
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Dalam perhitungan cinta satu tambah satu sama dengan tak terhingga sedangkan dua kurang satu dengan nol.
π»π»π»π»π»β€β€β€β€π»π»π»π»π»
Sesampainya dil obi perusahaan,banyak karyawan yang merhatiin Riani sambil berbisik-bisik. Apalagi karyawan perempuan, karena pas dia turun dari mobil sang CEO,ada banyak karyawan yang baru datang. Mereka melihat Riani dengan tatapan iri serta mencemooh ke arahnya, dan bahkan ada yang dengan beraninya mengumpatkannya langsung.
"Eh lihat tuh cewek itu, berani-beraninya dia godain CEO"ucap salah satu dari mereka.
"Iya gak tau malu banget sih,gak sadar diri apa" jawab yang lain.
"Iya memang tuh cewek gatel banget sih"ucap yang lainnya lagi.
"Ia tuh,baru OB aja sudah berani ngerayu Bos,ngehayal banget deh kayaknya"ucap yang lainnya lagi sambil di iringi suara tertawa mengejek yang ditujukan ke srah Riani.
Pokoknya masih banyak kata-kata yang kurang enak di dengar,dari mulut para karyawan yang begosip dan terus menyebar kemana-mana.
Tampa menghiraukan karyawan lain yang bergosip, karena Riani hanya menganggap mereka angin berlalu,mungkin mereka gak pernah tuh naik mobil bagus,itu yang ada di pikiran Riani. Bahkan Riani langsung menuju kepantri tempat dia bekerja sehari-hari disana sudah ada Ara, Indi sama Della yang menunggu Riani dengan perasaan cemas. Karena pas mereka tiba dikantor tampa sengaja,mereka mendengar para karyawan yang lagi bergosip tentang Riani.
"RI apa elo baik-baik saja?" tanya Indi cemas.
"Gue enggak kenapa-kenapa kok,memang kenapa sih?"ujar Riani heran.
"Ri apa benar yang mereka omongin?"tiba-tiba Della memberondong Riani dengan pertanyaan aneh, yang dia dengar karena sangat penasaran dengan gosip yang beredar di sekitar perusahaan.
"Hah emang mereka ngomongin apa coba?"ucap Riani pura-pura bodoh.
"Hah emang elo gak dengar?"tanya Ara heran dengan tingkah Riani.
"Gak tuh"jawab Riani dengan muka masa bodohnya.
"Hah itu loh,maaf ya sebelumnya,apa benar seperti yang mereka bilang?"ucap Ara tertahan karena langsung di potong oleh Riani.
"Emangnya mereka bilang apa?"potong Riani dengan muka masih pura-pura bodoh.
__ADS_1
"Belum abis gue ngomong sudah main potong,ituloh mereka bilang elo ngerayu CEO"ucap Ara pelan karena takut menyinggung perasaan Riani.
"Hah enggak kok mereka cuma salah paham"sela Riani.
"Terus kek mana ceritanya kok bisa jadi kayak begini? "tanya Della penasaran.
"Ceritanya panjang Ra La Ndi,nanti deh gue ceritain sama kalian"balas Riani, dia pikir memang harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan CEO mereka kepada teman-temannya.
"Eeemm iya Ri ceritain ya kami percaya kok sama kamu"balas mereka serempak.
Akhirnya setelah mendengarkan penjelasannya Riani,mereka pun kembali melakukan pekerjaan mereka masing-masing termasuk dengan Riani.
siang pun tiba Della,Ara, Indi dan Riani sudah siap-siap mau kekantin perusahaan, untuk memanjakan perut mereka,yang sudah minta di kasih jatah untuk di isi karena sudah waktunya makan siang.
Sewaktu mereka kekantin tiba-tiba mereka di hadang oleh Dewi, manager keuangan perusahaan itu dan beberapa karyawan lainnya,memang Dewi terkenal dengan biang gosib apalagi dia digosipin sangat menyukai sang CEO.
"Oh rupanya ini ya ****** yang sudah berani merayu CEO,mimpi kok ketinggian"ucapnya mengejek kearah Riani.
