Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Kemurkaan gibran


__ADS_3

🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌹🌻🌹🌻🌹


Bahagia bukan milik dia yang hebat dalam segala hal, tetapi bahagia milik dia yang sederhana dalam berpikir dan tidak lupa ia bersyukur, karena dengan bersyukur semua akan terasa indah pada waktunya...


🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌻🌻🌹


Kembali lagi readersku.


Setelah Gibran menanyakan kepada kedua orang tuanya di mana Riani berada dia bergegas menemui sang kekasih.


tokk tokk tokkk


"sayang buka pintunya"


krakk


suara handle pintu di buka dari dalam


"kok mas bisa ada disini ..?"


"mata kamu kenapa sayang kok bengkak..?" tanya Gibran tanpa menjawab pertanyaan Riani, Gibran sangat khawatir, pasalnya dia melihat mata kekasihnya bengkak seperti orang yang baru selesai menangis.


"Apa orang tuanya mas, marahin kamu..? bilang sama mas" sambungnya lagi sambil menggoyangkan tubuh Riani


"tidak kok mas aku tidak kenapa-kenapa, ini mungkin kelilipan tadi" ujar Riani berbohong dia tidak mau Gibran khawatir dan marah bila tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Tetapi bukan Gibran namanya kalau dia percaya dengan begitu saja, dia langsung menuju ruang tamu di mana kedua orang tuanya berada dan meninggalkan Riani begitu saja.


Oh ya setelah Riani dan calon mama mertuanya sampai di massion Riani pamit mau kekamar katanya mau istirahat karena capek, sang calon mama mertua juga mengerti, mungkin Riani mau menenangkan diri dulu, dengan apa yang barusan di alami Riani, mungkin dia juga merasa tertekan, sesampainya di kamar tanpa bisa di bendung lagi air matanya keluar seperti air hujan yang begitu deras karena hatinya sangat sakit dengan hinaan yang dilontarkannya Dewi di mall tadi ,dia juga merasa sangat malu.


Kembali lagi ke persoalan Gibran


"ma ada masalah apa dengan Riani..?kenapa dia bisa nangis"ujar Gibran,sekarang dia sudah berada di ruang tamu menemui orang tuanya


" hhahh Riani nangis kok bisa..?" nanya sang mama dia juga kaget

__ADS_1


"mama tidak tahu,..? memang kalian tadi kemana..?kenapa Riani tidak masuk kantor, dan kenapa Gibran nelpon tidak ada yang mengangkatnya..?" berondong Gibran dengan berbagai pertanyaan yang bikin sang mama jadi bingung.


"Sayang,kamu kalau nanya satu-satu dong ,mama jadi bingung mau jawab yang mana dulu"ujar sang mama dia betul-betul merasa bingung dengan pertanyaan-pertanyaan Gibran


"iya ma, mama tadi kemana..?"


"mama tadi ke mall bersama Riani"


"apa yang terjadi di sana, kenapa sampai Riani nangis, mama tidak ngehina Riani kan..?" selidik Gibran


"iya enggaklah sayang, kamu pikir mama tidak sayang sama Riani"


"bukan begitu ma, Gibran heran kenapa Riani bisa nangis"


"tadi begini ceritanya, kamu lebih baik duduk dulu, dan kamu harus tenang" nasehat nyonya Wijaya melihat sang anak masih mondar-mandir seperti pesawat tidak tahu di mana landasannya.


Akhirnya sang anak pun duduk, nyonya Wijaya menceritakan, apa yang terjadi di mall tadi, termasuk tentang siapa yang sudah berani


menghina calon menantunya, nyonya Wijaya juga tahu bahwa wanita tadi bekerja di perusahaan anaknya sebagai manajer ke uangan, karena tadi sepulang dari mall nyonya Wijaya langsung menyuruh asisten pribadinya untuk mencari tahu, siapa Dewi sebenarnya ,apa pekerjaannya, serta apa hubungannya dengan Riani.


