Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Kedatangan Reva


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Biarkan air mataku jadi saksi atas rasa kekecewaan ku yang ku rasa saat ini, aku minta saat aku tiada , engkau jangan merasa menyesal atau merasa bersalah ,saat kamu tak bisa mengantarkan kepergianku untuk selamanya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Di massion besar keluarga Wijaya, walaupun Riani di suruh istirahat, tapi tetap saja dia melakukan pekerjaan seperti biasa, yaitu menyiapkan makan siang sambil di bantu oleh pelayan, karena baginya kalau dia istirahat membuat dia bosan tanpa bergerak, apalagi dia sudah biasa aktif, jadi walaupun beberapa kali di suruh istirahat oleh calon mertuanya, tetap saja dia melakukan kebiasaannya, dengan alasan ia ingin bergerak.


Sementara di perusahaan Wijaya grup, Ardi merasa sangat gelisah setelah mengikuti rapat barusan, dia kepikiran dengan Riani, sampai pekerjaan yang dilakukan pun tidak ada yang beres akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Riani, walaupun dia sudah tahu jelas akibatnya, kalau sampai ketahuan sama CEO dia pasti akan di marahin habis-habisan mungkin saja akan dipecat, apalagi CEO sudah memperingatkannya agar tidak mendekati Riani lagi, dia sebenarnya agak takut juga untuk menelpon riani takut ketahuan sama CEO, tapi rasa khawatirnya terhadap Riani mengalahkan rasa takut nya.


Tuuuuuttt tuuuuuutt tuuuuutt


akhirnya panggilan pun tersambung


"halo" suara Riani di ujung sana


"halo Riani "


"iya mas Ardi ada apa..?"


"apa kamu baik-baik saja..?"


"Alhamdulillah baik mas, kenapa mas kok nanyanya begitu..?"


"enggak kenapa-kenapa mas cuma mau memastikan saja kabar kamu" ucap Ardi, dia tidak ingin mengungkit tentang video penganiayaan yang di lakukan oleh karyawan kepada Riani, dia takut Riani masih syok dengan kejadian tersebut


"aku tidak kenapa-napa kok mas"


"terus kenapa kamu tidak masuk kerja..?"


"cuma lagi tidak enak badan mas" bohong Riani, dia tidak mau menceritakan hal yang sebenarnya, dia tidak mau membuat orang lain khawatir.


"Ohhh begitu ya..?? oh ya boleh tidak kalau mas main ke tempat mu..?"


"bagaimana ya..?" Riani mengantungkan perkataannya dia bingung, kalau dia jawab iya takut dengan Gibran,enggak enak juga sama calon mertuanya apalagi dia tinggal di massion keluarga Wijaya, kalau iya bilang tidak, ia merasa tidak enak dengan Ardi, Riani sekarang serba salah, seumpamanya mundur kenak maju kenak.


(Kayak warkop DKI donk Thor) hehe

__ADS_1


"bagaimana boleh tidak RI??" sambung Ardi karena sudah hampir sepuluh menit,Ardi mendengar Riani tidak menjawab apa-apa.


"Oh ya mas..!!" gelagap Riani dia terkejut dengan suara Ardi soalnya dia tadi lagi melamun


"hmmmm maaf ya mas bukannya tidak bisa, soalnya aku masih tinggal di rumah majikan aku, kan tidak enak kalau ada orang bertamu" bohong Riani, dia pikir mana mungkin ia mengatakan yang sebenarnya, apalagi dia tahu bagaimana perasaan Ardi terhadap dirinya, kalau memang iya mengatakan yang sebenarnya pasti Ardi semakin terluka.


"Oh begitu ya, ya sudah tidak apa-apa" ujar Ardi sebenarnya dia kecewa, tapi apa boleh buat, tidak mungkinkan dia memaksa


"tidak apa-apa kan mas..?" tanya Riani, dia merasa tidak enak juga dengan Ardi, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


"Tidak apa-apa kok RI, yang penting mas sudah tahu, kalau kamu sehat" walaupun rasa rindu nya sangat berat terhadap Riani tapi dia tahan.


Kamu jangan rindu, rindu itu berat..


kamu enggak akan kuat, biar aku saja...


( kok bahas dilan sih Thor , ini babang Ardi lho!! athour ini ada-ada saja).


"Terima kasih mas, sudah hawatirin Riani"


"sama-sama kok Ri, ya sudah mas kerja dulu ya, sampai bertemu di kantor"


Akhirnya Ardi mematikan handphone, dengan rasa kecewanya niatnya ingin bertemu sang pujaan hati tapi tidak kesampaian.


