
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Jangan hanya melihat wajah karena wajah bisa menipu....
jangan hanya melihat harta nya karena harta bisa habis...
maka dari itu lihat lah seseorang dari sikap dan sifat nya...
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Kecantikan yang hakiki bukan dari wajah melainkan dari hati.....
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Flashback
Setelah makan siang nyonya Wijaya masuk kedalam kamarnya, bermaksud untuk beristirahat karena sudah menjadi kebiasaannya kalau tidak ada kegiatan apapun ia selalu tidur siang, termasuk juga dengan hari ini, baru beberapa menit yang lalu ia memejamkan matanya tiba-tiba terdengar keributan di luar.
"Siapa sih siang-siang begini ribut sekali..?" batinnya, tiba-tiba pintu di ketuk dari luar oleh pelayan.
Tuk tuk tuk tuk
dengan segera pintu kamar di buka oleh nyonya Wijaya
"ada apa ya bik kok ribut sekali di luar..?"
"ini nyonya ada non Reva,dia lagi berantem sama non Riani" ujar si pelayan panik karena sebelumnya dia menang berada di ruang tamu, sedang ngerebesin ruangan tersebut, tiba-tiba datang Reva langsung nyelonong masuk keruang tamu,dan tiba-tiba dia langsung menghina Riani, makanya pelayan itu segera melaporkan ke nyonya rumah.
"Dimana mereka sekarang..?"
"di ruang tamu nyonya"
setelah mendengar perkataan sang pelayan, nyonya Wijaya segera menuju keruang tamu untuk melihat apa yang di lakukan Reva di sini, dan seketika itu pun darahnya langsung mendidih melihat sikap dan mendengarkan perkataan Reva terhadap Riani, apalagi dengan beraninya dia mau menampar Riani untung tangannya sigap di sambut oleh dirinya.
Flash on
"tan....te" gagap Reva karena sekarang tangannya yang ia gunakan untuk menampar Riani lagi di pegang oleh nyonya Wijaya
"iya ini saya, apa maksud kamu dengan semua ini..?" ujar nyonya Wijaya dengan tatapan dingin
"pelayan ini tante, yang duluan cari masalah dengan saya" ucap Reva memasang wajah memelas seolah-olah dia benar-benar teraniaya,tangan Reva seketika di hempas ke bawah dengan kasar oleh nyonya Wijaya, setelah mendengar perkataan Reva yang menyebut Riani sebagai pelayan.
__ADS_1
Reva memekik kesakitan sekaligus sangat terkejut dengan sikap nyonya Wijaya
"berani sekali kamu bertingkah seenaknya di rumah saya hah" bentak nyonya Wijaya
"maksud tan...te apa..? saya calon menantunya tante" gagap Reva dia semakin terkejut dengan perkataan Nyonya Wijaya
"baru calon sudah begini, belum tentu saya akan menerima kamu jadi menantu saya , setelah melihat sifat kamu barusan" ucap nyonya Wijaya dengan menahan emosi karena dia juga melihat dan mendengar perkataan Reva terhadap Riani.
"Hah maksud tan...te..?" tanya Reva dengan nada sangat terkejut
"saya akan membatalkan perjodohan antara kamu dan Gibran" tegas nyonya Wijaya
jedarrrrrrr.....
seperti tersambar petir di siang bolong, Reva sangat kaget mendengar perkataan yang dilontarkan nyonya Wijaya begitu pun dengan Riani dia juga ikut kaget.
"Tante hanya bercanda kan..??"
"apa kamu melihat saya seperti bercanda?" tanya nyonya Wijaya dengan perkataannya lebih tegas
"ini tidak mungkin, pasti tante bercanda kan..?" Reva sangat kaget, dan hampir histeris
nyonya Wijaya tidak menjawab lagi pertanyaan Reva,dia sudah muak dengan tingkahnya Reva
"bukan karena siapa-siapa, ini karena kamu sendiri,tante sudah salah menilaimu" ujar nyonya Wijaya
"kenapa gara-gara saya tante...?pasti cewek gatel ini yang sudah meracuni pikiran tante iya kan..?" teriak Reva sambil menunjuk- nunjuk kesrah Riani,dan dengan segera dia ingin menjambak rambut Riani tetapi buru- buru di halangi oleh nyonya Wijaya
"jangan membuat onar di rumah saya,lebih baik kamu pergi dari sini" usir nyonya Wijaya sambil menyentak tangannya Reva kuat-kuat
"awas kamu cewek gatel, saya tidak akan biarin kamu bahagia di atas penderita saya, saya juga akan membalas penghinaan ini" tunjuk Reva keatas Riani dengan tatapan memendam emosi,dia sangat marah, saking marahnya dia menghentak- hentakan kakinya kelantai lalu keluar dari massion tersebut.
