Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Fitting baju pengantin


__ADS_3

Bila seseorang meninggalkan mu demi orang lain biarkan saja, karena pengkhianatan lebih cocok dengan penggoda, biarkanlah mereka hancur bersama-sama.


Happy reading..


Hari ini seperti yang telah di sepakati Gibran dan Riani mereka segera ingin melakukan fitting gaun pengantin, karena pernikahan mereka tinggal hitung jari.


Dan seperti permintaan Mama Angelina fitting baju harus di tempat langganan keluarga mereka, karena di butik itu banyak desain dari Desainer terkenal. Apalagi keluarga Wijaya merupakan keluarga terpandang di kota tersebut, jadi tidak mungkin kan memakai gaun pengantin dari desainer biasa.


Pagi-pagi Riani sudah di sibukkan dengan kegiatan nya seperti biasa,dia memasak kemudian menyiapkan sarapan di meja makan seperti biasa.


Setelah itu Riani memanggil seluruh anggota keluarga untuk ikut makan bersama,dan kemudian mereka makan bersama-sama seperti biasa.


Setelah sarapan pagi, Gibran dan Riani juga Nyonya Anggelina, segera berangkat ke butik untuk fitting.


Tidak membutuhkan waktu lama, mereka sudah sampai di butik WIJAYA BOUTIQUE, sebuah butik yang sudah go internasional yang masih di bawah naungan WIJAYA GROUP, yaitu perusahaan Papa Gibran.


Kedatangan mereka di sambut oleh manager butik tersebut.


"Selamat siang Tuan muda, Nona Muda dan Nyonya besar ada yang bisa saya bantu?" tanya manajer kepada Gibran.


"Kami mau fitting baju pengantin, tolong cariin gaun terbaik di butik ini" perintah Gibran.


"Baik Tuan, silahkan ikut kami" ucap manajer tersebut sambil mengarahkan Riani dan Gibran untuk mengikutinya.


Betapa terkejutnya Riani saat dia memasuki ruangan yang di tujukan oleh manajer butik tersebut, di sana sudah di suguhkan dengan gaun-gaun yang begitu mewah serta elegan.


Dan yang pasti nya harga juga lumayan fantastis dan menguras isi dompet,apalagi untuk kalangan seperti Riani, tapi tidak untuk Gibran. Membeli satu gaun untuk calon istri, tidak mungkin kan membuat dia bangkrut?.


"Sayang silahkan pilih yang mana gaun yang kamu inginkan" ucap Gibran, membuat Riani tersentak dari lamunannya.


"Ehh...baik Mas" ucap Riani tergagap.


Akhirnya Riani melihat-lihat beberapa koleksi gaun yang terpampang di situ, kemudian mata nya menangkap satu gaun mewah nan elegan dengan lengan panjang serta di taburi mutiara di sekeliling gaun tersebut Riani sempat terpukau dengan gaun yang di lihat


__ADS_1


Kemudian tangannya tanpa sengaja menyentuh gaun tersebut,dengan muka berbinar-binar membayangkan seandainya dirinya yang memakai gaun tersebut betapa cantik dirinya. Riani dengan sengaja melihat harga gaun tersebut, seketika itu jantungnya seakan melompat melihat harga yang tertera di label gaun tersebut dengan harga hampir mencapai satu 1 M lumayan fantastis kan?.


Tanpa Riani sadari dari tadi Gibran memantau gerak-gerik nya, kemudian.


"Kenapa sayang? Sudah ada gaun yang kamu suka?" tanya Gibran yang membuat Riani kembali gugup mengingat harga gaun tersebut.


"Mmm lebih baik kita cari tempat lain aja Mas" bisik Riani, merasa tidak enak karena dari tadi manajer butik terus mengekori mereka.


"Eh kenapa memangnya sayang, di sini gaunnya bagus-bagus loh?"heran Gibran dengan perubahan sikap Riani.


"Tapi Mas..disini terlalu mahal" bisik Riani lagi.


"Hahahaha" tawa Gibran menggelegar membuat Riani merasa aneh.


"Soal harga rupanya, emang berapa sih sayang harga gaun yang kamu pegang tadi?" tanya Gibran karena dia sempat memperhatikan gaun yang di pegang Riani tadi dan juga sempat melihat reaksi Riani saat menatap gaun tersebut.


