Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Akal bulus gibran


__ADS_3

🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌹🌻🌹


Air mata merupakan salah satu-satunya cara mata berbicara..


saat bibir tak mampu lagi menjelaskan apa yang membuat mu terluka...


Aku pernah menetes air mata di selat Sunda..


dihari aku bisa menemukan lagi..


itulah waktu nya aku berhenti mencintaimu...


🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹


Kembali lagi ke pantri di mana Riani dan teman-temannya sedang bergosip seputaran di mutasinya Dewi dari perusahaan,


setelah para sahabat-sahabat berlalu,


Riani duduk termenung sambil memikirkan perkataan yang di ucapkan Indi, bahwa isunya di mutasikan Dewi itu gara-gara dia,


memang sebetulnya benar apa yang di isukan emang iya penyebabnya, dari tidak jadi Dewi di pecat dari perusahaan karena permintaannya akhirnya Dewi di mutasi.


Tidak mungkinkan..? Riani menceritakan yang sebenarnya kepada para sahabatnya, bisa-bisanya mereka memutasikan tubuh Riani lalu di letakkan di koper,setelah itu di lempar ke laut deh lalu dijadikan makanan ikan "serem banget sih thor pikirannya Riani".


Setelah bergelut lama dengan pikirannya, Riani segera pergi ke ruangan Gibran untuk mengantarkan kopi yang di minta sama Gibran.


Tokk tokk tokk


" masuk"


setelah ada jawaban dari yang punya ruangan Riani segera memegang handle pintu untuk membuka pintu.


"Mas ini kopinya"


"terima kasih sayang, kamu sudah makan sayang..?"


"belom mas"


"kita makan di luar mau..?"


"malas mas...?


"memangnya kenapa sih sayang..?"

__ADS_1


"aku enggak enak mas karena isu tentang mutasinya ibu Dewi, mereka bilang gara-gara aku mas, walau enggak sepenuhnya isu itu bohong sih, tapi aku merasa enggak enak melihat tatapan benci mereka kearah aku mas, apalagi jika kita jalan berdua lagi, makin pusing nanti aku mas" jelas Riani panjang lebar,karena memang waktu dia keruangan Gibran tadi banyak karyawan yang memandangnya dengan muka sinis dan banyak juga yang mencibirnya,jadi Riani merasa enggak enak.


"Apa perlu kita umumkan tentang hubungan kita sayang..?"Gibran merasa sangat emosi mendengar penuturan Riani


"tidak usah mas" larang Riani karena menurutnya belum waktunya


"kenapa sayang kamu malu punya hubungan dengan mas..?"


"bukan begitu sayang, tapi belum waktunya"


Gibran merasa sangat senang mendengar Riani menyebutnya dengan kata sayang, pasalnya dari pertama mereka menjalani hubungan baru kali ini Riani berinisiatif memanggilnya dengan sebutan sayang tanpa ada paksaan.


"Terus kapan dong yang..?" goda Gibran sambil mengerling matanya dengan nakal


"iya sesudah kita menikah dong mas" Riani merasa sangat malu dengan jawabannya sendiri, sampai-sampai dia memukul-mukul bibirnya sendiri.


"Apaan sih lo Riani, ngomong apa coba malu banget deh" batin Riani sambil menutup mukanya karena sangat malu, apa lagi mukanya sudah bersemu merah, Gibran semakin ingin menggoda Riani karena melihat wajah malu-malunya Riani


"memang kapan kita nikahnya sayang..?"Gibran semakin menggoda Riani


"hmmm tidak tahu lah mas" Riani membuang mukanya dia merasa ingin menenggelamkan dirinya kelaut saat ini juga


"mendingan kita makan di sini aja mas" Riani sengaja mengalihkan pembicaraan


"baik biar mas menelpon Aldo dulu, kamu mau makan apa"


"baik lah sayang".


Gibran segera menelepon Aldo supaya segera memesan makanan untuk dirinya dan juga Riani karena mereka sudah sangat lapar apalagi sudah jam makan siang.


