Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Kekhawatiran Gibran


__ADS_3

🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻


Kecantikan adalah permata bagi wanita...


tapi kecantikan itu tidak cukup bila tidak di poles dengan kelembutan dan kebaikan.


🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌻🌻🌻🌹🌻


Sesampainya nyonya Wijaya di tengah-tengah keremunan tersebut ia merasa sangat murka, dengan perkataan wanita muda tersebut, dengan lantang dia menyebutkan bahwa Riani adalah ******, kata-kata yang tidak pantas keluar dari mulut seorang wanita, apalagi sekarang di dengar oleh wanita terhormat seperti nyonya Wijaya.


Beliau langsung melayang satu tamparan keras ke atas pipi si wanita muda,


plakk


bunyi tamparan sangat keras menggelegar seisi mall tersebut, semua orang tercengang dengan kejadian baru saja mereka saksikan di depan mereka, dan mereka terheran-heran siapa gerangan wanita paruh baya tersebut.


Sedangkan orang yang kena tamparan pun merasa tak kalah terkejut saat pipinya, merasa panas karena kena tamparan yang sangat keras dia begitu syok.


"Kenapa nyonya menampar saya, apa salah saya..?yang salah ****** ini" ujar Dewi sambil menunjukkan kearah Riani


plakkk..


Satu tamparan lagi kembali melayang ke wajah Dewi lebih keras daripada yang tadi, membuat mereka yang menyaksikan kembali merasa kaget, Dewi semakin bertanya-tanya apa salahnya...? perkataannya yang mana telah menyinggung nyonya di depannya..?dia dapat menilai dari segi penampilan wanita paruh baya yang ada di depannya,dari segi pakaian, semua yang dipakai merupakan merek dari perancang terkenal,pasti wanita paruh baya tersebut bukan dari kalangan orang biasa, dia bisa menebak bahwa wanita tersebut merupakan orang penting di kota ini, para pengunjung yang sempat menyaksikan adegan tersebut pun terperangah, melihat dengan beraninya wanita paruh baya tersebut menampar wanita, yang telah mempermalukan wanita cantik bergaun biru muda yang ada disitu juga, ada juga beberapa orang dari mereka yang mengenal nyonya Wijaya, dan mereka merasa kasian dengan nasib si wanita muda, telah berurusan dengan nyonya besar istri dari penguasa kota.


Dewi kembali bergeming


"apa salah saya nyonya..? hingga Nyonya menampar saya" ujar Dewi setelah merasa pipinya kembali perih karena tamparan keras kedua kalinya


"kamu tahu kesalahan kamu apa..?kamu telah mempermalukan calon menantu saya" bentak nyonya Wijaya dengan geram karena Dewi belum menyadari kesalahannya


"maksud nyonya apa..? dan saya mempermalukan menantu nyo...nya...?" Dewi tergagap karena saking bingungnya dia juga merasa heran siapa menantu yang di maksud oleh wanita paruh baya tersebut.


"Apakah Riani...tidak...tidak...kalau iya tamatlah riwayat ku...." pikir Dewi linglung


"kamu jangan pura-pura tidak tahu maksud saya,kamu telah mempermalukan calon menantu saya di depan umum, mengerti kamu hah..?" bentak nyonya Wijaya semakin murka

__ADS_1


"maksud nyonya siapa calon menantu nyo...nya..?" Dewi semakin linglung pasalnya dia belum juga paham maksud dari wanita paruh baya yang ada di depannya.


"Jangan-jangan betul Riani calon menantu yang di maksud oleh nyonya ini, beruntung sekali cewek ****** ini, sudah berhasil ngerayu bos, ini ngerayu anak nyonya ini lagi, awas saja kau ******, aku akan membalas penghinaan ini beribu-ribu kali lipat" batin Dewi dia semakin benci terhadap Riani rasa iri sudah menguasai dirinya.


"Kamu masih pura-pura tidak paham..? wanita yang kamu sebut dengan ****** tadi, dia adalah calon menantu saya, calon istri dari pewaris tunggal saya" ujar nyonya Wijaya berapi-api ia sengaja tidak menyebut "Wijaya group" karena keluarganya belum resmi mengumumkan pertunangan anak semata wayang mereka.


