Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Satu sama


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Cemburu eh bukan siapa-siapa,sakit hati,sesak napas,ngelus-ngelus dada,cuma bisa diem, sabar, berharap dia peka, tapi kayaknya tidak mungkin,,


kalau memang cinta ungkapkan jangan cuma diam-diam saja yang ada bikin sakit hati, merana jiwa...


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Haripun berlalu seperti biasanya Riani pagi-pagi sudah pergi kerumah Bos sintingnya, untuk membuat sarapan pagi untuk si Bos.


Pagi ini Riani berencana membuat omelet telur dicampur daging cincang, dengan saus tomat di atasnya. Jangan lupa juga dengan sifat jahilnya Riani, ia menambahkan dua sendok makan garam ke dalam omeletnya, sengaja ia lakukan untuk mengerjai Bos sintingnya.


Gibran yang sudah siap-siap mau ke kantor,seperti biasa dengan gagahnya menuju keruang makan. Untuk menengok apa yang sudah di masak, oleh karyawan OB nya.


Sesampainya di meja makan dengan sigap, Gibran segera menarik kursi untuk duduk. Kemudian dengan segera Gibran menyambar makanan, yang sudah di siapkan oleh Riani di piring. Gibran langsung menyedok omelet ke dalam mulutnya, pas suapan pertama.


"Huuum kok asin banget ya? makanannya,apa aku di kerjain lagi sama cewek abal-abal ini ya?" gumam Gibran dalam hati, sambil ia memperhatikan tingkah Riani yang berdiri di depannya. Riani sedang senyum-senyum sendiri, oh ya mulai hari ini Gibran mengantikan nama Riani menjadi cewek abal-abal. Entah kenapa menurutnya itu nama paling cocok untuk Riani.


"Rasain elu Bos sinting pasti elu ke asinan kan? hehe emang enak gue kerjain? makanya jadi orang jangan songong dan suka memerintah" gumam Riani dalam hati, sambil tersenyum-senyum sendiri.


Sementara Gibran.


"Gue pura-pura saja seperti gak terjadi apa-apa,biar cewek itu kesel sendiri karena gak berhasil ngerjain gue" gumam Gibran dalam hati, sambil tersenyum miring lalu menyantap makanannya tampa tersisa.


Riani pun di buat kesel sendiri dengan tingkah Gibran.


"Apa bos sinting itu gak ada rasa ya lidahnya sama sekali? kemarin makanan pedas gak terasa ,hari ini makanan asin juga gak terasa apa-apa, apa gue yang **** ya? is nyebelin banget sih "pikir Riani menahan kesal di hatinya.


"Rasain elu cewek abal-abal kesel kan?,Gibran dikerjain ya gak mempan lah" imbuh Gibran dalam hati, sambil melihat muka cemberutnya Riani, dan kemudian ia tertawa geli.


"Sudah kayak pantat bebek mukanya hehe, seru juga ya lihat dia kayak begitu" sambungnya lagi ya pastinya cuma dalam hati. Setelah membereskan semua perlengkapan makan,


Riani pun akhirnya berangkat kerja.


Seperti biasa Riani dipaksa Gibran berangkat dengannya, tetapi karena gosip kemarin Riani memaksa Gibran. Untuk menurunkannya di halte dekat perusahaan, tampa banyak nanya lagi Gibran menurut. Karena dia juga mendengar gosip kemarin, tapi karena dia gak open dengan keaadan di biarin saja nanti juga hilang sendiri.


Sesampainya di kantor Gibran langsung menuju keruangannya,karena masih banyak berkas-berkas yang harus di tanda tangani olehnya.


Setelah semua pekerjaannya selesai,

__ADS_1


Timbul niat di dalam hatinya Gibran, untuk membalas perbuatan Riani tadi pagi kepadanya. Dengan segera ia mengambil telepon, dari atas meja kerjanya untuk menghubungi pantri.


Sementara Riani yang telah membereskan pekerjaannya, ia berniat untuk duduk sebentar menghilangkan rasa capeknya.


