
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Harta adalah titipan dari yang maha kuasa dan jangan kamu bersombongkan diri dengan karena harta, karena harta itu cuma benda fana yang akan hancur kapan saja di kehendaki oleh sang pencipta.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Tanpa banyak protes lagi akhirnya Riani pun, bergegas kekamar Bos sintingnya, dilantai dua massion yang telah di tunjukan oleh sang pelayan.
"Widih keren sekali rumah ini" batin Riani sambil celingak-celinguk melihat, dan mengagumkan interior rumah Bos sintingnya.
"Kira-kira seberapa banyak sih? kekayaan si Bos sinting ya?, penasaran gue" kekehnya lagi sambil mengagumi massion miliknya Gibran.
Dan tampa terasa Riani sudah berada didepan sebuah kamar,yang pintunya bercat warna putih polos,ya tentunya itu adalah kamarnya Gibran yang lumayan megah menurut Riani.
"Kira-kira si Bos sinting sudah bangun apa belum ya?" tanya Riani dalam hati, tampa berpikir panjang lagi.
Tok tok tok
Riani langsung mengetuk pintu kamar yang ada didepannya,
sunyi! tak ada jawaban dari dalam kamar.
Tok tok tok masih sunyi, beberapa kali Riani mencoba mengetuk pintu tapi masih juga sunyi tanpa ada yang menyahut. Dan akhirnya Riani mencoba untuk membuka ganggang pintu kamar tersebut plossss pintu pun terbuka.
"Enggak dikunci rupanya" gumam Riani.
"Masuk gak ya?,nanti kalau gak masuk di kirain aku gak datang lagi, bisa berabe kalau begitu, kenak amukan singa jantan yang sinting itu nanti di kantor, kalau masuk nanti di sangkanya aku maling lagi, serba salah deh kalau kayak begini?" gumam Riani lagi, yang masih setia dengan memegang gagang pintu. Sambil ia bergelut dengan pikirannya sendiri,
__ADS_1
akhirnya Riani main itung-hitungan sama jarinya sendiri seperti anak SD gitu loh.
"Masuk gak?. Masuk gak?.Masuk gak?.Gak masuk,ya sudah masuk aja deh dari pada kena semprot si Singa sinting itu nanti" gumam Riani yang sebenarnya Riani Gegana sendiri antara takut dan ngeri.
Akhirnya setelah berperang dengan dirinya sendiri,tanpa pikir panjang lagi Riani langsung masuk. Di situlah terpampang dengan jelas kamar yang cukup besar,mungkin tiga kali lebih besar daripada kontrakannya. Dengan nuansa cat abu-abu, putih khas kamar cowok dan dengan ranjang king size yang lumayan besar dan mewah. Di atas ranjang tertidurlah seorang pria yang amat tampan dan gagah, yang masih terlelap bak seorang pangeran, siapa lagi kalau bukan si Bos sinting. Riani hampir terpesona dengan wajah polosnya si Bos, yang begitu damai dalam tidurnya.
"Widih kalau lagi tidur gini ganteng juga ya?, kayak baby tidurnya begitu polos" kikik Riani sambil memandang dengan wajah memesona,ke arah sang pengeran tidur. Dan tanpa dia sadari pria yang sedang dia pandang, semenjak tadi sudah terbangun dan belum sengaja membukakan matanya. Sebenarnya sih waktu Riani berdebat dengan dirinya sendiri, Bos sintingnya itu sudah membuka matanya, tapi sengaja tidak bangun mau melihat, apa yang akan dilakukan karyawan OB nya di kamarnya?.
"Emm berani juga ya sicewek ini masuk ke kamarku" pikirnya dalam hati.
"Sudah cukup pandangi saya,saya tau saya ganteng" katanya narsis sangat mengagetkan Riani yang sedang melamun.
"Awas liurnya mau menetes tuh "imbuhnya lagi.
"Siapa si siapa yang pandangi Bapak?,geer banget sih jadi orang" jawab Riani gelapan, karena ketahuan memandangi Bosnya yang lagi tidur, membuatnya malu bukan main,dan tanpa sadar dia mengelap mulutnya.
