Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Ungkpan hati gibran


__ADS_3

🌻🌹🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌹🌹🌹🌹🌻🌻🌻🌻


kasih hidup ku sepi tanpa senyum mu


pancaran mata mu membuat ku merindukan mu....


rasa nya ku ingin selalu di dekat mu..


memberi warna dalam hidup mu..


oh tuhan...


izin kan ku mencintai diri nya selalu...


merasakan indah senyum nya di setiap hari-hari ku...


aku tak sanggup kehilangan nya..


aku terlalu mencintai nya


aku terlalu mengharapkan nya


karena dia anugrah terindah dalam hidupku..


ku tenang bila menatap nya


ku bisa tertawa bila mendengar nya


karena dia ada di hati ku


selama nya....


🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌻🌻🌹🌹🌻🌹🌹🌻🌹🌻


Sesampainya di masion, Gibran langsung turun dari mobil dengan muka yang masih di tekuk. Dia masih kesal dengan persoalan di taman dekat perusahaan tadi,


sementara Riani juga turun tampak sepatah katapun sambil mengekor di belakang Gibran. Riani juga masih sangat kesal dengan tingkah seenaknya Gibran, kemudian Gibran berhenti sambil menengok ke arah Riani. Karena Gibran berhenti dengan tiba-tiba, sehingga hampir membuat Riani menubruk dada Gibran untung dia juga berhenti.


"Kamu bisa menjelaskan apa yang terjadi tadi?" akhirnya Gibran membuka suara setelah sampai di dalam masion.


"Emmmm. Saya harus menjelaskan apa emangnya Pak?" tanya Riani gugup,dia pura-pura tidak tahu.


"Pak-pak. Sudah saya bilang jangan pangil saya Pak"sentak Gibran kesal sambil menahan emosinya.


"Maksud saya Mas" gagap Riani.


"Tadi Mas Ardi cuma ngomong dengan aku Mas" cerita Riani takut.

__ADS_1


"Cuma ngomong kamu bialng? Mas Ardi..??" tanya Gibran makin tersulut emosi, karena kecemburuannya semakin menjadi-jadi, setelah ia mendengar Riani memanggil Ardi dengan sebutan Mas. Baru *M*as loh bukan sayang gimana kalau di panggil sayang ya? Bisa kebakar jenggot tuh si Gibran hehe.


"Mmmm iya Mas,cuma ngomong kok" ujar Riani agak panik, karena takut dengan tatapan maut Gibran seakan-akan ingin melahapnya saat itu juga.


"Kalau cuma ngomong, kenapa harus pengangan tangan segala hah?" bentak Gibran, sambil menyudutkan Riani ke sofa yang ada di ruang tamu, waktu itu cuma mereka berdua yang ada di ruang itu.


Sementara para Pelayan semua sudah pada kabur, menyelamatkan diri mereka masing-masing karena takut kena amukan Singa jantan yang siap mengeluarkan taringnya.


"Enggak kok Mas, dia hanya menyentuh tangan aku saja" ujar Riani lagi.


"Jangan membohongi saya kamu, kamu pikir saya bodoh apa?" jawab Gibran sambil mendekat wajahnya ke wajah Riani.


"Betul kok Mas,suer deh" ucap Riani polos sambil mengacungkan dua jarinya ke atas.


Gibran kali ini bukannya marah, malah ia menyeburkan tawa nya karena tingkah polos Riani.


"Hahhahhhahhahhahha."


"Kamu lucu banget sih sayang" gumam Gibran sambil mencubit hidung Riani.


"Sakit Mas" ucap Riani karena kesakitan akibat cubitan dari Gibran.


"Ia maaf ya sayang" ujar Gibran.


"Jadi sudah tidak marah lagi ini ceritanya?" tanya setelah melihat tawanya Gibran.


"Belum tentu, asal kamu mau cerita yang sebenarnya terjadi, antara kamu dan cowok itu,baru Mas tidak akan marah lagi" ucap Gibran.


"Aku pikir-pikir dulu deh ah" tambahnya lagi, sedangkan Gibran sudah cemberut lagi.


"Terus mau cerita tidak?tentang tadi" sambung Gibran dengan wajah agak seram dikit.


"Ia deh Mas aku akan cerita, jangan begitu juga dong mukanya, bikin aku takut saja,dia nembak aku tadi Mas" ucap Riani jujur takut Gibran gamuk lagi.


