
🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌹🌹🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹
Cinta datang dan pergi bisa kapan saja...
tapi cinta sejati akan datang tepat pada waktu nya..
mendapatkan itu mudah, mempertahankan yang susah..
🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹
Didalam mobil tidak ada yang memulai percakapan, Gibran sedang bergelut dengan pikirannya sedangkan Riani takut dengan wajah dinginnya Gibran.
Akhirnya mereka sampai di massion,
tanpa basa-basi Gibran langsung turun dari mobil begitu juga dengan Riani.
Semenjak kejadian di pantai,Gibran beberapa hari ini selalu sibuk dengan banyaknya pekerjaan yang menumpuk.
Kadang berangkat pagi malam baru dia pulang,
kadang pun tidak pernah pulang
dia menginap di kantornya.
Itupun sengaja dia lakukan, untuk menghindari dari Riani. Dia juga tidak pernah menyuruh Riani membuatkan kopi untuknya lagi di kantor,di masionpun tidak pernah ia bertemu dengan Riani hanya untuk bertegur sapa sekalipun.
Walau terasa berat tetapi tetap dia lakukan,
untuk menjaga kengensiaannya yang setinggi langit dan seluas samudera Pasifik hehe.
Pergi ke kantor saja kadang selalu pagi-pagi buta, Riani juga sering di antar oleh sopir, kadang-kadang dia juga naik bus.
Sedangkan Riani sendiri masa bodoh dengan tingkahnya Gibran, dia enggak terlalu peduli dengan sikap Gibran karena tidak ada angin tidak ada hujan dia jadi begitu. Mungkin sikapnya yang dulu kembali kambuh, menurut Riani sih, kalau cowok sudah ngambek tidak usah di bujuk nanti kalau sudah capek sendiri juga berbaikan lagi.
Apalagi Riani mempunyai prinsip
kalau cowok tidak usah di manja-manja,
karena kalau sudah di kasih hati pasti nantinya minta jantung, pria tidak pernah puas dengan apa yang ia miliki.
betulkan guys..?( menurut athour sih
begitu).
kalau menurut kalean bagaimana..??
__ADS_1
saya tunggu jawabannya ya di kolom komentar?
Hanya cinta yang dapat ku berikan untuk mu ..
aku merasa sangat sedih dan malu karena hanya cinta yang dapat ku persembahkan..
maafkan lah aku, aku tak mampu memberi lebih seperti yang kau harapkan pada ku..
Eiits kembali lagi ke cerita Riani dan Gibran,
hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan bagi Riani, bagaimana tidak? Karena ulah usil dari si bos sinting yang sedang ngambek. Selalu menyuruh Riani beberapa kali keruangannya, hanya sekedar menyuruhnya melakukan pekerjaan yang tidak penting menurut Riani.
Flashback
tring tring tring
"Suruh OB yang bernama Riani keruangan saya, dua menit dia sudah harus ada di sini, saya tidak mau tau" perintah sang CEO kepada asisten pribadinya.
Sang asisten yang sudah mengerti dengan watak sang CEO segera menyuruh Riani ke ruangan sang Bos,sebelum Bos nya mengamuk.
Tidak butuh waktu lama Riani sudah ada didepan ruangan sang CEO sambil mondar-mandir tidak jelas, kayak setrikaan antara mau masuk atau tidak. Menyadari kalau ada seseorang di depan pintu ruangannya, Gibran berinisiatif untuk melihat, apa yang sedang di lakukan oleh orang tersebut..?
kreekk..
Suara seseorang membuka handle pintu dan
"Ngapain kamu di sini? Saya suruh kamu kesini bukan untuk mondar-mandir tidak jelas seperti itu" suara Gibran pas di telinga Riani membuat Riani kaget bukan kepalang.
"Eeehh iya Pak, ada apa Bapak memanggil saya?" tanya Riani gugup.
Pasalnya tepat setelah kejadian di pantai, beberapa hari yang lalu baru kali Riani bertatap langsung dengan Gibran. Dan baru kali ini pula mendengar suara seseorang, yang sebetulnya sangat ia rindukan. Tetapi karena mempertahankan gengsi, Riani mengalahkan segalanya bahkan rasa rindu sekalipun.
"Mana kopi saya?" tanya Gibran cuek.