"apa..? aku akan memecatnya saat ini juga, berani-beraninya dia mempermalukan calon istri bosnya sendiri"


"jangan mas, mungkin dia cuma terbakar emosi sesaat, karena dia juga sudah lama menyukai mas" tiba-tiba Riani keluar dari kamar, karena tadi sehabis Gibran dari kamarnya, dia membersihkan diri sebentar dan waktu dia keluar dia mendengar penuturan Gibran, yang akan memecat Dewi,atas apa yang Dewi lakukan terhadap dirinya, dan dia segera melarang Gibran agar tidak memecat Dewi.


"Ini tidak bisa di biarkan sayang, dia telah mempermalukan kamu di depan umum, dia harus mendapatkan Ganjaran atas perbuatannya"


"tapi mas tidak baik mencampurkan urusan perusahaan dengan urusan pribadi dan aku juga sudah memaafkannya" Riani mencoba memberi pengertian kepada Gibran.


Sedangkan kedua orang tua Gibran juga membenarkan perkataan Riani, mereka juga setuju agar Gibran tidak memecat Dewi, mereka sangat bersyukur mempunyai calon menantu seperti Riani, yang dengan lapang dada memaafkan orang yang sudah mendhaliminya, walau orang itu tidak meminta maaf.


"Ya baik sayang kalau itu mau kamu ,tapi aku tidak akan mengampuninya begitu saja, aku akan mutasi dia ke kota yang terpencil, biar dia dapat merenungi kesalahannya"


"ya terserah mas saja, yang terpenting jangan memecat nya" ujar Riani lembut dia senang Gibran akhirnya mengerti.


Dia tidak mau Dewi di pecat hanya gara-gara masalah pribadi apalagi dia mendengar kinerja Dewi sangat menguntungkan perusahaan.

__ADS_1


Tidak seharusnya kan..? perbuatan buruk di balas dengan perbuatan buruk juga,


karena Riani juga mengingatkan dengan kata-kata nasehat yang selalu di lontarkan kedua orang tuanya semasa mereka hidup.


Berbuat baiklah pada semua hal, sekecil apapun itu, jikalau tidak mampu untuk berbuat baik maka tahan lah dirimu agar tidak menyakiti orang lain, dan tidak semestinya perbuatan buruk harus di balas Dengan perbuatan buruk juga...


Begitulah bunyi kata-kata nya.


Dan kedua orang tua Gibran juga menyetujui apa yang dibilang oleh Riani


"iya sayang betul seperti kata Riani, kalau kamu mau memutasikan dia itu terserah kamu, asal jangan memecatnya" nasihat sang mama


"baik ma kalau begitu, Gibran akan segera menelpon Aldo agar segera mungkin, memutasi Dewi ketempat lain, Gibran tidak mau kejadian ini terulang sampai kedua kalinya, untung tadi ada mama, kalau sempat Riani pergi bersama kawan-kawannya apa yang akan terjadi..?" jelas Gibran panjang lebar.


Kemudian langsung menelpon Aldo memintanya agar segera memutasikan Dewi,keanak perusahaannya yang ada di kota lain, tanpa banyak bertanya Aldo segera melaksanakan tugasnya karena dia tahu keputusan sang bos mutlak tidak dapat di di ganggu gugat lagi, walaupun banyak pertanyaan yang bersarang di otaknya.


Sementara itu mulai hari ini, kemana Riani pergi Gibran telah mengutuskan beberapa pengawal untuk mengawalnya, dia takut akan ada Dewi yang lain untuk mengusik Riani,


sebenarnya Riani tidak mau di kawal-kawal segala, karena menurutnya kebebasannya akan terhalang dan pasti aktivitasnya akan terganggu apalagi dia merasa sangat risih, tetapi mau tidak mau dia juga harus mematuhinya, dia hanya pasrah karena keputusan Gibran tidak dapat di ganggu gugat lagi.


Apalagi kedua calon mertuanya pun sangat menyetujui dengan keputusan sang anak,


apalagi katanya ini bentuk tanggung jawabnya Gibran terhadap Riani.


Tak tampan tak jadi soal, karena pria memimpin bukan dengan ketampanan melainkan dengan tanggung jawab dan kebijaksanaan.


Apalagi pria seperti Gibran sudah tampan bertanggung jawab lagi..


meleleh Adek bang 😍😍😍😘😘


🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹


tinggalkan like and komentar ya readerku sayang..


dan jangan lupa vote nya juga..👎👎.

__ADS_1


__ADS_2