
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Hal terindah dalam hidup adalah ketika kita merasakan yang nama cinta..
cinta adalah bunga dunia..
bila tidak disiram dengan kasih sayang dia akan layu dengan begitu saja.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻❤❤❤❤🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Keesokan harinya seperti biasa Riani pergi kekantor, dia juaga pergi kerumah Bos sintingnya. Tidak ada kejahilan yang dibuat oleh Riani lagi,karena dia sudah merasa kapok dengan pembalasan yang dilakukan Gibran kemarin, Gibran juga pergi kekantor seperti biasa bersama Riani.
Sesampainya di kantor Gibran segera memanggil Aldo, untuk meminta data tentang Riani sikaryawati OB nya. Yang telah beberapa hari ini hadir, dalam kehidupannya tanpa ia sadari atau tidak, Riani sudah terlalu jauh masuk dalam relung hatinya. Gibran segera mengambil telepon di atas mejanya untuk menghubungi Aldo.
Tring tring tring..
Beberapa menit kemudian teleponnya tersambung.
"Ya Pak. Ada yang bisa saya bantu?"
"Keruangan saya sekarang" gumam Gibran dengan nada suara memerintah.
"Baik Pak. Saya akan segera kesana" jawab Aldo sambil mematikan telepon.
Lima menit kemudian Aldo sudah sampai di ruangan Bos nya, tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk sampai keruangan Bos. Karena ruangannya dengan ruangan sang Bos tidak terlalu jauh.
*T*okk tokk tokk
" Masuk" ucap si Bos
" Oh ya Pak. Ada apa? Bapak memangil saya" tanya Aldo sopan.
"Sudah kamu dapat informasi tentang yang saya minta kemaren? " tanya sang Bos.
"Sudah Pak" jawab Aldo.
"Bagaimana informasinya coba kamu jelaskan" perintah Gibran.
"Menurut informasi Nona Riani berasal dari kota C, dia seorang anak sebatang kara Pak , dia tinggal dengan Bibinya beserta Paman suami Bibinya, dari semenjak ia kecil,orang tuanya sudah lama meninggal" jelas Aldo panjang lebar.
"Mmm. Ada informasi tentang masalah pribadinya?,kalau dia sedang dekat dengan siapa sekarang?" tanya Gibran lagi.
__ADS_1
"Miris juga nasib sicewek abal-abal itu ya, jadi kasihan deh gue" pikir Gibran.
"Makin pengen gue menahan dia di sisi gue, dan makin penasaran gue tentang masalah pribadinya" tambahnya di dalam hati.
"Menurut informasi yang saya dapatkan Pak, tidak ada siapa-siapa yang lagi dekat dengan Nona Riani selama dia di kota ini" ucap Aldo.
"Mmm. Kalau begitu kamu boleh keluar" jawab Gibran sambil mengibas tangannya, tanda Aldo sudah bisa keluar dari ruangannya.
"Baik Pak. Kalau begitu saya permisi" Aldo pun berlalu.
"Mmm jadi pengen dekatin sicewek abal-abal itu" seringai Gibran, dia masih betah dengan senyum manisnya.
Sementara Aldo berpikir didalan hati.
"Ada apa ya dengan si Bos..?? selama aku bekerja di sini, tidak pernah aku melihat si Bos penasaran dengan satu karyawan pun, apalagi ini karyawan cewek. Apa mungkin Bos sudah mulai tertarik ya? sama karyawan itu? mungkin saja sih, apalagi Riani itu cantik, biarkan saja siapa tau kalau sudah bersama Riani nanti sifat Bos yang emosional, dan dingin itu bisa berubah, syukur-syukur dia menjadi baik nanti" Aldo berlalu keruangannya,
karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Tanpa terasa hari-hari berlalu, tak terasa pula hampir tiga minggu Riani jadi pelayan di rumah Bos sintingnya. Dan Riani hampir tiap hari,dia harus kerumah Bosnya, untuk membuat sarapan pagi untuk si Bos. Kecuali hari libur, karena hari libur, Riani minta izin kepada Bosnya untuk membereskan kontrakannya, dan mencuci bajunya kotor. Jangan lupa juga Riani selalu membuat Bos sintingnya naik darah, karena ulah jahilnya Riani. Mungkin dia sudah melupakan kejadian balas dendam, yang dilakukan Bosnya dikantor beberapa hari yang lalu, dan kini Riani kembali berulah.