Beberapa menit kemudian Aldo sudah datang dengan membawa makanan pesanan sang bos, tak lupa ia mengetuk pintu terlebih dahulu setelah nada perintah menyuruhnya untuk masuk dari dalam ruangan,Aldo segera masuk, dan meletakkan makanan yang di bawanya di atas meja dan kemudian ia segera permisi berlalu dari ruangan itu, dia tidak mau berlama-lama di sana jiwa jomblonya meronta melihat kemesraan si bos dengan Riani yang lagi kasmaran.


Seperti saat ini mereka lagi saling suap-suapan siapa yang melihatnya pasti merasa sangat tersiksa apalagi yang jomblo.


"Sayang lagi dong" rengek Gibran karena Riani tidak mau menyuapinya lagi


"makan sendiri dong mas"


"mas maunya di suapin kamu" rengek Gibran lagi


"makan sendiri mas kayak anak kecil deh"


"mas bukan anak kecil tapi mas mau buat anak kecil" Gibran sengaja bersuara di dekat telinga Riani sambil meniup-niup daun telinga nya,

__ADS_1


membuat Riani merinding seketika dengan tingkah Gibran apalagi kata-kata nakal yang baru keluar dari mulutnya.


"Apaan sih mas"


"mau mencobanya..?" Gibran mengerling- ngerling matanya dengan nakal,


sedangkan Riani sudah berkomat-kamit menglafal apa yang dia bisa, agar Gibran tidak semakin menjadi-jadi ,mungkin pikir Riani Gibran kerasukan setan mesum, jadi dia berkomat-komit membaca ayat Alquran apa yang ia bisa.


Bukan malah hilang mesumnya tapi semakin menjadi-jadi, emang sifatnya dudah dari dulu mesum,dan kini dia sudah berada di dekat Riani malahan sangat dekat, bila Riani membalikkan badannya mereka bahkan langsung berciuman,dengan sigap dia langsung memangku Riani di atas pangkuannya, hingga membuat Riani berteriak sangat kencang,untung ruangan itu kedap suara jadi tidak ada orang yang bisa mendengarkan teriakan Riani.


"Mas turunin, malu tahu"


"kenapa harus malu sayang hmmm..?" goda Gibran sambil menempelkan dagunya di bahu Riani sedangkan tangannya melingkar dengan erat di pinggang Riani ( bayangkan sendiri ya readers, yang jomblo segera cari pasangan biar bisa seperti mereka hehe termasuk athour juga sih).


"Iya malu dong mas, turunin dong"


"ada imbalannya bisa mas turunin"


"harus pakai imbalan lagi, mas curang"


"iya dong mas kan tidak mau rugi"


" terus apa imbalannya"


"cium dulu baru mas turunkan itu imbalannya"


" enggak mau, malu mas"


" harus mau, kalau enggak sampai pulang nanti kita kayak begini" ancam Gibran


"ya sudah tutup mas tutup mata dulu dong" Riani akhirnya mengalah karena dia tahu bagaimana sifat Gibran, kalau dia sudah mengatakannya pasti akan ia lakukan Riani tidak mau berada di pangkuan Gibran sampai dengan nanti sore


apa kata dunia..??


Gibran pura-pura menutup matanya, dia sedikit mengintip melihat apa yang akan Riani lakukan, Riani pelan-pelan menempelkan bibirnya ke pipi Gibran tapi bukan Gibran namanya kalau dia tidak akan bermain trik dalam otaknya,dengan segera dia menggeser bibirnya, bibir mereka segera bertemu membuat Riani segera membelakkan matanya dia begitu terkejut, namun tidak dengan Gibran dia langsung ******* habis bibir Riani, hingga membuat bibirnya bengkak, Gibran baru melepaskan saat dia menyadari bahwa Riani sudah kehabisan napas setelah Riani memberi isyarat dengan memukul-mukul dadanya.


Setelah melepaskan bibir Riani


"hmmm manis" Gibran menyeringai karena sudah berhasil mempermainkan Riani dengan akal bulus nya.


🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌻


Gimana readers seru tidak kisah mereka..

__ADS_1


maka nya jangan lupa mampir nya dan tinggalkan like and komentar serta vote nya..


terima kasih reader ku sayang..


__ADS_2