Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Rencananya Dewi


__ADS_3

🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌹🌹🌹🌻


Apa yang kita lakukan , apa yang kita ucapkan sebenar nya menunjukkan kualitas kita sendiri...semua perkataan serta perbuatan , baik maupun buruk akan berbalik kepada kita sendiri...


🌻🌹🌻🌻🌻🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻


Apapun yang terjadi pasti akan segera berakhir, seandai nya yang baik juga berakhir namun percayalah yang lebih baik akan segera di mulai*.


🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹


Pagi ini seperti biasa Riani bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan, di bantu beberapa pelayan di massion besar keluarga Wijaya,


tanpa membutuhkan banyak waktu beberapa macam makanan sudah terhidang di meja makan dengan tertata rapi.


Riani rencananya hari ini mau masuk kerja seperti biasa, setelah membersihkan diri lalu ikut sarapan dengan kedua calon mertuanya, kemudian Riani pamit serta mencium kedua tangan orang tua tersebut, Riani berangkat kerja di antar oleh sopir pribadi keluarga Wijaya, dan jangan lupa pengawal di belakang Riani seperti yang di perintahkan oleh Gibran.


Sementara di massion Gibran, dia juga sudah bersiap-siap seperti biasa,dengan menggunakan jas warna hitam di padukan, kemeja biru laut serta dasi warna hitam menambah tingkat ketampanannya, siapa saja yang memandangnya pasti akan meleleh seperti es cream kena cahaya matahari, baik muda, maupun orang tua, pasti akan terpesona dengan ketampanannya, ya tentu para kaum hawa pasti sangat terpesona,


apalagi memang dari dasarnya dia sudah tampan.


Setelah sarapan pagi seperti biasa, dengan di antar oleh sopir pribadinya dia bergegas ke kantor, karena banyak berkas yang harus ia tanda tangani apalagi kemarin ia buru-buru pulang karena kejadian yang menimpa Riani.


Selang beberapa menit Riani sudah sampai di kantor, ia segera ke tempat kerjanya, di sana sudah berkumpul para sahabatnya, Della, Ara, Indi dan Rendy.


"Pagi Ri" sapa mereka bersamaan

__ADS_1


"pagi juga semuanya"


"kemarin lo kemana sih..? ituh si bos kemarin nyariin lo" Della sengaja mengoceh kearah Riani


"gue kemarin lagi tidak enak badan, tapi sekarang sudah tidak apa-apa kok" Riani berbohong karena tidak mau menceritakan hal yang sebenarnya, dia tidak mau membuat para sahabatnya khawatir terhadap dirinya, apalagi ini menyangkut dengan Dewi, akan pasti mereka langsung melabrak Dewi atau bahkan mengerjai Dewi,kalau tau apa yang Dewi lakukan terhadap Riani di mall, walaupun cuma sebagai OB, mereka tidak pernah takut ke pada staf lain, kalau mereka tidak salah, walau diancam akan di pecat sekalipun, karena bagi mereka harga diri lebih penting ketimbang apapun.


Ada empat hal yang harus di miliki dalam hidup, perubahan, pilihan, harga diri, dan prinsip....


"Oh begitu syukurlah kalau lo tidak kenapa-kenapa kita sudah pada khawatirin lo" Ara ikut menibrung pembicaraan antara Riani dan Della


"iya makasih ya say karena kalian dudah pada khawatir sama gue" Riani merasa sangat terharu dengan sikap para sahabatnya


"iya sama-sama loh say"


Karena Indi sudah dasarnya dia kepo sengaja dia guping dikit,alhasil dia kaget bukan main dengan kabar mutasinya Dewi si mak lampir menurut mereka.


Flashback..


Sesampainya di kantor Dewi langsung di panggil ke ruang sekretaris Aldo, sebetulnya rencana mutasinya Dewi jam tiga sore kemarin, tetapi karena dia belum pulang dari tugas mewakilkan perusahaan untuk bertemu dengan klain di salah satu mall, di mana tempat dia melabrak Riani.


Jadi terpaksa di lakukan hari ini, setelah sekretaris Aldo membicarakan apa tujuannya, memanggil Dewi keruangannya seketika itu Dewi merasa sangat syok, mendengar kabar dia di mutasi ke cabang di wilayah sangat terpencil, dia sempat bertanya-tanya apa kesalahannya selama ini, hingga dia di mutasi tapi bukan jawaban yang ia dapatkan malah kata-kata yang tidak ia mengerti yang keluar dari mulut sekretaris Aldo.


"Hanya kamu sendiri yang mengetahui kesalahan kamu, maka dari itu kamu harus introspeksi diri".


Pupus sudah harapannya untuk mencari kesempatan dekat dengan bosnya, yang sudah bertahun-tahun ia cintai dan ia ingin miliki, sungguh miris nasibnya, bukan naik jabatan jadi calon istri bos malah di mutasi,

__ADS_1


sudah cinta bertepuk sebelah tangan harus kerja di daerah terpencil lagi.


Sambil linglung ia berjalan dan memutar otak untuk berpikir apa kesalahannya,dan kemudian pikirannya tertuju di mana ia mepermalukan Riani waktu di mall kemaren,


dia sangat yakin dengan kejadian mutasinya hari ini, ada hubungannya dengan Riani, semakin benci pula dia terhadap Riani, pasti Riani yang telah menghasut sang bos untuk memutasikannya begitulah pikirnya.


"Dasar ****** tak tau diri, berani sekali dia membuat aku sampai di mutasi, awas saja dia aku akan membalasnya beribu kali lipat, kasihan sekali nasib si bos sudah di butakan oleh cinta wanita murahan itu, bagaimana kalau dia tahu, bahwa wanita murahan tersebut punya hubungan lain di luar sana, mungkin tidak kalah tajir dengannya, apalagi wanita murahan itu sudah di klaim menantu oleh ibu-ibu kemarin pasti hubungan mereka tidak sesederhana itu, aku yakin sekali bahwa anak ibu itu pasti idiot atau sudah tua, makanya ibu itu mau menikahkan anaknya kepada wanita murahan dan miskin seperti Riani, miris sekali nasib pak Gibran baru sekali jatuh cinta sudah di khianati" sumpah serapah untuk Riani dalam batinnya Dewi, sambil mengasihani nasib bosnya ,tanpa dia sadari dia sendiri yang patut di kasihani.


Kemudian dia berjalan dengan langkah ngontai menuju keruangannya untuk membereskan semua barang-barangnya.


"Sebelum aku pergi aku harus membalas rasa sakit hatiku dulu kepada Riani, tentang apa yang telah dia lakukan terhadap ku, wanita murahan itu harus mendapatkan balasan yang setimpal" gumamnya hendak mencari Riani tetapi kemudian dia mengurungkan niatnya dan mulai berpikir kembali


"kalau aku membalasnya sekarang bisa-bisa bukan di mutasi,malah akan di pecat langsung, ini tidak boleh terjadi bagaimana aku harus memenuhi gaya hidup glamorku selama ini kalau aku sampai di pecat, oh aku punya ide" pikir Dewi sendiri sambil menuju kearah para rekan-rekannya dan segera mungkin menghasut mereka, untuk membalaskan dendamnya ke pada Riani, dia mengarang beberapa cerita seolah-olah dia yang terdhalimi disini,supaya rekan-rekannya mereka iba dan membenci Riani,sekaligus membantunya membalaskan dendam


jagokan idenya..?


sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.


Flash on.


🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹


terima kasih atas dukungan nya


mohon like komen dan juga vote nya ya readerku tercinta...

__ADS_1


__ADS_2