Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Reva kembali berulah.


__ADS_3

🌻🌹💖🌹💖🌹💖🌹💖🌹💖🌻💖🌹💖🌹


Dear perempuan. Jadilah perempuan yang berperan bukan baperan. Jika merespon sesuatu jangan melulu pakai perasaan,tapi juga gunakan logika agar tidak mudah luka dan kecewa.


🌹🌹🌹🌹💖🌹💖🌹💖🌹💖🌹💖🌹💖🌹


Happy reading readerku tercinta aku kembali lagi.


Masih dengan cerita Riani dan Anggara.


Setelah mendengar perkataan Bibi, Anggara segera berlutut dan meminta maaf.


"Maafkan aku Bik, aku tahu aku salah, aku tau sudah banyak luka yang ku goreskan untuk Riani.." belum sempat Anggara melanjutkan omongannya sudah di potong oleh Bibi.


"Kamu pikir dengan kamu minta maaf keadaan kami akan menjadi seperti semula, akankah luka yang kamu goreskan untuk Riani akan sembuh seperti semula tidak akan" ujar Bibi dengan nada dingin.


"Makanya Bik izinkan aku memperbaiki semua, beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku sangat mencintai Riani sampai saat ini, dan aku berjanji akan membuat Riani bahagia" ucap Anggara sungguh-sungguh.


Sedangkan Gibran setelah mendengar perkataan nya Anggara membuat dia sangat marah, siapa yang berani mengambil miliknya. Tidak akan dia biarkan, karena Riani hanya miliknya.


"Memberi kesempatan kamu untuk menyakiti nya sekali lagi, jangan mimpi." ucap Gibran emosi.


"Tolong ya anda sebagai orang luar di sini, tolong jangan ikut campur masalah kami. Saya hanya ingin kembali kepada kekasih saya, dan ingin membahagiakan dia" ucap Anggara dengan tegas.


Dan perkataannya Anggara membuat Gibran semakin marah.


"Tidak perlu orang lain yang membahagiakan Riani, cukup aku. Dan hanya aku yang akan memiliki nya. Dan ingat aku bukan orang luar, aku calon suaminya Riani. Camkan itu, dan lebih baik kalau tidak ada berkepentingan lagi. Anda segera pergi dari sini" ucap Gibran lebih tegas dari Anggara.


"Hahh.. ini tidak mungkin, tidak mungkin Riani melupakan aku secepat itu, yang dia bilang tidak benar kan Anggraini" tanya Anggara dengan nada sedikit kecewa.


Dan dia selalu memanggil Riani dengan nama belakang nya Anggraini.


"Secepat itu? Anda tidak salah ngomong? Lima tahun terlalu cepat bagi anda? Dimana otak anda?" ucap Gibran dia semakin emosi mendengar buai dari Anggara.

__ADS_1


"Sudah-sudah Mas, lebih baik anda pergi dari sini" ucap Riani pelan, ada nada ragu di dalam kalimatnya membuat Gibran sedikit kecewa.


"Kalau itu mau kamu Anggraini aku akan pergi, tapi ingat aku juga akan kembali lagi untuk membawamu bersama ku"


"Coba saja kalau anda berani, anda akan berurusan dengan saya" ancam Gibran.


"Lebih baik mulai sekarang kita bersaing dengan secara jantan, bagaimana?" tantang Anggara.


"Baik siapa takut"jawab Gibran tak kalah menantang dari Anggara. Walaupun dia agak sedikit Dejavu dengan sikap Riani terhadap Anggara, tapi kemudian dia yakin bahwa Anggara masih lalu Riani. Dan dia akan menyakinkan Riani bahwa Gibran masa depannya Riani.


Masa lalu biarlah masa lalu, jangan kau ungkit dan ingatkan aku.


Masa lalu biarlah berlalu.


(Author nyanyi sedikit ya reader, biar gak suntuk hehehe )


"Nak Gibran tolong jangan begitu, Bibi tidak akan membiarkan dia masuk kedalam kehidupannya Riani lagi. Sudah cukup luka yang dia goreskan, sudah lima tahun dia menghilang"


"Tapi Nak, Bibi curiga pasti dia sudah ditinggal oleh kekasihnya, makanya dia kembali mencari Riani."


"Sumpah demi Allah tidak ada wanita lain dalam kehidupan ku selain Anggraini" ucap Anggara bersungguh-sungguh.


