Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Kesepakatan.


__ADS_3

🌹🏡️🌻🏡️🌻🌸🌺🏡️🌸🌻🌸🌹πŸ₯€πŸŒΉπŸ₯€πŸŒΉ


Jadilah dirimu sebagai tameng untuk menghalau kan niat jahat orang lain...


terhadap orang yang kamu cintai.


🏡️🌺🌻🌻πŸ₯€πŸŒΈπŸŒΉπŸŒ»πŸ₯€πŸ΅οΈπŸŒΈπŸŒΊπŸŒ»πŸŒΊπŸŒΈπŸŒΊ


Di sebuah kafe di jalan A blok 5, di sudut ruangan VIP duduklah dua wanita yang berbeda usia. Nampak jelas dari pakaian dan aksesoris,dua wanita tersebut merupakan wanita dari kalangan orang berada.


Dan dari pembicaraan mereka, mereka sedang merencanakan sesuatu yang bisa membuat orang lain celaka.


Apa yang mereka rencanakan..? hanya mereka, Tuhan dan author yang tahu hehe.


"Selamat siang Tante, apa kabar?" tanya wanita yang lebih muda.


"Siang juga cantik, kabar Tante baik. Kamu apa kabar?" balas wanita paruh baya yang ada di depan nya.


"Yah seperti yang Tante lihat lah, aku juga baik"


"Syukur lah kalau begitu,tumben kamu hubungi Tante. Ada apa ini? Pasti penting kayaknya?"


"Tante tau aja, ini lho Tante aku mau nanya kabarnya Gibran. Gibran apa kabarnya Tante?"


"Gibran baik sayang"


"Oh ya dengar-dengar Gibran mau nikah ya Tante?"


"Yah seperti yang kamu dengar, Gibran mau nikah" jawab wanita paruh baya itu sendu.


"Kok Tante seperti tidak senang, kan keponakan Tante yang mau menikah?"


"Gimana Tante mau senang, dia nikah nya sama OB."


"Hahh OB Tante, pantesan dia membatalkan perjodohan kami. Padahal dia mau nikah dengan OB toh?" jawab wanita muda tersebut pura-pura dia yang jadi korban.


"Jadi kamu belum tau sayang? kalau Gibran mau nikah dengan OB?"


"Enggak Tante, tiba-tiba keluarga Wijaya datang memutuskan perjodohan aku dan Gibran tanpa alasan yang jelas. Jadi mana aku tau kalau Gibran mau menikah dengan OB"


"Kasihan sekali kamu sayang, padahal gadis seperti kamu yang cocok jadi istrinya Gibran"


"Ia Tante, mau gimana lagi mungkin aku tidak berjodoh dengan Gibran Tante" ucap Reva dengan lembut seolah-olah dia menerima keputusan keluarga Wijaya, belum tahu trik apa yang sedang di mainkan di depan adik bungsu nya Tuan Wijaya.

__ADS_1


Yah dua wanita yang duduk di cafe tersebut adalah Reva dan Revi, Reva meminta Revi untuk bertemu.


"Tulus sekali hati kamu sayang, kenapa Gibran tidak melihat itu. Malah terpincut dengan cewek OB itu" ucap Revi.


"Mungkin itu jodohnya Tante."


"Tidak bisa sayang, Tante tidak terima keponakan Tante satu-satunya harus menikah dengan cewek kampungan itu. Apalagi dia cuma OB"


"Yang sabar Tante mungkin itu takdir" ujar Reva sambil tersenyum miring, senyum yang memiliki makna sulit untuk di artikan.


"Kamu harus bantu Tante" pinta Revi.


"Memang aku harus bantu apa Tante?"


"Kamu harus bantu Tante buat ngegaglin pernikahannya Gibran dengan cewek kampungan itu"


"Gimana caranya Tante?" ujar Reva pura-pura polos.


"Kamu harus buat Gibran tidur dengan kamu"


"Apa..? Serius Tante? Memang gak ada cara lain?" tanya Reva pura-pura terkejut, padahal memang itu yang sedang dia rencanakan.


"Gak ada sayang, kalau bukan cara kayak gitu, Gibran tidak akan jadi milik kamu"


"Oh itu gampang, serahkan sama Tante" ujar Revi mantap.


"Oke deh Tante, kalau begitu Reva pamit dulu ya"


"Oke sayang, hati-hati"


Setelah melakukan kesepakatan mereka untuk menjebak Gibran, akhirnya mereka pulang ke rumah mereka masing-masing.