"Apa?" sentak Gibran terkejut.


"Ia dia nembak aku, tapi aku nya tidak mau" ucap Riani padahal belum dia jawab, tapi karena takut Gibran ngamuk lagi mendingan bohong dikit tidak apa-apa kan ya? pikirnya.


"Oh kenapa tidak mau..?" sambung Gibran sambil mengerling-ngerlingkan matanya.


"Ia karena aku tidak suka" ujar Riani gugup dengan wajah merah merona kayak dia pakai blush on hehehe.


"Oh Mas pikir karena sudah ada seseorang di hati kamu" ucap Gibran pura-pura kecewa, dengan sengaja juga mengoda Riani, dia senang dengan wajah merah merona Riani seperti kepiting rebus hehhe.


"Apaan sih Mas?"ucap Riani malu


"Ia kan? Mas pikir ada Mas di hati kamu, makanya kamu nolak itu cowok" ucap Gibran lagi.

__ADS_1


"Ia Mas" ucap Riani malu.


"Ia apa..?"


"Ia ada Mas di hati aku."


Cup


"Makasih ya sayang" ucap Gibran sambil mengecup singkat bibir Riani dan dengan segera memeluknya erat-erat.


"Makasih untuk apa Mas..?" tanya Riani cengo.


"Ia makasih karena kamu sudah menyimpan Mas di hati kamu" ucap Gibran lembut.


"Geer banget sih Mas" ujar Riani berniat menggoda Gibran.


"Mas tidak geer kok, buktinya kamu sudah bilang ya tadi" ujar Gibran lagi.


"Ia deh Mas Gibranku yang paling ganteng, emosian, dan pencemburu" ujar Riani bercanda.


"I love you sayang" ucap Gibran tiba-tiba.


"I love you too" ucap Riani malu.


"Ya sudah kita mandi dulu yuk" ujar Riani sambil mengedurkan pelukan Gibran.


"Ayo mau mandi bareng?" goda Gibran sambil bangkit menuju kamarnya.


"Enggak mau ah Mas,jangan macam-macam" gumam Riani sambil berlari memasuki kamarnya.


"Hahahaha" tawa Gibran mengelegar sambil menutup pintu kamarnya.


Dag dig dug.


Jantung Riani seakan-akan mau melompat dari tempatnya karena saking senang,


maklum orang lagi jatuh cinta seakan-akan jiwanya melayang ke angkasa dan juga seakan-akan ada beribu kupu- kupu yang sedang terbang di perutnya.


Sedangkan Gibran juga merasakan apa yang di rasa oleh Riani, dia juga sangat bahagia karena rasa cinta yang sudah lama ia pendam akhirnya dapat ia ungkapkan. Walaupun dengan caranya sendiri, itulah cara yang dia bisa, karena Gibran bukan pria romantis yang pandai merangkai kata-kata cinta seperti seorang pujangga. Dia hanya manusia biasa, yang menurut Riani sih dingin sedingin kutup utara, angkuh dan sonbong apalagi agak sedikit sinting pokoknya paket kompliks deh hehe.


Malam itu mereka tertidur dengan sangat pulas, senyum kebahagian terukir di bibir mereka masing-masing,apalagi seperti Gibran baru pertama merasakan indahnya kata cinta.


Begitulah keindahan yang di alami oleh seseorang yang lagi jatuh cinta, karena sejatinya kita wanita ingin di cintai dengan sepenuh hati oleh pasangan kita. Bukan di cintai dengan setengah hati, kita juga bukan hanya mencintai tapi juga ingin di cintai, kita juga ingin di miliki dan memiliki. Karena cinta sejati adalah saling mencintai, saling memiliki,dan saling melengkapi. Cinta itu juga harus saling percaya dan mempercayai, cinta akan tumbuh bila kita pupuk dengan kesetiaan, kita jaga dengan kepercayaan, kita sirami dengan kasih sayang, cinta juga akan layu bila hadirnya orang ketiga dalam prahara cinta.


Maaf ini semua adalah kata-kata yang ada di dalam pikiran nya athour terima kasih.


🌻🌹🌻🌹🌻🌻🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹

__ADS_1


makasih atas dukungan nya..


para reader ku tersayang


__ADS_2