Seperti pagi ini Riani membuat roti panggang, berisi dengan daging sapi dan parutan keju didalamnya. Jangan lupa juga dengan andalan spesial yang di buat Riani, untuk Bosnya dengan bubuk merica yang sudah di tambah didalam rotinya,
dan membuat si Bos sinting hampir ngamuk karena kelewatan pedas.
"Merica Pak" jawab Riani dengan santainya.
"Apa?berani kamu ya?" tanya Gibran.
"Ia Pak" jawab Riani lagi tampa merasa takut.
"Kamu. Mau saya pecat dari perusahaan saya hah?" bentak Gibran semakin emosi.
"Tidak Pak. Jangan pecat saya" ujar Riani dengan memelas dia merasa takut, yang tentu bukan takut sama Gibran tapi takut kehilangan pekerjaannya.
"Emm maaf Pak. Saya tidak sengaja"
"Maaf, maaf. Kalau dengan kata maaf bisa nyelesain masalah,tidak perlu hukum dan polisi,tau tidak kamu?" balas Gibran.
"Terus saya harus gimana Pak?" tanya Riani gelapan karena takut di pecat.
"Ini waktu pembalasan untuk kamu cewek abal-abal,karena sudah berani ngerjain saya, akhirnya saya medapat kesempatan untuk membuat kamu disisi saya setiap hari" gumam Gibran didalam hatinya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Emmmm kamu harus jadi pelayan saya selama satu tahun" balas Gibran dengan seringai liciknya.
"Hah apa? satu tahun Pak?" kaget Riani.
"Ia. Memang kenapa, kamu keberatan?"tanya Gibran
"Bukan begitu Pak, kenapa saya harus jadi pelayan Bapak? ,kan Bapak masih banyak pelayan di massion ini?" ujar Riani berniat untuk bernegosiasi dengan Bosnya.
"Kamu keberatan jadi pelayan?,atau kamu mau jadi istri sama misalnya?" goda Gibran, yang membuat Riani malu.
"Siapa juga yang mau jadi istri Bapak? gak kepikiran deh aku sampai ke situ, tapi kenapa harus satu tahun sih Pak?" ujar Riani.
"Kamu masih keberatan? mau saya tambah lagi, menjadi dua tahun mungkin?"
"Tapi Pak?"bantah Riani.
"Tidak ada tapi- tapian,mulai besok kamu harus pindah kesini, saya tidak mau tau" teriak Gibran lagi.
"Ia deh Pak. Saya menuruti permintaan nya Bapak" balas Riani lesu, dengan terpaksa dia tidak bisa membantah lagi, keinginan b
Bos sintingnya karena takut di pecat.
"Bagus, akhirnya kamu patuh juga kucing liar, dan aku lebih suka lihat wajah lesumu itu, makin tambah imut saja" batin Gibran menyeringai.
"Mulai sekarang kamu berada dalam genggamanku" tambahnya dengan masih berseringai.
Karena setelah kejadian hari pertama mereka bertemu,Gibran sudah tertarik dengan Riani. Dia ingin Riani dekat dengannya dan dia bisangejahilin Riani. Kali ini baru ada kesempatan untuknya,mengekang Riani di sisinya dan dalam ngemgamannya.
Begitulah Gibran, kalau ia sudah tertarik dengan sesuatu hal, bagaimanapun caranya dia pasti akan berusaha untuk mendapatkannya.
Begitu pula dengan saat ini,dia tertarik dengan Riani,segala upaya akan dia lakukan untuk membuat Riani tinggal disisinya.
Waktu berlalu,hari ini adalah hari minggu, Riani tidak masuk kerja,dia siap-siap untuk pindah dari kontrakan yang sudah tiga minggu ini dia tepati. Dia akan pindah kemasion Gibran,ya mulai hari ini dia memutuskan untuk jadi pelayan Gibran selama setahun. Ya mau gimana lagi? terpaksa karena ancaman si Bos sinting,
karena Riani masih sayang dengan pekerjaannya,
karena susah payah dia mendapatkan pekerjaan di kota ini.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻❤❤❤🌻🌻🌻🌻🌻🌻
terima kasih atas dukungan nya .
__ADS_1
love you 😃😃😃