Di lain tempat tepat di kota C, Riani dan Gibran sedang siap-siap kembali ke kota A karena Paman Riani sudah memberikan restunya untuk mereka berdua. Sedangkan Anggara juga sudah mengikhlaskan Riani bersama Gibran, karena dia tahu hanya bersama Gibran Riani bahagia.


Mengalah bukan berarti kalah bukan?.


Flashback..


Setelah pulang dari kebun Paman memikirkan dan kemudian memutuskan, akhirnya beliau merestui hubungan antara Riani dan Gibran. Karena beliau sangat tersentuh dengan kegigihan Gibran untuk meminta restu dari nya. Walaupun Gibran tidak pernah bisa melakukan pekerjaan berat yang pernah Paman bebani pada dirinya tapi dia tetap berusaha.


Malam pun tiba Paman ingin mengumpulkan semua anggota keluarga nya untuk menyampaikan keinginannya.


Selang beberapa menit semuanya berkumpul dengan penuh tanda tanya di otak mereka, tak terkecuali Gibran dan Riani.

__ADS_1


Setelah semua berkumpul Paman pun angkat bicara.


"Maaf sudah membuat kalian bertanya-tanya, saya mengumpulkan kalian di sini. Karena ada yang ingin saya sampaikan, perihal hubungan Nak Gibran dan Riani.."


Paman berhenti sebentar.


Sedangkan Gibran dan Riani sudah Dag Dig Dug, memikirkan apa yang ingin di sampaikan oleh Paman perihal hubungan mereka.


Setelah mengatur napas akhirnya Paman melanjutkan lagi.


"Paman merestui hubungan kalian dan Nak Gibran sudah bebas dari hukuman nya"


Satu kalimat itu yang keluar dari mulut Paman membuat Riani dan Gibran sangat bahagia, akhirnya mereka dapat dengan segera melaksanakan pernikahan mereka.


"Karena Paman sangat yakin, Nak Gibran pasti akan dapat membahagiakan kamu Ndok, karena dengan kegigihan dia menjaga kamu Ndok Paman sangat yakin kamu pasti bahagia bersama nya. Dan pernikahan kalian akan segera di laksanakan" ujar Paman lebih detil lagi.


"Terimakasih Paman, kalau begitu Gibran dan Riani besok sudah bisa kembali ke kota. Karena pekerjaan Gibran sudah menumpuk di sana Paman" ujar Gibran.


"Baik lah Nak Gibran, tetapi Riani tidak usah ikut Nak Gibran dulu" ujar Paman.


"Kenapa Paman?" tanya Riani terkejut pasalnya tadi Paman nya sudah merestui hubungan mereka, kenapa tiba-tiba berubah pikiran lagi pikir nya.


"Kamu harus di sini dulu, menunggu orang tua Nak Gibran ngelamar kamu"


"OOO kalau begitu Gibran juga tidak kembali dulu ke kota, Gibran juga akan menunggu Papa dan mama"


"Terserah Nak Gibran saja" ujar Paman.


Malam pun berlalu, setelah melakukan kesepakatan mereka akhirnya masuk ke kamar masing-masing untuk tidur.


Keesokkan harinya seperti yang di minta oleh Paman, Mama dan Papa nya Gibran beserta keluarga besar Wijaya datang untuk melamar Riani atas permintaan Gibran. Karena semalam setelah mendengar permintaan Paman, Gibran segera menelpon kedua orang tuanya untuk segera datang ke kota C melamar kekasih hatinya.


Seperti keingginan kedua belah pihak, proses lamaran terlaksana dengan baik. Meskipun ada kendala sedikit, karena kedua adik ipar Nyonya Wijaya menentang acara lamaran itu, tapi bukan Gibran namanya kalau hal sekecil itu tidak dapat di selesaikan dengan baik.


Akhirnya setelah berunding antara kedua belah pihak, mereka menetapkan pernikahan keduanya akan di laksanakan bulan depan bertepatan dengan ulang tahun Riani yang ke- 23 tahun.


Dan Paman juga mengizinkan Riani untuk kembali ke kota bersama Gibran, akhirnya mereka bersiap-siap untuk kembali keesokan harinya.


Sedangkan keluar besar Gibran sudah kembali setelah prosesi acara lamaran selesai.


Flash on.


Hay guys author kembali maaf ya karena udah hampir sebulan lebih author enggak muncul. Karena author kurang sehat, dan lagipula Hp author rusak kecembur santan panas.

__ADS_1


Maaf banget...


__ADS_2