Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Foto prewedding


__ADS_3

Sesuatu itu akan indah pada waktunya, seandainya kita mampu bersabar dan menunggu keajaiban itu pasti ada.


Tuhan maha besar..


Happy reading guys..


Masih di butik keluarga Wijaya.


Tanpa Gibran sadari, ia langsung merangkul Riani serta memeluknya dengan mesra sambil mengecup keningnya beberapa kali.


Sedangkan Riani sudah dibuat malu bukan main dengan sifat Gibran,apalagi di situ masih ada beberapa pelayan butik dan manajer nya.


Sedang asyik-asyiknya mereka berpelukan, tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan Mamanya Gibran.


"Gimana sayang sudah dapat gaunnya?" tanya sang Mama.


"Eh udah Ma" jawab Riani sambil melepaskan pelukannya Gibran dengan wajah merona.


"Mana biar Mama lihat?"


"Ini Ma" Riani menunjukkan dirinya yang sedang memakai gaun pengantin.


"Subhanallah cantiknya calon mantu Mama, beruntung banget kamu Nak" ucap sang Mama sambil terharu.


"Makasih Ma" ucap Riani, Riani sempat mau protes tentang harga gaun kepada calon mertua nya, tapi ketika melihat sang mertua sangat bahagia, Riani pikir lebih baik di urungkan.


"Ia dong Ma, pilihan Gibran gitu" ucap Gibran sambil tersenyum senang.


Sedangkan Riani muka sudah seperti kepiting rebus saking merahnya.


"Kamu udah dapat Tuxedo nya sayang?" tanya Mama Angelina kepada Gibran.


"Ah iya Gibran jadi lupa, saking senangnya melihat calon istri pakai gaun itu" kekeh Gibran sambil mengedipkan sebelah mata nya ke arah Riani.

__ADS_1


Sedangkan Riani cuma memandang jengah kearah Gibran.


"Buruan carinya, nanti kita terlambat buat preewedding" protes sang Mama.


"Iya Mama sayang"ucap Gibran sambil berlalu.


Tidak membutuhkan waktu terlalu lama, akhirnya setelah berputar-putar beberapa kali. Gibran memilih Tuxedo berwarna putih gading, warna yang sama dengan gaun Riani. Sangat sesuai dengan kulit Gibran, yang putih, menambah ketampanan nya berkali-kali lipat.


Dan Gibran sekarang sudah memakai nya dengan sangat rapi, apalagi sang Mama dari tadi tidak berhenti mengoceh.


Dan betapa tampan nya Gibran saat memakai Tuxedo tersebut, seperti pangeran di dunia dongeng saja, apalagi dengan aksesoris kupu-kupu sebagai dasinya.


"Ayo Ma Gibran sudah selesai"ajak Gibran kepada sang Mama.


"Masya Allah ganteng nya anak Mama" ucap Nyonya Anggelina sempat terkagum-kagum dengan ketampanan sang Anak, begitu pun dengan Riani, seakan dia baru sadar betapa tampannya calon suaminya.


"Ia dong kan anak Mama" ujar Gibran cengesan.


"Yuk kita pre-wed dulu, nanti ke buru sore" ajak sang Mama sudah tidak sabar lagi.


"Kan Mama, pengen cepat-cepat lihat kalian nikah"


"Ia Gibran tahu Ma, tapi nikah nya kan, bukan hari ini juga" ujar Gibran merasa aneh dengan sikap Mamanya.


"Hehehe pokoknya kita pre-wed dulu, biar selesai satu-satu" akhirnya Nyonya Angelina tetap memaksa keinginan nya.


"Ayo sayang" ajak Gibran kepada Riani, apalagi studio Photo nya juga tersedia di butik tersebut, khusus untuk pre-wed para pengantin baru yang ingin melakukan pre-wed di situ juga.


"Iya Mas" jawab Riani, kemudian ia menyusul di belakangnya Gibran dengan di bantu oleh beberapa pegawai butik tersebut, karena tidak mungkin Riani berjalan sendiri dengan gaun yang lumayan panjangnya.


Setelah asyik berfoto prewed dengan bermacam-macam gaya, akhirnya selesai juga. Dan keduanya segera menggantikan kostum mereka.