"Ihh apaan sih elo Riani? malu-maluin aja, mau di tarok di mana nih muka?" gumam Riani dalam hati, karena dia baru menyadari telah di jahili oleh Bosnya.
Dan Gibran cuma terkekeh kecil dengan tingkah Riani.
"Eh saya mau banguniin Bapak" jawab Riani terkejut,karena hampir terdamprat Singa jantan yang baru bangun tidur.
"Saya sudah bangun jadi ngapain kamu masih di situ? mau ngintip saya mandi?" godanya dengan senyum mesum yang di buat-buat.
"Atau mau ikut saya mandi?" tambahnya lagi.
"Ih siapa juga yang mau ngintip Bapak? amit-amit cabang bayi deh Pak iiii" ngeli Riani gelapan sendiri, gak habis pikir sama tingkah Bos sintingnya yang selalu berubah-ubah dan tiba-tiba pula pikirannya jadi mesum gitu.
"Ya sudah Pak saya permisi dulu" ucap Riani kemudian.
"Mmmm tolong buat sarapan pagi untuk saya" perintah Gibran.
"Hah apa..? sarapan? kan di rumah Bapak ada banyak pelayan ngapain nyuruh saya?"tanya Riani dengan nada kesal
__ADS_1
"Pelayan banyak kerjaan lain, kamu pikir saya suruh kamu ke sini main ngapain hah?" sengit Gibran tak kalah kesal dengan Riani.
"Tau deh Bapak?, emang Bapak agak sinting" balas Riani tak kalah sengitnya.
"Berani kamu katain saya sinting?" gumam Gibran sambil bangun berjalan ke arah Riani dan memojokkan Riani ke dinding kamar.
"Mmmm maaf Pak saya keceplosan, ya sudah saya permisi dulu, mau buat sarapan untuk Bapak" balas Riani agak takut, karena Gibran sekarang persis berada di depannya.
Dan sambil menetralkan jantungnya yang tiba-tiba deg-degan, saat Gibran menuju ke arahnya,dan Riani segera meloloskan diri dari dekapan Gibran.
"Emmmm" jawab Gibran cuek padahal, di dalam hatinya ingin sekali ketawa dengan muka pucatnya Riani.
"Uuuuuhhh akhirnya aku lepas juga dari amukan Singa jantan itu,lebih baik aku buat sarapan dulu biar Singanya gak jadi ngamuk lagi" lega Riani sambil menghela nafas, karena sudah terlepas dari amukan Bos sinting nya,lalu buru-buru menuju ke dapur yang ada dimasion itu.
Sementara Gibran sudah tertawa dengan terbahak-bahak saking lucunya ,dia hampir mengeluarkan air mata.
"Seru juga ya kalau tiap pagi aku bisa jahilin cewek itu, mungkin ini akan menjadi awal yang baru untuk pagi gue, dengan adanya cewek itu di sini, mungkin akan membuat hari-hari gue lebih berwarna" gumam Gibran sambil senyum-senyum sendiri.
"Dan gue harus cari cara supaya dia bisa tinggal di sini, kan seru tuh tiap hari gue bisa ngerjain dia, ahh gak kebayang deh" sambungnya sambil mengotak-katikkan otaknya,untuk berpikir bagaimana caranya? supaya Riani bisa tinggal di masionnya.
Setelah sekian lama berpikir akhirnya Gibran menemukan ide yang sangat brilian menurutnya.
"Tapi nanti lah,gue akan mejalankan rencana gue, lebih baik gue mandi dulu aahh, dan gue mau nengok ,masakan apa? yang akan di buat oleh cewek itu" pikirnya lagi sambil berlalu kekamar mandi.
Segera Gibran membasuh tubuhnya, dengan air hangat yang memang sudah ada di shower.
🌻🌻❤❤❤🌻🌻🌻🌻🌻❤❤❤🌻🌻🌻
Kira-kira apa ya ide nya Gibran,untuk membuat Riani tinggal di masion nya
ada yang tau gak sih,pasti akal bulus Gibran muncul deh atau sifat jahilnya
saya tunggu jawaban nya dikolom komentar ya.
__ADS_1
terima kasih atas dukungan nya....
love you guys