"Maaf bu permisi,kami mau jalan" jawab Riani tampa mepedulikan ejekan Dewi yang di tujukan ke arahnya,karena merasa diacuhkan Dewi pun semakin menjadi-jadi.
"Ibu Dewi yang terhormat mulut anda bisa anda sekolahin gak?,jangan mentang-mentang jabatan anda lebih tinggi dari saya, anda bisa ngeremehi pekerjaan saya ya?"teriak Riani karena sudah kesal dengan tingkah Dewi yang terus mengejeknya.
"Berani kamu ya sama saya?"teriak Dewi tidak kalah keras dari Riani
"Kalau iya memang kenapa?,anda juga manusia kan? memang apa? yang harus saya takutkan" balas Riani lagi dengan cukup berani.
"Kamu?? awas ya urusan kita belum selesai" ucapnya sambil berlalu dengan di ikuti oleh beberapa karyawan lain, yang tadi juga menghadang Riani,karena Dewi merasa sudah kalah telak dengan Riani mereka pun berlalu.
"Huuh akhirnya pergi juga Mak lampir itu"gumam Della yang tadi sempat khawatir sama Riani, takut di apa-apain sama Dewi dan para cecunguk-cecunguknya.
"Eeemm ayo kita makan cacing di perut aku sudah pada nyanyi ni hihi"canda Ara, menetralisir keadaan yang sempat menegang.
"Ayo"jawab Riani Indi dan Della serempak.
Sesampainya di kantin mereka segera mencari meja yang kosong paling ujung, karena malas dekat-dekat dengan karyawan lain. Karena gosip tentang Riani masih menyebar seisi perusahaan,apalagi ditambah dengan labrakan simak lampir Dewi.
__ADS_1
Setelah mendapatkan meja yang kosong,
akhirnya mereka memesankan makanan yang akan mereka makan.
"Mbak kami seperti biasa ya"ujar Della kepada salah satu pelayan kantin.
"Kalau elo mau pesan apa Ri?" tanya Della kepada Riani, karena baru kali ini Riani makan di kantin bareng mereka,karena biasanya Riani selalu membawa bekal dari rumah,tapi karena berhubung hari ini dia kerumah Gibran makanya gak sempat mebuat bekal.
"Sama aja kayak kalean"imbuh Riani,
beberapa menit kemudian pesanan merekapun datang dan mereka langsung menyantap pesanan mereka.
"Oh ya Ri katanya kamu mau cerita,ceritain dong jangan bikin kami penasaran"imbuh Della disela-sela mereka makan.
"Iya Ri ceritain dong apalagi tentang opa ganteng" tambah Ara dengan semangat emapat limanya.
Akhirnya tampa pikir panjang lagi Riani, mulai cerita dari pertemuan dia pertama dengan CEO sampai pertemuan di kantor, bahkan sampe kenapa Riani digosipin sama karyawan seisi perusahaan.
"Serius elo? berani banget elo katain Bos kita sinting"ucap Della setelah mendengar cerita Riani dan heran dengan keberanian yang di miliki Riani.
"Emm harus gimana lagi? soalnya gue kesal,sama sifat sombong dan angkuhnya" balas Riani.
"Iya sih,tapi gue akuin elo memang berani bangat"ucap Della.
"Terus gue harus gimana? menghadapi sikap Bos brengsek itu" imbuh Riani lagi.
"Gue gak tau juga sih,tapi elo juga harus jaga juga mulut elo,gue takut elo akan di pecat nantinya,soalnya walaupun kita OB, susah banget cari kerja yang gajinya lumayan gede seperti diperusahaan ini"nasehat Della ke Riani karena dia tau Riani hanya sebatangkara apalagi mereka sama-sama anak Rantau.
"Iya say makasih ya atas nasehatnya,beruntung banget gue punya teman-teman kayak kalian"balas Riani,sambil berkaca-kaca karena baru kali ini di perhatikan oleh orang yang tulus menurutnya selain Bibinya di kampung.
"Iya sama-sama kami juga senang punya teman kuat kayak elo" jawab mereka sambil berpelukan.
π»π»π»π»π»π»π»π»π»β€β€β€π»π»π»π»π»
love you readerkuππππ
__ADS_1