Dan seperti rencana mereka semula, setelah memilih gaun pernikahan, mereka menemui WO yang bertanggung jawab untuk mendekorasi acara pernikahan mereka dan tentunya pestanya juga.

__ADS_1


Dan rencana pesta pernikahan mereka akan diselenggarakan di kota kelahiran Riani, seperti permintaan almarhum kedua orang tuanya Riani.


Walaupun dengan permintaan tersebut membuat keluarga besar Wijaya sangat keberatan, tapi apa boleh permintaan Gibran mutlak harus dituruti tidak bisa di bantah lagi atau di ganggu guat, akhirnya dengan terpaksa mereka harus setuju.


Apalagi Gibran juga telah berjanji, setelah melakukan akad nikah di sana, mereka juga akan membuat pesta yang mewah di salah satu hotel Wijaya, dan tentunya setelah melewati berbagai perdebatan antara dirinya dan Riani terlebih dulu.


Riani yang tidak mau di ekspos di publik, sedangkan Gibran sangat ingin Riani dikenal oleh khalayak ramai, bahwa wanita yang sangat cantik itu istrinya.


Riani yang tidak mau Gibran menghambur-hamburkan uang untuk pernikahan mereka, Gibran sangat ingin membuat pesta mewah, yang tidak ingin ia lupakan seumur hidup nya.


Karena berbeda pendapat lah akhirnya mereka bertengkar, walaupun pertengkaran tersebut sangat lumrah terjadi terutama bagi orang yang mau menikah. Itu wajar terjadi,maklum mungkin mereka terlalu stres dan gugup. hehehe


Akhirnya setelah melakukan kesepakatan kedua belah pihak keluarga, mereka menetapkan pernikahan Riani dan Gibran akan dilaksanakan dua Minggu lagi tepatnya di hari ulang tahun Riani yang kedua puluh lima tahun.


Dan seperti kesepakatan sebelumnya, mereka melakukan akad nikah di kampung halaman Riani, kemudian mengadakan pesta resmi di salah satu hotel Wijaya. Walaupun Riani sebenarnya agak keberatan tapi setelah di bujuk oleh calon mertua nya mau tidak mau terpaksa dia harus mau.


Beberapa hari setelah melakukan fitting baju dan foto prewedding, Gibran mengantarkan Riani ke kampung halaman nya. Karena mereka harus melalui prosesi pinggit, kebetulan Riani masih keturunan Jawa. Jadi mereka harus mengikuti sesuai dengan adat.


Tak terasa hari yang tunggu-tunggu pun hampir tiba, Minggu depan hari pernikahan Gibran dan Riani.


Dan mulai saat ini mereka melalui hari-hari dipingit sebagai calon pengantin baru.


Yang artinya mulai hari ini mereka tidak boleh bertemu sampai menjelang hari H, kegiatan pingit-memingit ini sangat membuat Gibran kesal. Karena tidak berjumpa dengan sang pujaan hati yang membuat dia uring-uringan.


Gibran merasa sangat kesal apalagi mamanya melarang dia untuk sekedar bertemu dengan sang pujaan hati.


Hari-hari di nanti-nanti pun telah tiba, semua persiapan untuk ijab kabul telah selesai, Dan tentu nya dipersiapkan oleh keluarga Riani dikampung walaupun sangat sederhana.


Dan pagi ini Gibran tampil sangat menawan dengan Tuxedo Putih nya tidak lupa pula senyum terus terukir di wajah tampannya, sangat tidak sabar untuk bertemu sang pujaan hati.


Begitu juga dengan Riani, dia juga sangat cantik dengan kebaya Putih senada dengan tuxedo Gibran, serta senyum terus terukir di wajah cantik nya.


Sangat tidak sabar untuk di persuntingkan oleh sang pujaan hati, yang beberapa Hari ini di rindukan nya.

__ADS_1


Sungguh momen yang sangat membahagiakan bagi mereka pasangan yang lagi di mabuk Cinta, bagaikan Dunia Milik berdua, yang lain mah ngotrak.


Dan semua keluarga besar Riani tengah berkumpul di tempat yang telah di sediakan, sambil menunggu rombongan mempelai pria datang.


__ADS_2