
🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻
Cinta adalah anugerah dari yang maha kuasa..
tanpa cinta hidup terasa hampa, tanpa cinta hidup terasa suram dan kelam...
manusia semua membutuhkan cinta..
cinta sudah ada di jaman Adam dan siti hawa...
🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌻🌹
Keesokan harinya merupakan hari libur,
Gibran berencana mengajak Riani untuk jalan- jalan berdua,ini merupakan kencan pertama bagi mereka.
Pagi-pagi seperti biasa Riani sudah menyiapkan sarapan,saat ini dia sedang menata makanan di meja makan.
"Pagi sayang" tiba-tiba Gibran sudah ada di belakang Riani sambil memeluk tubuh Riani erat dari belakang.
"Pagi juga Mas, jangan begini Mas, malu dil lihat orang lain nanti" tegur Riani sambil melepaskan tangan kekar Gibran yang melingkar di pinggangnya, bukan malah di lepaskan Gibran makin mengeratkan pelukannya.
"Malu sama siapa hemm..?" tanya Gibran sambil menyederkan dagunya di bahunya Riani.
"Sama Pelayanlah Mas, malu di lihat Mas seperti begini" ujar Riani merasa malu mukanya sudah bersemu merah.
"Kenapa harus malu hmmm? Mereka juga pernah muda" ujar Gibran dengan nada manja sambil mencium pipi Riani singkat, sedangkan Riani wajahnya sudah seperti kepiting rebus.
Para pelayan merasa sangat senang melihat perubahan Tuan Mudanya, yang dulu dingin sekarang manja sekali. Seperti anak-anak yang baru menemukan mainan baru, mereka juga sangat bersyukur dengan kehadirannya Riani di sisi Tuan Muda mereka. Dengan kehadirannya Riani banyak perubahan yang terjadi kepada Tuan Muda mereka, banyak kebahagiaan yang di bawa oleh Riani untuk sang tuan muda, dan juga berefek untuk seisi massion.
"Ya sudah Mas makan dulu gih" ucap Riani. Setelah berhasil melepaskan diri dari pelukan Gibran dan Riani segera menyendok nasi beserta lauk ke piring, dan lalu dia memberikan untuk Gibran. Riani juga menyuruh Gibran untuk duduk dan sarapan, tanpa ada bantahan Gibran langsung nurut seperti anak Kucing yang di kasih makan sama induknya. Riani terkekeh ngeli melihat perubahan tingkah Gibran yang dulu seperti Siinga jantan, Riani pikir Singa yang satu ini susah sekali di jinakkan. Tapi ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, apalagi kalau sudah ngamuk, tapi tidak membutuhkan waktu lama Singa tersebut sudah bisa ia jinakkan.
"Suapin dong sayang " rengek Gibran dengan suara manja.
"Makan sendiri dong Mas."
__ADS_1
"Tidak mau,Mas maunya di suapi sama kamu" manja Gibran lagi.
"Udah ah Mas jangan manja begitu, malu sudah gedek" ujar Riani lagi.
"Ya sudah deh kalau tidak mau, Mas makan sendiri saja" ucap Gibran pura-pura cemberut.
Akhirnya setelah melewati drama pagi ala-ala Gibran di meja makan, Gibran makan tanpa di suapi oleh Riani. Seperti biasa mereka makan tanpa bersuara, sedikit pun hanya sendok dan garpu yang saling menyapa.
Setelah mereka selesai sarapan.
"Sayang kita jalan-jalan yuk"ajak Gibran kepada Riani.
Saat ini mereka sedang duduk berdua di taman belakang yang ada di massion tersebut.
"Memang mau pergi kemana Mas?"tanya Riani.
"Memang kamu mau kemana sayang..?" jawab Gibran balik menanyakan kepada Riani.
"Terserah Mas mau kemana, aku sih ikut saja" ujar Riani.
"Yang betul Mas..? Nanti Mas jangan nyesal ya, kalau aku yang pilih tempat" ujar Riani sambil dengan senyum manisnya.
