Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Nonton bareng ardi


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌹🌹🌹🌹🌹🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Berhati-hatilah dalam berkata, jangan sampai dengan kata-kata kita dapat menyakiti hati orang lain,lebih baik kita menjaga lidah kita, karena lidah itu walau tak bertulang, dia sangat berbahaya...


jalan selaku kaki


duduk selaku pantat


orang jangan di sepak


kita jangan di singgung...


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌹🌹🌹🌹🌹🌻🌻🌻🌻


Sore telah tiba seperti janjinya sepulang kerja, Riani menunggu Ardi di depan halte dekat perusahaan. Tidak lupa juga dia meminta izin kepada Bos sintingnya, walaupun dengan perdebatan singkat akhirnya di izinkan pergi juga.


*T*ring tring tring.


"Hallo Pak" Riani menelepon Bos sintingnya.


"Mmm ada apa? Kamu telepon saya?" jawab Gibran cuek di seberang sana.


"Mmm" gimana ya cara gue ngomong? Bingung deh gue. Gue begini berasa kayak istri lagi ketahuan selingkuh sama Suaminya deh" batin Riani sambil terkikik sendiri dengan pikirannya.


"Apa ammm ammm. Cepat ngomong saya sibuk,banyak kerjaan yang harus saya kerjakan" jawab Gibran masih dengan gaya cueknya.


"Mmm begini Bos. Kalau malam ini saya telat pulang boleh..?"tanya Riani gugup.


"Memang kamu mau ke mana?" tanya Gibran.


"Anu Pak. Saya di ajak nonton sama kawan, jadi saya merasa tidak enak untuk menolaknya" balas Riani ragu.


"Mm kawannya cewek apa cowok?" tanya Gibran memastikan.


"Cowok Pak" balas Riani.


"Kalau cowok tidak boleh" tegas Gibran.


"Tapi Pak" ucap Riani lagi.


"Tdak ada tapi-tapi. Pokoknya kalau saya bilang tidak boleh ya tidak boleh, kamu jangan ngeyel"ucap Gibran lagi dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Mmm maksudnya Pak. Ada cewek juga, rame-rame gitu Pak"bohong Riani soalnya dia merasa tidak enak karena sudah janji dengan Ardi.


"Kamu tidak membohongi saya kan?" selidik Gibran.


"Tidak Pak" gugup Riani.


"Awas saja kalau kamu berani bohongin saya,kamu akan tau sendiri konsekuensinya" tekan Gibran penuh ancaman membuat Riani merinding, seperti kayak ada makhluk halus yang lewat hihihi.


"Ia Pak saya mana berani" balas Riani lagi.


"Ya Allah. Aku harus bagaimana kalau sampai ketahuan sama si Bos sinting,apa aku harus jujur saja..? kalau aku jujur pasti tidak bakalan di kasih nanti,huhuhu mama tolongin Riani" batin Riani.


"Ya sudah kalau begitu boleh kamu pergi tapi jangan telat sekali kamu pulangnya ya" pinta Gibran, seperti seorang Suami saja babang Gibran.


"Baik Pak terima kasih"ucap Riani.


" Mmm"tutt tutt tutt.


Begitu saja di matikan telepon dengan sebelah pihak oleh Gibran.


"Alhamdulillah akhirnya aku bisa cari alasan untuk pergi, walaupun aku harus bohong. Kalau tidak kasihan juga dengan Mas Ardi, tidak mungkinkan? aku tiba-tiba ngebatalin janjinya, tanpa alasan yang jelas. Pasti akan ngerasa aneh di hadapan Mas Ardi, tapi bagaimana ya kalau aku ketahuan..? Pasti akan habis aku dimarahi sama Bos sinting, ah lagian mana mungkin dia peduli. Kami kan cuma sekedar Bos dan Karyawan tidak lebih" ujar Riani sendiri seperti orang gila saja deh Riani ngomong sendiri hehe.


Sementara di ruangannya, Gibran segera menelepon asisten pribadinya.


Tanpa basa-basi Gibran langsung the points kepada asistennya.


"Aldo tolong suruh orang untuk buntuti Riani ,lihat apa yang di lakukannya,dan kemana dia akan pergi dan dengan siapa dia pergi" perintah Gibran.


"Baik Pak" jawab Aldo di seberang sana.