Duarrrrr


seperti petir yang menyambar kepala Dewi sehingga membuat rambutnya jadi keriting saat memikirkan kenyataannya,


tatapan bencinya terhadap Riani kian bertambah.


Tanpa meminta maaf dia langsung pergi dari kerumunan tersebut karena sangat malu dengan situasi, ternyata senjata makan tuan, rencananya dia ingin mempermalukan Riani rupanya dia sendiri yang malu, bahkan mungkin akan mendapatkan masalah yang sangat besar.


*T*ernyata karma tak semanis kurma.


Selepas Dewi pergi nyonya Wijaya langsung menyampiri Riani dengan perasaan panik,


takut Riani di apa-apakan oleh cewek gila seperti Dewi,


"kamu tidak apa-apa sayang..?" ucapnya dengan nada sangat khawatir


"kan sudah mama bilang kamu anak mama, jadi mama tidak akan membiarkan siapapun menghina kamu" ujar nyonya Wijaya dengan sangat tulus.


Sementara para pengunjung di mall tersebut juga merasa sangat terharu atas sikap nyonya Wijaya terhadap calon menantunya,


dan juga banyak yang berbisik-bisik.


"Pengen sekali punya mertua seperti itu"


"mama begini bagaimana dengan anaknya ya..? pasti anaknya juga sangat mencintai wanita itu"


"ohh beruntung sekali jadi wanita itu punya mertua sebaik itu, udah baik tajir melintir lagi".


Pokoknya banyak bisik-bisik yang terdengar, melebihi gosip selebritis tanah air.

__ADS_1


Sedangkan nyonya Wijaya langsung menemui manajer mall tersebut, meminta agar Dewi diblacklist dari mall milik keluarga Wijaya,


sang manager tanpa banyak bicara lagi langsung menuruti perintah majikannya,


dia juga merasa sangat bersalah dengan kejadian yang menimpa Riani, dia juga menyesal atas ke lalai karyawannya, apalagi baru pertama kali sang nyonya besar membawa orang lain belanja bersamanya,


dia dan beberapa karyawan lain juga sudah meminta maaf kepada Riani dan kepada sang nyonya besar.


Karena kejadian barusan Riani tidak jadi memilih beberapa gaun alhasil mereka langsung pulang, rencananya sang calon mertua, menyuruh sang manajer untuk mengirim beberapa gaun terbaik yang ada di mall tersebut untuk di antarkan ke kediaman mereka.


Sementara di perusahaan GIBRAN GROUP,


sang CEO merasa sangat gelisah pasalnya, orang yang dia rindui sejak tadi pagi sampai saat ini belum juga menampakkan batang hidungnya, apalagi jam sudah menunjukkan jam dua siang, kegelisahannya semakin bertambah setelah ia menelpon ke pantri, mereka mengatakan bahwa Riani belum juga masuk sampai saat ini.


Akhirnya dia menelepon handphone sang kekasih, tetapi tidak di angkat oleh pemiliknya,dan dia juga menelpon, handphone sang mama tapi sama saja telponnya juga tidak di angkat.


Akhirnya tanpa berpikir panjang lagi dia menghubungi


Aldo, untuk meng-handle semua pekerjaannya sampai nanti malam,dan ia bermaksud untuk langsung ke massion orang tuanya, karena kekhawatirannya terhadap Riani, takut Riani kenapa-kenapa.


Dengan melajukan mobil secepat yang dia bisa, karena jalan agak macet apalagi masih jam kantor,akhirnya dia sampai di kediaman kedua orang tuanya.


Tanpa mengucapkan salam dia langsung masuk dengan terburu-buru, membuat seisi rumah kaget.


"Mama, papa ,Riani mana..?" ucap Gibran sangat panik saat melihat kedua orang tuanya duduk diruang tamu sedangkan sang kekasih tidak ada bersama mereka,


"ada apa sih sayang kok panik begitu..?Riani ada di kamarnya" ujar sang mama


tanpa menjawab sang mama Gibran langsung melengos pergi,


"lihat ituh pa anak papa, kenapa sih dia, buru-buru begitu..? ucap nyonya Wijaya kepada sang suami dia merasa heran dengan kelakuan sang anak,


sedangkan sang suami cuma geleng-geleng kepala.


🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌹

__ADS_1


mohon like and koment nya ya readers ku tersayang


jangan lupa juga vote nya...


__ADS_2