"Kopi? Tadi Bapak tidak menyuruh saya untuk membuat kopi!!" ucap Riani polos.
"Terus kamu pikir buat apa saya menyuruh kamu kesini hah?" bentak Gibran pura-pura emosi. Membuat Riani sangat terkejut dan sedih dengan perlakuan nya Gibran.
Padahal dia sengaja ngerjain Riani, dengan menyuruh Riani cepat-cepat keruangannya, tanpa menyuruh membuatnya kopi terlebih dahulu. Sebenarnya dia sangat rindu terhadap Riani, makanya dia menyuruh Riani ke ruangannya. Tapi rasa gengsinya mengalahkan rasa rindunya, begitulah jadinya dia mengerjai Riani deh.
"Sana bikin saya kopi, satu menit sudah sampai di sini lagi, saya tidak mau ada bantahan" ucap Gibran lagi lebih tepatnya perintah yang tidak dapat di nganggu guat lagi.
Tanpa banyak bicara lagi Riani bergegas ke pantri dan segera membuat kopi untuk Bos reseknya.
"Maunya apa sih dia? Kenapa tidak dari tadi menyuruh aku untuk buat kopi, ini harus pakai waktu lagi,maunya apa coba? Dasar Bos sinting sialan" gerutu Riani kesal sambil komat-kamit tidak jelas sendiri.
__ADS_1
"Kenapa dengan elo Ri? Kok mukanya bete begitu?" tanya Della heran dengan muka sahabatnya.
Dan juga heran melihat Riani, datang dengan tiba-tiba sambil menghentak-hentakkan kakinya seperti orang yang lagi kesal.
"Tidak tau ah" jawab Riani dengan mulut manyun sambil berlalu membuat kopi yang di pesan oleh sang Bos.
"Kenapa itu anak, tidak seperti biasanya mukanya kayak begitu?" tanya Ara kepada Della dia juga melihat perubahan sifatnya Riani.
"Gue juga tidak tau, masa bodo kita kerja dulu yok, nanti kalau sudah baikan dia juga akan cerita sendiri" ujar Della sambil berlalu meninggalkan Riani sendiri dipantri.
Setelah membuat kopi Riani langsung menuju lagi keruangan Bosnya.
tokk tokk tokk.
"Masuk"
"Ini kopinya Pak."
"Waktunya sudah lewat dari satu menit, buat yang lain, saya tidak bisa minum kopi ini, sudah mau kadaluarsa" ucap Gibran sambil melihat jam yang ada di tangannya.
"Tapi Pak...baru saya buat mana mungkin kadaluarsa" kekeuh Riani kesel dengan tingkah Bosnya.
"Ia tapi, saya harus minum kopi tepat dengan waktunya,buat lain, atau gaji kamu saya potong" ancam Gibran.
Tanpa mau berdebat lagi Riani langsung keluar, dan membawa kopi yang di buatnya tadi,hampir saja kopi itu mau dia siram ke muka Gibran, untung setan sebelah kanannya cepat-cepat berbisik.
"Tidak baik berbuat begitu, itu Bos kamu nanti ngaji kamu di potong lho"
brakkk suara pintu di banting oleh Riani
sedangkan Gibran sudah tertawa terbahak- bahak, melihat wajah cemberutnya Riani.
"Dasar Bos sialan, sinting,tidak tau malu, tukang prrintah, aneh" begitulah yang di ucapkan oleh Riani setiap Gibran menyuruhnya melakukan, ini itu yang menurut Riani tidak masuk di akal sama sekali. Dan apapun yang di lakukan oleh Riani harus memakai waktu paling lama dua menit, lewat dari pada waktu yang di tentukan olehnya. Riani harus mengulanginya lagi perintah Gibran, begitulah seterusnya sampai menjelang sore,dan itu membuat Riani sering mengumpat sendiri.
"Apa sih mau nya? Ini salah itu salah,nyesal gue pernah jatuh cinta,sama Bos sialan itu" batin Riani lelah.
Flash on.
Jahat banget ya sibabang Gibran kasihan dek Riani nya jadi capek.hehe
🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹
mohon like and coment nya yah...
makasih atas dukungan nya
__ADS_1
love you guys....
😍😘😍😘😍😘