
🌻🌹🌻🌹🌹🌻🌹🌹🌹🌹🌹🌻🌹🌻🌹🌻
Ada dua macam manusia di dunia ini, mereka yang mencari alasan,dan mereka yang mencari keberhasilan, mereka yang selalu mencari alasan mengapa pekerjaan selalu tidak diselesaikan nya, mereka yang mencari keberhasilan selalu mencari alasan mengapa pekerjaan mereka cepat terselesaikan.
🌻🌻🌹🌻🌻🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹
Sedangkan di masionnya Gibran,Gibran baru pulang dari kantornya karena semua pekerjaannya sudah diselesaikan,dan mulai hari ini Gibran memutuskan untuk tidak akan menghindari Riani lagi,dia merasa hari-harinya yang di lalui beberapa hari ini sepi tanpa dia menatap Riani.
Sementara Riani juga baru pulang dari kantor dan segera masuk ke kamar dan membersihkan dirinya, lalu turun untuk menyiapkan makan malam
"malam mbak Surti" sapa Riani
"malam juga Ri" balas Surti
"tuan udah pulang mbak..?" tanya Riani
"sudah Ri,bukannya biasa kalian selalu pulang bersama ya Ri..?"tanya mbak Surti yang dia tau Riani dan tuan mudanya selalu berangkat dan pulang bersama.
"Enggak mbak,saya tadi naik bus,tuan sekarang lagi sibuk,makanya enggak sempat nungguin saya"jawab Riani berbohong, dia tidak ingin menceritakan kejadian sebenarnya.
"Oh gitu ya..?" balas Surti cuma ber oh saja.
Setelah menyiapkan makan malam dengan di bantu oleh mbak Surti dan beberapa pelayan lain,Riani menyuruh mbak Surti untuk memanggilkan tuan muda mereka
"mbak, Riani bisa minta tolong tidak..?"
"minta tolong apa sih Ri..?"
"tolong panggilin tuan muda bentar di kamarnya untuk makan malam"
"tapi Ri,biasanyakan kamu yang memanggilnya"
"tapi saya lagi kurang enak badan ni mbak" ucap Riani beralasan
"memangnya kamu kenapa Ri kamu sakit..? perasaan tadi enggak kenapa-kenapa deh" sahut Surti khawatir
"iya nih mbak,tidak tau kenapa,perutku terasa mulas,aku ketoilet dulu ya" ujar Riani segera berlari kearah kamar mandi, sebetulnya dia memang tidak sakit tapi cuma berasalan karena males harus memanggil Gibran
"oh ya mbak,jangan lupa panggil tuan muda" sambungnya sambil berteriak.
Akhirnya Surti memanggil tuan mudanya di kamar
tokk tokk tokk tokk
"tuan makan malam sudah siap" ucap Surti di balik pintu karena pintu tidak di buka
"emmm saya akan ke sana" jawab Gibran acuh
"oh ya Riani mana..?"tanya Gibran sambil membukakan pintu
__ADS_1
"Riani lagi ke toilet tuan" ujar Surti
"ya sudah saya permisi dulu tuan" lanjutnya sambil pamit
"emmm" balas Gibran acuh
"tumben bukan Riani yang memanggil saya, apa dia benar ke toilet..?? bukan cuma alasan dia saja untuk menghindari dari saya" batin Gibran sambil berpikir-pikir.
"Ya sudahlah aku akan lihat sampai kapan dia akan hindari aku" ucap Gibran sambil tersenyum dan beranjak ke ruang makan,
akhirnya Gibran menyantap makan malamnya seperti biasa tanpa ada suara sedikit pun, hanya suara dentingan sendok dan garpu,
Sementara Riani belum juga kembali dari kamar mandi.
Selesai makan Gibran langsung menuju ke ruang kerja sambil berpesan kepada Surti
"bik, nanti tolong bilang sama Riani,suruh bawa kopi ke ruang kerja saya ya" perintah Gibran
"baik tuan" jawab surti.
Karena tidak mendengarkan lagi suara orang di ruang makan, Riani akhirnya keluar dari kamar mandi,seperti seorang pencuri yang lagi melihat sasaran barang yang akan di curi, sambil celingak-celinguk Riani berjalan pelan-pelan, tanpa dia sadari Surti ada di belakangnya,sambil terheran-heran dengan tingkahnya Riani,seperti maling jemuran yang akan tertangkap basah.
