.


"Kenapa harus begitu Paman..? kenapa Paman harus memberikan syarat begitu..?"tanya Riani dia merasa Pamannya sudah berlebihan.


Sementara sang Bibi cuma diam saja dari tadi, menurutnya keputusan suaminya sudah benar.


"Paman hanya ingin tahu,sebesar apa cinta Nak Gibran terhadap kamu Ndok, apakah dia akan mampu membahagiakan kamu?,dikala susah maupun senang, karena kita sebagai manusia,tidak akan pernah tahu,apa yang akan terjadi kedepannya"ujar Pamannya Riani memberi penjelasan.


Setelah mendengar penjelasan Pamannya Riani, akhirnya Gibran memutuskan untuk menerima syarat dari Pamannya Riani. Demi cintanya untuk sang pujaan hati,dan Riani juga paham dengan keputusan Pamannya, karena Pamannya sangat menyayanginya,makanya Paman memberi syarat begitu untuk Gibran.


"Saya dengan senang hati akan menerima syarat dari Paman,tapi saya mohon Paman membimbing saya, jujur saya tidak tahu bagaimana caranya membajak sawah dan mencangkul tanah di kebun"ujar Gibran mantap.

__ADS_1


"Insyaallah Paman akan membimbing kamu Nak."


"Oh ya sebelumnya saya minta maaf Paman, masalah biaya pernikahan,Paman dan Bibi tidak usah khawatir, karena kami yang akan menanggung semuanya,dan bila berkenan pesta pernikahan juga diadakan ditempat kami"ulang Gibran kembali memberi saran.


"Tapi sebelumnya kami juga minta maaf kepada Nak Gibran,soal acara pernikahan,kami minta harus diadakan di sini. Karena kami ingin menuruti keinginan kedua orangtuanya Riani, sebelum mereka meninggal mereka berpesan,agar waktu Riani menikah pestanya harus diadakan di rumah peninggalan mereka. Walaupun hanya pesta kecil-kecilan,dan maaf soal biaya pernikahan kami tidak bisa menerima pemberian dari Nak Gibran. Bukan maksud kami untuk menolak kebaikan dari kalian, tapi kedua orangtuanya Riani juga berpesan,kalau Riani menikah kelak,harta warisan yang ditinggalkan untuknya disuruh jual untuk membiayai pernikahannya"tutur Pamannya Riani, karena memang betul sebelum orang tuanya Riani meninggal, mereka berpesan kepada Paman dan Bibi, seperti yang dibicarakan oleh Paman barusan.


Setelah mendengar perkataan Paman mau tidak mau Gibran harus menyetujuinya, daripada nantinya gagal nikah,lebih baik menerima saja, sedangkan Riani menyerah semua keputusan kepada Paman dan Bibinya.


"Baiklah Paman kalau begitu keinginan almarhum kedua orang tuanya Riani, Gibran akan membicarakan kepada Mama dan Papa terlebih dulu"ucap Gibran. Menurutnya keputusan Pamannya Riani ada benarnya karena itu merupakan pesan terakhir,dari mediang kedua calon mertuanya,kalau menurut orang dulu pamali bila tidak dipenuhi, karena itu merupakan wasiat dari almarhum.


Tanpa terasa karena keasyikan ngobrol waktu sudah memasuki ashar, mereka yang ada di situ buru-buru membersihkan diri untuk melaksanakan kewajiban mereka terhadap yang maha kuasa. Mereka melakukan shalat ashar berjamaah yang di imamkan oleh Paman sendiri.


Setelah shalat ashar Paman meminta Gibran untuk membantunya, mengambil ikan didalam kolam, agar digoreng untuk lauk makan malam,di dalam kolam ada ikan nila dan ikan mujair, sangat enak untuk digoreng.


Riani tertawa terbahak-bahak melihat Gibran menangkap ikan, karena menurutnya sangat lucu, apalagi Gibran tidak tahu cara memegang jala, karena baru pertama kali dia memegang benda seperti itu,bahkan mungkin baru pertama dia melihatnya.


Setelah bersusah payah akhirnya Gibran bisa menangkap beberapa ikan, walaupun dia harus bertengkar dulu dengan jalanya,bahkan membuat Paman dan Bibi merasa geli melihat keadaan Gibran, sekarang seluruh tubuhnya sudah basah kuyup,akibat percikan air saat dia menarik ikannya ke atas.


Sedangkan Riani sengaja membuat video,saat Gibran menangkap ikan, karena baginya ini merupakan momen sangat langka,mungkin bisa juga nantinya dia buat FTV yang berjudul


"SEORANG CEO TERKENAL RELA MENANGKAP IKAN,DEMI MEMPERJUANGKAN CINTA" kan seru itu.


Apalagi dengan tubuh Gibran yang basah kuyup,jadi momen indah tersendiri bagi Riani,dan rencananya Riani juga akan menunjukkan videonya ke Mama,dan Papanya Gibran, mereka pasti akan seperti Riani juga,tertawa terbahak-bahak,melihat tingkah konyolnya ada semata wayang mereka.


Bagi Bibi dan Paman Riani merasa sangat bangga dengan perjuangannya Gibran, walaupun dia tidak bisa menangkap ikan dia berusaha dengan sangat keras. Meskipun dia harus basah kuyup segala,dari situ mereka yakin bahwa Gibran, benar-benar tulus mencintai keponakan kesayangan mereka.

__ADS_1


Bersambung...


🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹


__ADS_2