
πΉπΊπΉπΊπΉπ»π»π»π»π»π»π»πΊπΉπ΅πΊ
Dalam cinta semua jadi lebih bermakna.
Cinta adalah segalanya karena segalanya bagi butuh cinta, begitu juga dengan uang ,uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang.
πΉπΊπ΅πΊπΉπΊπ΅π»π»πΊπ΅πΊπ΅πΊπ΅πΊ
Happy reading reader ku tercinta...
Di perusahaan GIBRAN GROUP di hebohkan dengan kedatangan calon Nyonya CEO untuk kedua kalinya sebenarnya sih bukan calon Nyonya CEO lebih tepatnya orang yang dijodohkan dengan CEO tapi sudah dibatalkan.
" Permisi Nyonya,ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis seramah mungkin, sengaja dia menekankan nama Nyonya dengan jelas agar tidak kena semprot pagi-pagi dengan amarah sang Nyonya. Karena resepsionis itu tahu bagaimana temperamennya tamu yang ada di depan nya kalau ia salah menyebutkan namanya.
"Saya mau mencari CEO kalian, CEO ada di ruangan nya?" tanya Reva the points.
"Maaf Nyonya CEO sudah lima hari tidak masuk" jawab Resepsionis.
"Jangan bohong kamu, tidak mungkin Gibran tidak masuk sudah lima hari dia kan CEO nya" tuding Reva.
"Saya tidak bohong Nyonya, kalau Anda tidak percaya silahkan cek sendiri keruangan nya"
"Baik saya akan mengecek nya, awas saja kalau kamu bohong" tanpa mendengar jawaban dari resepsionis Reva segera menuju ke ruangan Gibran.
Sepeninggalan Reva, Resepsionis tadi mengumpat sendiri karena cukup kesal dengan tingkah calon Nyonya CEO yang kelewatan resek menurut nya.
"Dasar nenek sihir sialan, sok banget sih jadi orang. Ngakunya calon istri CEO, CEO nya gak ada di kantor dia gak tau. Mungkin dia ngaku-ngaku aja tapi CEO gak mau dengan dia,galak gitu aku pun ogah" monolog Resepsionis itu.
Sementara di depan ruangan yang bertuliskan CEO, Reva sedang dihadang oleh Aldo selaku tangan kanannya CEO.
"Maaf Anda tidak bisa masuk ke ruangan ini"
"Kenapa kamu melarang saya? Kamu tidak tahu siapa saya?"
"Siapa pun Anda,anda tetap tidak boleh masuk" ujar Aldo tegas.
"Kamu siapa sih? Berani kamu sama saya? Belum tahu kamu siapa saya ya?"
"Saya tidak perlu tahu siapa Anda, siapa pun Anda tidak boleh masuk keruangan ini tanpa seizin CEO"
"Oh harus ada izin CEO dulu baru bisa masuk? Saya ini calon istri nya CEO, siapa yang berani ngelarang saya?"
"Calon istrinya CEO?" kaget Aldo.
"Kenapa kamu terkejut kaget kan? Sekarang bisa kan saya masuk?"
"Tidak bisa"
"Maksud kamu, apa kamu mau di pecat? Tidak membiarkan calon istri Bos mu masuk " sombong Reva.
__ADS_1
"Hah apa anda bercanda kalau Anda calon istrinya Bos, jangan banyak halu deh buk" ejek Aldo karena dia Reva sedang berbohong sengaja menggunakan nama Bosnya untuk menekan orang lain.
"Apa kamu meremehkan perkataan saya?" tanya Reva semakin kesal.
"Tepat nya bukan meremehkan tapi saya tidak percaya,lebih baik anda segera pergi pergi jangan mengacau di sini" usir Aldo secara halus.
"Kamu berani ngusir saya hah? Saya tidak akan pergi sebelum saya bertemu dengan Gibran" Keukeh Reva.
"Bos tidak ada di sini, lebih baik Anda segera pergi sebelum saya memanggil keamanan" ancam Aldo.
"Berani kamu mengancam saya?"
"Kenapa saya tidak berani? Anda bukan Bos saya, lagian Anda juga bukan calon istri Bos saya. Anda cuma mantan calon tunangannya itu pun cuma di jodohkan" ujar Aldo sengaja memprovokasi.