Setelah kepulangan Reva nyonya Wijaya langsung mendekati Riani yang sedang syok, dengan kejadian barusan mukanya sudah pucat pasi.
"Kamu tidak apa-apa kan sayang..?" tanya nyonya Wijaya dengan panik karena melihat Riani sudah mematung
"ehmm ma, Riani tidak apa-apa kok ma" jawab Riani sambil menghilangkan rasa terkejut nya
"kamu jangan takut ya, dia tidak akan berani macam-macam" ujar nyonya Wijaya menghibur Riani
"maaf ya ma gara-gara Riani mama jadi gagal menjodohkan mas Gibran dengan mbak Reva" ujar Riani merasa bersalah
__ADS_1
"ini bukan salah kamu sayang, ini sudah takdir, apalagi setelah mama melihat sifat Reva, mama semakin yakin kalau kamu memang jodoh yang cocok buat gibarn, karena kita manusia hanya bisa berencana tapi Allah yang menentukan semua" jelas nyonya Riani dengan lembut.
"Jadi kamu jangan merasa bersalah, walaupun ada dengan tidak adanya kamu di sisi Gibran, setelah mama mengetahui sifat aslinya Reva kagak begini, mama tetap akan membatalkan perjodohan ini, apalagi ini baru dibicarakan antar keluarga, belum di ketahui khalayak rame, jadi sangat mudah untuk membatalkannya sayang" sambung nyonya Wijaya lagi
"makasih ya ma" ucap Riani terharu
"iya sayang"
"ayo kita istirahat dulu, apalagi kamu kayaknya belom terlalu sembuh" ujar nyonya Wijaya lagi
" ayo ma" kemudian kedua nya berlalu ke kamar nya masing-masing.
Sementara Reva setelah keluar dari massion keluarga Wijaya,dia langsung menuju ke apartemennya,karena dia memang selama ini tinggal seorang diri di apartemen,
dengan perasaan kacau serta emosi,dia melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimum, sambil memukul-mukul stirs mobil untuk melampiaskan kekesalannya terhadap nyonya Wijaya lebih-lebih terhadap Riani.
"Dasar cewek ******, pasti gara-gara dia,sampai-sampai tante Angelina membatalkan perjodohan antara aku dan Gibran, pokoknya aku tidak bisa diam begitu saja, aku harus ngelakuin sesuatu, pokoknya Gibran harus jadi milikku, tanpa persetujuan dari orang tuanya sekali pun, aku tidak peduli, yang penting aku jadi nyonya Gibran,sang pewaris dari penguasa kota, pokoknya bagaimanapun caranya aku harus nyingkirin cewek ****** itu" gumam nya sendiri sambil memukul stirs.
"Aku harus ke rumah mama, dan memintanya untuk membujuk tante Angelina dan om Bima, itu langkah lebih utama agar perjodohan ini tidak di batalkan, dan aku tetap akan jadi nyonya Gibran" pikirnya lagi sambil memutarkan mobilnya menuju kediaman orang tuanya.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Reva untuk sampai di rumah orang tuanya, apalagi dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya dia di sana ,Reva langsung masuk tanpa mengindahkan sapaan para pelayan yang menyapa,
"ma mama" teriak Reva dengan suara keras
"ada apa sih sayang kok teriak-teriak..?" ucap sang mama yang baru keluar dari kamarnya, dia baru siap mandi segera keluar mendengar anak semata wayangnya berteriak dengan keras,
"mama tau tidak tadi Reva ke rumah tante Angelina" ucap Reva sambil memeluk mamanya
"terus tante Angelina ngomong apa..? kok anak mama kayaknya kesal sekali"ujar nyonya Budianto melihat sang anak kayaknya begitu kesal
"katanya tante Angelina mau membatalkan perjodohan aku dan Gibran" ujar Reva dengan nada sedih membuat sang mama iba
"kok bisa sayang..? memang apa alasan nya..?"tanya nyonya Budianto terkejut sekaligus heran karena dengan tiba-tiba keluarga Wijaya memutus untuk membatalkan perjodohan anak mereka,
"iya ma Reva juga tidak tahu, mungkin karena ada pengacau, apalagi di rumahnya tante Angelina ada cewek gatel yang aku ceritakan tempo hari mama masih ingat kan..?" jelas Reva panjang lebar..
"ini tidak bisa di biarkan, mama harus segera berbicara dengan tante Angelina untuk meminta penjelasan" ujar nyonya Budianto tidak terima.
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»Hallo para reader ku tersayang...
__ADS_1
terima atas dukungannya...