"Ada apa ya dengan Pak Gibran? Kenapa menyuruh membuntuti Riani? Apa dugaan gue benar selama ini? Semoga saja seperti yang aku pikirkan,biar Pak Gibran tidak terlalu sibuk dengan kerjaannya lagi, sampai-sampai tidak sempat mencari jodoh" batin Aldo.


Aldo, Aldo tidak ingat dengan diri sendiri, padahal situ jomblo juga hehe.


"Alah biarin saja deh itu urusannya Bos, buat apa coba aku yang harus bingung sendiri..? lebih baik aku langsung segera bertindak"ucap Aldo lagi.


Dengan segera ia menelepon salah satu orang kepercayaannya, untuk membututi Riani,tanpa harus membuat Riani curiga.


Ardi dan Riani sampai di mall terbesar di kota itu, seperti kesepakatan mereka,mereka akan menonton bersama. Tampa mereka sadari ada mata-mata yang di kirim oleh sang Bos sinting, untuk mengikuti semua kegiatan mereka. Sesampainya mereka di depan gedung bioskop, Ardi segera menuju ke tempat pemesanan tiket, memesan tiket untuk mereka berdua, dan membeli beberapa makanan ringan.


"Ri kamu mau nonton film apa?"tanya Ardi?

__ADS_1


"Apa saja boleh Mas" jawab Riani.


"Genre,romantis,horor,atau komedi..?" tanya Ardi lagi.


"Kayaknya komedi saja deh Mas, lebih kocak gitu hehe" jawab Riani.


"Ya sudah. Mas beli tiket dulu ya" seru Ardi


"Ya Mas" ucap Riani.


Ardi segera menuju ke tempat pemesanan tiket, lalu dengan segera ia mengatri ke barisan antrian. Agak begitu lama juga sih Ardi harus mengantri, karena banyak orang yang sedang mengunjungi mall tersebut dan tentunya untuk menonton film juga.


Sedangkan di ruangannya Gibran sangat murka, dengan laporan yang di sampaikan oleh orang suruhannya.


"Awas saja kamu Kucing nakal, sudah berani kamu bohongin saya, lihat saja akibatnya" sambil meremas handphone-nya.


Entah kenapa hatinya terasa sangat panas, saat dia melihat senyum yang di tunjukkan Riani kepada Ardi. Membuat jiwanya terbakar dan hatinya seperti tertusuk beberibu-ribu pisau,begitulah rasanya( memang kalau sudah cinta mau bilang apa??) luka tak berdarah perih terasa.


Tampa berpikir panjang lagi Gibran segera pulang ke masionnya, dengan mengendarai mobilnya sendiri. Sesampainya di masion, Gibran segera menuju ke kamar, untuk mendinginkan kepalanya yang hampir pecah. Gara-gara memikirkan Riani bersama cowok lain,Gibran juga berendam beberapa jam di dalam bathtub,hingga emosinya tersalurkan semua, walaupun masih ada rasa perih tersisa di hatinya.


Sementara di Bioskop,setelah mengantri tiket yang agak lumayan lama Ardi segera menghampiri Riani.


"Maaf ya Ri. Sudah lama nunggunya" ujar Ardi.


"Tidak apa-apa kok Mas" balas Riani lembut sambil tersenyum.


"Ayo kita masuk, kayaknya filmnya mau di mulai deh" ujar Ardi lagi.


"Ayo Mas" ajak Riani.


Sementara orang suruhan Gibran, juga mengikuti di belakang mereka tanpa mereka sadari.


Di dalam bioskop Riani sangat menikmati kebersamaannya bersama Ardi ,Riani merasa sangat senang karena Ardi orangnya sangat baik,ramah, dan sopan. Apalagi dengan wajah yang tampan menambah nilai plus-plus untuknya dari Riani, dan Riani terus tersenyum dan mengangumi sifat Ardi.


"Mas Ardi sudah tampan baik lagi,tidak seperti seseorang sudah dingin,angkuh sok kegantengan lagi" batin Riani sambil senyum-senyum sendiri,tanpa dia sadari dia sudah membanding-bandingkan antara Gibran dan Ardi.


Tanpa dia sadari juga Gibran sudah jauh, masuk ke dalam hatinya walaupun dengan kata cinta yang belum terucap.


🌻🌻🌻🌻🌹🌹🌹🌹🌹🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Mohon dukungan nya like and komentar nya ya.... ditunggu terima kasih guys..

__ADS_1


love you...


__ADS_2