Setelah Ardi mematikan teleponnya


Ardi segera mengerjakan pekerjaannya,


yang sudah banyak menumpuk apalagi banyak laporan yang harus segera iya serahkan ke CEO.


Sementara di massion keluarga Wijaya,setelah Ardi mematikan teleponnya, Riani bermaksud untuk mandi karena badannya sudah terasa lengket apalagi dia seharian ini belum mandi, setelah ia mandi dia berniat untuk istirahat, tapi..


Ting tong ting tong


bunyi bel massion berbunyi, dan Riani segera membukanya, karena kebetulan Riani lagi berada di dekat pintu masuk, tapi betapa terkejutnya dia, yang datang adalah Reva.


"Ada yang bisa di bantu..?" tanya Riani bermaksud untuk bersikap ramah,

__ADS_1


tanpa menjawab pertanyaannya Riani Reva langsung nyelonong masuk dan menuju keruang tamu,dan segera duduk seperti layaknya tuan rumah.


"Eh cewek gatal sini kamu. .?" ujar Reva dengan kata mengejek Riani dan dengan tangan menunjuk kearah Riani sambil menyuruh riani mendekati ke arahnya.


"Ada apa ya mbak..?" tanya Riani dia tidak mau mempedulikan kata-katanya Reva yang menyebutnya dengan sebutan cewek gatal, karena dia tidak mau ribut di rumah orang apalagi ini rumah calon mertuanya,


"mbak-mbak saya bukan mbakmu, panggil saya nyonya, lagian ngapain sih kamu di rumah calon mertua saya hah..?" bentak Reva kepada Riani,dia dari pertama melihat Riani ,dia merasa terkejut dan penasaran, apa benar Riani ada hubungan spesial dengan Gibran..? seperti yang di lihatnya diperusahaannya Gibran, tapi karena dia ingat kata-katanya mamanya Gibran, bahwa Gibran hanya akan di jodohkan dengannya, jadi dia pikir mungkin Riani hanya pelayan di massion besar Wijaya, lagian mana mungkin sih keluarga Wijaya memilih calon menantunya hanya OB kan enggak selevel, yang cocok hanya dia yang bersanding dengan Gibran pikirnya dalam hati.


Riani cuma diam dengan pertanyaan Reva, dia tidak mau menjawab sepatah katapun,


"kenapa kau diam ******, apa kau tuli..?" bentak Reva dengan nada suara jelas-jelas mengejek riani


"maaf ya nyonya Reva yang terhormat, jangan pernah Anda menyebut saya dengan kata ******, anda pikir anda siapa hah..??" akhirnya Riani membalas perkataan Reva karena dia sangat tersinggung dengan kata-kata ****** yang di ucapkan oleh Reva,


"berani juga kamu ngejawab saya..?kamu tidak tahu siapa saya..?" ucap Reva dengan nada emosi


"kenapa saya harus takut, anda juga manusia kan..??" jawab Riani lantang


" berani sekali kamu, kamu tidak tahu sedang berurusan dengan siapa hah..? saya calon menantu di rumah ini, kamu cuma pelayan jangan sok berani,kamu pikir dengan kamu berhasil ngerayu Gibran, Gibran akan menjadi milik kamu..?jangan mimpi kamu,Gibran hanya akan menjadi milik saya,upik abu ingin menjadi Cinderella" ejek Reva dengan tatapan sinis, sementara Riani sangat kesal dengan perkataannya Reva.


"Jodoh tidak ada yang tahu,mungkin saja walaupun anda sekarang Cinderella, siapa tahu nanti akan menjadi Upik abu, bahkan mungkin kebalikan


walaupun saya hanya Upik abu, siapa tahu saya akan menjadi Cinderella" jawab Riani dengan sangat lantang membuat emosi Reva kian meledak,


"berani sekali kamu ya ngebanding diri kamu dengan saya hah..?" bentak Reva, dengan segera dia berdiri ingin menampar Riani,


sebelum tangannya sampai di muka Riani, ada tangan seseorang yang menahan tangannya,yang membuat dia sangat terkejut dan semakin emosi.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Hayo....


Siapakah orang itu..??


ada yang tahu tidak..?


saya tunggu jawabannya di kolom komentar yahh...

__ADS_1


hy reader ku sayang aku kembali lagi...


terima atas dukungan nya jangan lupa untuk like dan komen dan vote nya juga ya terima kasih...


__ADS_2