"Ri kamu kenapa..?" ujar Surti mengangetkan Riani
"astagfirullah alhazim mbak, bikin orang kaget saja, untung aku enggak jantungan" ucap Riani kaget sambil mengusap-usap dadanya pelan
"enggak kenapa-kenapa kok mbak, bos mana..?" tanya Riani
"tuan muda ada di ruang kerja, dan menyuruh kamu buat kopi dan mengantar keruangannya" ucap Surti
"apa...?? ****** gue" teriak Riani kaget
"gue sengaja ngehindar tapi kayaknya gue tidak akan selamat deh,tetap harus masuk ke mulut singa itu" batin Riani
"emang kenapa Ri..?lagian kamu ke kamar mandi kok lama sekali..?memang betul kamu sakit..?" nanya Surti penasaran
"enggak kenapa-kenapa kok mbak, iya nih tapi sudah baikan kok,ya sudah deh aku bikin kopi dulu ya mbak"ujar Riani dan berlalu ke dapur untuk membuat kopi pesanan Gibran
"gue harus cepat ini nanti kalau tidak bos sinting itu kumat lagi" batin Riani.
Diruang kerja Gibran sedang memeriksa beberapa email yang di kirim oleh Aldo, tangan kanannya beberapa jam yang lalu,
tok tok tok tok
"masuk"
"ini kopinya pak"
"oya tarok di situ"tunjuk Gibran ke meja didepannya
__ADS_1
"kalau begitu saya permisi dulu pak" ujar Riani berniat untuk pamit
"tunggu" ucap Gibran mamanggil Riani yang hendak membuka pintu untuk keluar
"hah ada apa ya pak..?" ucap Riani bingung
"kamu sakit..?" pertanyaan pertama yang lolos dari mulut Gibran
"enggak kok pak, saya enggak kenapa-kenapa" ujar Riani menunduk karena tidak berani menatap langsung ke wajahnya Gibran
"terus tadi bik Surti bilang kamu kekamar mandi" lanjutnya sendu
"enggak tadi cuma mulas, sudah saya minum obat, sudah agak baikan kok" ucap Riani sambil memasang wajah memelasnya biar enggak ketahuan dia lagi bohong.
"Maaf" sambung Gibran lagi, sebenarnya dia sangat menyesal atas perlakuannya,beberapa hari ini untuk Riani karena tanpa ada angin dan hujan dia bersikap dingin, tapi sebetulnya karena dia cemburu.
"Hah" jawab Riani sambil melongo
"maaf saya sudah cuekin kamu, sudah jahilin kamu" ucap Gibran terdengar lirih
"itu sadar,dasar bos sinting sialan" tentunya Riani hanya berani memakinya di dalam hati
"ya pak saya sudah maafin kok" ucap Riani pelan
"bisa tidak..? tidak usah panggil saya dengan sebutan pak" ucap Gibran dengan suara sedikit dingin
"kumat lagi dia" batin Riani
"iya mas, ya sudah saya mau tidur dulu" ucap Riani kemudian,kali ini dia bukan mencari alasan,karena memang sebenarnya diapun sudah mengantuk karena capek seharian di jahilin oleh Gibran.
"ya sudah good night sayang" ucap Gibran lembut sambil berdiri, lalu mengecup kening Riani singkat ,sementara Riani sudah bengong mukanya sudah memerah karena malu atas perlakuannya Gibran
"ya sudah tidur gih" lanjutnya sambil mendorong lembut tubuh Riani.
Akhirnya Riani keluar tanpa sepatah katapun,dan menuju kamarnya dengan keaadan masih melamun, siapa aku, di mana aku..? begitulah kira-kira perasaan Riani sekarang seperti nano-nano beda rasanya hehe..
🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻
Kira-kira bagaimana ya kelanjutan nya..akan kah happy ending antara Riani dan Gibran ..?? apa malah Gibran dengan Reva... penasaran enggak...??? ikutin kisah selanjutnya di episode berikut ditunggu like and koment nya readers
terima kasih atas dukungan nya....
semoga semangat selalu...
dan tetap di rumah saja untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19 , semoga negeri kita terbebas dari Corona ya guys amin ya Allah...
love you guys....
😍😄😘😆
__ADS_1