"Ia Mas tidak bakalan nyesal kok sayang, apa lagi kamu yang pilih seumur hidup pun Mas tidak bakalan nyesal" gombal Gibran sambil mengerling matanya dengan nakal.
"Iss Mas pandai banget ngegombalnya" ujar Riani, dia merasa bingung dengan tingkah Gibran sekarang, yang semakin hari semakin manja dan gombal. Sesekali juga usil
heheh maklum cinta bisa mengubah segalanya, apapun bisa di ubah hanya karena cinta.
"Mas tidak gombal kok, ini tulus dari hati Mas yang paling dalam sayang" tambahnya lagi.
"Ya sudah deh Mas, gimana kalau kita kepantai?"ucap Riani sengaja memotong ucapan Gibran yang semakin menjadi-jadi.
"Oke sayang ayo" ajak Gibran sambil menarik tangannya.
"Bentar dong Mas kita harus siap- siap dulu" ucap Riani.
__ADS_1
Setelah perdebatan dan menghadapi sifat gombalnya Gibran,
akhirnya mereka sepakat kencan pertama mereka adalah ke pantai.
Setelah Riani memakai baju yang terbaik menurutnya, Riani keluar dari kamar menunggu Gibran di ruang tamu.
Gibran juga keluar dengan mengunakan kemeja lengan panjang,berwarna hitam di padukan dengan celana jins warna senada. Menambah 💯 persen tingkat ke tampanannya, pesonanya naik berpuluh-puluh kali lipat. Riani yang melihatnya seakan-akan sedang bermimpi,melihat pangeran di dunia nyata. Bahkan mulutnya sempat terbuka dengan sangat lebar, matanya hampir melotot keluar begitu kira-kira pesonanya, memang Gibran sudah tampan dari Sononya hehe.
"Ayo sayang, jangan melamun, saya tahu saya ganteng, awas ilernya nanti menetes loh"goda Gibran yang melihat Riani sedang melamun. Riani pun terkejut, dengan salah tingkah dia segera mengelap mulutnya memakai tangan kanan, sedangkan Gibran sudah tertawa terbahak-bahak dengan tingkah Riani.
"Apaan sih Mas?" setelah Riani sadar ternyata dia di kerjai oleh Gibran, sebetulnya tidak ada apa-apa di mulutnya,Riani juga merasa sangat malu sendiri dengan tingkahnya.
Akhirnya mereka memutuskan pergi ke Pantai yang tidak jauh dari kediaman mereka,
sebuah Pantai yang masih Asri. Pasirnya putih seputih salju, pemandangan lautnya masih bersih. Belum tercampur tangan manusia,apalagi lautnya masih banyak terembu karang. Masih juga ada beberapa pohon tumbuh yang berderet di sana, yang membuat laut itu menjadi lebih indah, apalagi pohon-pohon kelapa yang meliuk-liukkan daunnya seolah-olah menyapa pengunjung yang ada di situ.
Sesampainya disana mereka memilih duduk di dekat batu karang, untuk menikmati pemandangan laut yang indah. Membuat siapa saja yang memandangnya sangat terasa sejuk di hati mereka, apalagi seperti mereka sepasang kekasih yang sedang memadu cinta. Tidak ada yang memulai pembicaraan di antara mereka, mereka masih hanyut dengan pikiran mereka masing-masing.
Mereka duduk sambil memandang jauh ke sana, entah apa yang mereka lihat, hanya Tuhan dan mereka sendiri yang tahu.
Di dekat Pantai tersebut juga di buat beberapa pondok, yang tertata sangat rapi. Sengaja di buat dengan serapi mungkin untuk menarik perhatian para pengunjung, di bibir pantai juga ada beberapa orang penjual kaki lima. Seperti penjual beberapa snack, jajanan kecil seperti siomay,bakso,mie goreng ,air mineral, jagung bakar dan bahkan air kelapa muda juga di jual di sana.
Dan disamping itu juga banyak muda-mudi yang sedang memadu kasih.
🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹
kira-kira begini lah pemandangan nya
hy kakak jangan lupa koment dan like nya ya...
dan makasih atas dukungan nya..
maaf kalau ada typo
__ADS_1