" Hampir mencapai 1M Mas kan mahal banget, bisa kita beli sawah di kampung" ucap Riani polos.


"Segitu doang, enggak masalah kok sayang yang penting kami suka sayang" ucap Gibran mulai muncul lagi sifat sombong nya.


"Bukan menyepelekan sayang,tapi ini untuk hari bahagia kita, setidak nya gaunnya harus mewah" ucap Gibran hampir frustasi.


"Iya aku tahu Mas tapi itu terlalu mahal banget" Riani masih bersikeras.


"Uang segitu tidak sebanding bagi Mas, asal kamu bahagia" ucap Gibran mulai merendah.


"Terserah Mas" ucap Riani mulai mengalah dengan muka merona mendengar ucapan Gibran barusan.


Riani pikir lebih baik dia mengalah, daripada drama memilih baju pengantin mereka tidak akan selesai sampai nanti sore, kalau tidak ada satu pun di antara mereka yang mau mengalah.


"Apalagi anak sultan mah bebas, uang segitu gak ada artinya di mata mereka, gak kayak kita, setahun harus mengumpulkan duit segitu itupun belum tentu terkumpul" pikir Riani.


"Ayo Mbak bantu calon istri saya memakai gaun itu" ucap Gibran sengaja menekan kata" calon istri saya" karena dia lihat si Mbak pelayan itu dari tadi senyum-senyum sendiri ke arah nya membuat dia risih.


"Eehh ...baik Tuan" gagap pelayan tersebut dia semakin gugup saat Gibran menatap nyalang ke arahnya membuat si mbak pelayan salah tingkah.

__ADS_1


"Ayo Nona lewat sini" ucap pelayan tersebut setelah menghilangkan keterkejutannya.


Riani dengan langkah gontai menuju ruang ganti, sedangkan Gibran dengan setia menunggu Riani di ruang tunggu, khusus pelanggan VIP, disitu memang sudah tersedia sofa mewah dengan warna gold yang lumayan besar.


Selang beberapa menit, Riani pun keluar dengan menggunakan gaun yang dia Inginkan tadi.


Sedangkan Gibran sudah tidak sabar untuk melihat sang pujaan hati, menggunakan gaun dari perancang terkenal dengan harga lumayan fantastis.


Gibran sangat terpukau dengan penampilan Riani, dia juga sangat terpesona, saking terpesona Gibran tanpa berkedip memandang ke arah Riani dengan tatapan sulit diartikan.


"Mas bagaimana? Aku jelek ya?" Gibran tidak menjawab pertanyaan Riani membuat Riani salah tingkah sekaligus kesal.


"Mas....?" panggil Riani kesal.


Tidak ada jawaban dari Gibran, membuat Riani berteriak saking kesalnya, sudah hampir lima kali Riani panggil-panggil tapi Gibran masih membisu sambil senyum-senyum sendiri kearah nya.


"Mas...."teriak Riani sangat kencang,saking kencangnya membuat para pegawai butik kalang kabut mereka pikir ada kebakaran, sehingga tamu VIP mereka berteriak.


"Eeeehh iya ada apa? Kenapa kamu berteriak" tanya Gibran sangat terkejut dengan teriak Riani, dia pun segera berdiri dari tempat duduknya.


"Habis aku panggil-panggil kamu diam aja, bagaimana gaunnya bagus gak Mas?" tanya Riani dengan wajah kesal.


"Bagus sayang malah kamu sangat cantik" goda Gibran.


"Serius ni Mas, jangan bercanda" tanya Riani dengan menunduk wajahnya semburat merah sangat kentara di wajahnya,apalagi wajah Riani putih bersih, membuat warna merah sangat lekat diwajahnya karena dia sangat malu dengan godaan Gibran.


"Mas dua rius malah, kamu sangat cantik sayang" ucap Gibran dengan nada serius.


"Ah Mas bisa aja" ucap Riani malu-malu.


Sedangkan Gibran sudah tidak tahan dengan sikap malu-malu Riani, ingin segera dia mencium Riani, dan membawa sang pujaan hati kedalam pelukannya dan menghirup aroma yang membuat dia mabuk kepayang.


Hai para reader tercinta maaf ya sudah membuat kalian kecewa, soalnya hp author rusak belum diperbaiki jadi author curi-curi waktu kalau ada laptop adek buat nulis nya.


Makasih atas dukungan nya.

__ADS_1


__ADS_2