"Kalau memang betul yang kamu bilang, kemana saja kamu selama ini?" tanya bibi, sebetulnya dia tahu dengan pertanyaan nya terhadap Anggara membuat hati Gibran terluka. Tetapi dia sangat penasaran dengan keberadaan Pemuda yang satu ini, sudah lima tahun menghilangkan tiba-tiba muncul lagi.


"Aku di kota B bik, di sana aku kuliah. Dan membangun bisnis sendiri, insya Allah aku sudah sukses. Makanya aku kembali menjemput Anggraini" ucap Anggara penuh keyakinan.


"Kenapa dulu kamu meninggalkan Riani tanpa sepatah katapun?" tanya bibi lagi.


"Karena dulu orang tuaku menentang hubungan kami"


"Jadi sekarang mereka sudah menerima nya?"


"Tidak juga, tetapi saya tidak peduli lagi karena saya sudah sukses. Jadi tidak bergantung kepada mereka lagi"

__ADS_1


"Kamu pikir Riani akan bahagia dengan kesuksesan kamu? Riani hanya butuh kasih sayang walaupun hidup sederhana"


"Maaf Bik saya akan berusaha menembus nya"


"Tetapi kamu sudah terlambat, Riani tidak membutuhkan kamu lagi di sisinya."


"Saya mohon Bik beri saya kesempatan, saya akan bersaing secara sehat dengan Pak Gibran. Kalau nanti pada akhirnya saya kalah, saya akan pergi dari kehidupan nya Anggraini. Dan saya akan membiarkan Anggraini bahagia dengan Pak Gibran" jelas Anggara mantap.


"Baik kalau itu kemauan mu, tapi ingat saya tidak akan mendukung kamu" ucap bibi memperingatkan Anggara.


"Terima kasih bik" ucap Anggara mencium tangan Bibi. Tetapi segera di tepiskan oleh Bibi.


Walaupun Anggara kecewa dengan sikap Bibi dia sudah maklum sendiri, karena itu memang kesalahan dia.


Setelah perdebatan akhirnya mereka memutuskan, Anggara dan Gibran akan bersaing secara sehat untuk mendapatkan Riani.


Walaupun sebetulnya pernikahan Gibran dan Riani tinggal menghitung hari, tetapi apa boleh buat. Cobaan dan rintangan terus datang menghampiri hubungan mereka, dan mungkin juga dengan adanya rintangan dan cobaan yang bertubi-tubi akan membuat hubungan mereka menjadi lebih.


Seperti semen Andalas kuat dan tahan lama hehe.


Sementara di kota A Reva sedang merencanakan untuk menggagalkan pernikahan Riani dan Gibran, yang dia dengar akan semakin dekat. Dia tidak menerima dengan keputusan sepihak keluarga Wijaya memutuskan perjodohan antara dirinya dan Gibran. Dia akan melakukan berbagai cara untuk menggagalkan pernikahan Riani dan Gibran. Apalagi dia sudah mendapatkan sekutu jadi lebih mudah pikirnya.


Flashback.


Setelah pulang dari kafe Reva menangis sejadi-jadinya,dan mengunci diri di kamarnya berhari-hari. Karena dia tidak mau keluarga Wijaya membatalkan perjodohan dengan Gibran. Tanpa sengaja Reva melihat YouTube, pas sekali masalah tentang labrakan yang di lakukan oleh Dewi terhadap Riani sebulan yang lalu. Rupanya ada yang menguploadnya ke YouTube sekarang sedang viral, jadi sempat di lihat oleh Reva. Dan timbul dihatinya Reva untuk membalas Riani, dengan mencari dimana keberadaan Dewi. Dia akan mengunakan Dewi, dia sangat yakin Dewi pasti akan membantu nya. Apalagi Dewi juga seperti dia sangat membenci Riani, pas sekali Reva mendapatkan sekutu sejalan untuk mencapai tujuan nya.


Setelah Reva menyusuri tentang identitasnya Dewi, akhirnya dia mengetahui dimana keberadaannya Dewi.


Dan dia segera menyusun rencana nya.


Setelah mendapat kan alamat Dewi, Reva segera menuju ke alamat Dewi. Tidak membutuhkan waktu lama Reva sudah sampai di tempat tujuan, dan dia segera membunyikan bel apartemen tempat tinggal Dewi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2