"Kamu? Awas saja ya" Reva segera pergi mukanya merah padam, dia sangat malu karena sudah ketahuan berbohong.
Setelah Reva pergi Aldo segera menelpon Bos nya.
Tutt..tutt..tutt..
"Halo Pak"
"Ia ada apa? Ada masalah di Perusahaan?"
"Enggak Pak. Ini tadi ibu Reva kesini"
"Ngapain dia ke situ?"
"Untuk apa dia mencari saya?"
"Saya tidak tahu Pak"
"Kalau begitu tolong perintah kepada keamanan kalau dia datang lagi, jangan di kasih masuk, kalau misalnya dia membuat ulah suruh usir saja. Kamu mengerti?"
"Mengerti Pak"
"Kalau itu tidak bisa kamu selesaikan kamu yang akan saya pecat" ancam Gibran.
"Siap Pak"
"Oh ya saya mungkin akan lebih lama di sini karena harus mengurus sesuatu dulu"
"Baik Pak"
"Kamu tolong urus semua pekerjaan saya dengan baik"
"Siap Pak"
"Kalau tidak ada lagi yang perlu kamu bicarakan,saya matikan dulu"
__ADS_1
"Ia Pak"
Gibran segera mematikan telepon nya, sedangkan Aldo dibuat mati kutu oleh Gibran.
"Dasar Bos, pekerjaan ku makin hari makin bertambah. Membuat ku makin kesal, kapan aku bisa cari jodoh kalau begini? Dasar Bos-bos, dia enak sekali di sana sama calon Nyonya" gerutu Aldo sendiri. Dan dia segera memerintahkan keamanan untuk tidak memberi izin Reva masuk ke perusahaan jika dia datang kembali.
Setelah memberi perintah kepada keamanan Aldo segera mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk, apalagi CEO tidak ada di tempat jadi pekerjaan nya bertambah dua kali lipat.
Sementara Reva setelah keluar dari perusahaan nya Gibran,dia sangat marah.
"Berani-beraninya mereka memperlakukan gue seperti ini, awas aja gue akan memecat semua karyawan yang sudah berani kurang ajar sama gue hari ini, setelah gue jadi Nyonya Gibran. Lagian Gibran kemana sih, masak dia tidak ada di perusahaan. Apa jangan-jangan karyawan tadi bohongi gue ya? Lebih baik gue tanya ke Dewi dulu, kemana perginya Gibran" monolog Reva dia segera menelpon Dewi.
Tutt.. tutt..tutt
Akhirnya panggilannya segera tersambung.
"Halo Dewi kamu di mana sekarang?"
"Saya di kantor Nyonya ,ada apa ya?"
"Oh ya saya tadi ke Perusahaan nya Gibran,tapi karyawan di sana bilang Gibran sudah lima hari masuk kantor. Kamu tahu di ke mana?"
"Saya tidak tahu Nyonya"
"Coba kamu selidiki dia di mana?"
"Baik Nyonya,akan coba saya cari tahu"
"Oke nanti kamu kabari ke saya ya"
"Siap Nyonya" akhirnya Reva mematikan telepon nya.
Dan Reva segera menuju ke apartemen nya, untuk memikirkan cara apa yang bisa dia lakukan untuk mendapatkan Gibran.
Dia juga menelpon orang suruhan nya untuk melacak keberadaan Gibran, dia tidak bisa membiarkan Gibran jauh dari pantauan nya.
Dia harus memiliki Gibran apapun ceritanya, dia tidak akan membiarkan Riani merebut apa yang sebenarnya menjadi miliknya.
Dia tidak mau kalah dari Riani yang hanya seorang OB,masak dia harus kalah dengan karyawan rendahan seperti Riani, kan bisa hancur imejnya.
Sesampainya di apartemen Reva segera merebahkan tubuhnya di kasur king side miliknya.
Dan memikirkan ide untuk segera dapat masuk keluarga Wijaya, tanpa harus mengunakan cara kotor.
Akhirnya setelah memikirkan baik-baik Reva menemukan ide brilian, untuk segera mencapai tujuan nya. So pasti dengan tidak ada orang lain yang bakal curiga dengan rencana nya. Bahkan mungkin Gibran sendiri juga tidak akan tahu.
Hai pada reader mau tebak apa ide Reva nya?
Silakan jawab di kolom komentar, author tunggu ya.
__ADS_1
Bersambung.