Tiba-tiba telepon yang ada dipantri berbunyi


tring tring tring,


Riani yang sedang duduk dipantri segera, mengangkat telepon yang sedang berbunyi.


"Halo ada yang bisa saya bantu?."


Gibran yang mengenali suara Riani, langsung saja tanpa banyak basa-basi, memberi perintah untuk membawa kopi untuknya.


"Bawa kopi keruangan saya,dan awas jangan sampai asin"cerocos suara diujung telepon siapa lagi kalau bukan si Bos sinting.


"Baik Pak" jawab Riani dengan suara sok ramah padahal ia sudah kesal.


"Kayaknya dia tau aku kerjain dia tadi pagi" pikir Riani.


" Tapi kenapa dia diam saja ya tadi pagi?, mungkin jangan-jangan? dia akan membalasnya sekarang, ****** deh gue kalau sampai itu terjadi" sambungnya lagi sambil menepuk jidatnya sendiri.


*T*okk tokk tokk bunyi pintu di ketuk dari luar.


"Masuk."


"Pak ini kopinya" ucap Riani pelan.


"Mmm" jawab Gibran sambil menyeruput kopinya.


"Kopinya pahit buat lain" ucap Gibran setelah meminum kopinya dengan seringai licik di bibirnya ,sengaja mau mengerjai Riani.


"Baik pak."


"Kenapa bisa pahit ya? padahal seperti biasa aku buatnya, apa benar ya? lidah si Bos sinting gak ada rasa lagi ya? apa jangan-jangan dia sengaja mau mengerjai aku ,bodoh amat ah, medingan aku bikin lain aja" gerutu Riani sambil menuju ke pantri lagi.


"Ini terlalu manis"gumam Gibran, ini kopi kedua yang sudah di buat oleh Riani.


"Ganti saya gak suka" imbuhnya lagi.

__ADS_1


"Maunya apa sih Bos sinting itu? tadi pahit sekarang terlalu manis,bisa-bisa aku yang sinting gara-gara tingkahnya, maunya apa coba?" gerutu Riani dalam hati, sambil berjalan kembali kepantri untuk kedua kalinya.


Karena saking kesalnya,Riani dengan sengaja, mencampurkan Garam ke dalam kopinya Gibran.


"Ini baru mantap pertama pahit,habis itu manis sekarang asin deh,kan seimbang tuh" gumam Riani sambil terkiki sendiri, lalu membayangkan reaksi Bosnya meminum kopi yang sudah diracik dengan sepenuh hati olehnya hehehe.


B**ruuusss


Gibran langsung menyeburkan kopi yang tengah di minumnya, hampir mengenai mukanya Riani.


"Eh cewek abal-abal kamu tarok apa ke kopi saya hah?" bentaknya kesel.


"Garam Pak " jawab Riani polos.


"Kamu? berani ya tarok garam ke minuman saya, mau ngeracuni saya kamu hah?."


"Gak kok Pak, mana berani saya"jawab Riani masih dengan nada polosnya.


"Terus kenapa kamu tarok garam hah?" bentak Gibran geram dengan keberanian Riani.


"Begini Pak ceritanya, kan tadi katanya Bapak kopi pertama pahit ,kopi yang kedua terlalu manis kan?, saya pikir-pikir biar seimbang saya buat yang asin biar menetralisir kopi yang tadi" jawab Riani tampa merasa takut, padahal dalam hatinya sudah ngelafal ayat kursi takut diterkam oleh Singa yang mau ngamuk.


"Berani sekali kamu jawab saya hah?" teriak Gibran meluapkan emosinya, dia gak habis pikir sama karyawan OB nya yang sungguh berani.


"Keluar" teriaknya.


Tampa pikir panjang lagi Riani, segera berlari untuk keluar ruangannya Gibran.


"Hihi ngeri juga ya kalau Bos sinting itu marah hehe" gumam Riani sendiri, dia segera berlalu ke pentri untuk menjalankan tugasnya seperti biasa.


Sementara Gibran masih merasa kesal, dan tidak habis pikir dengan tingkahnya Riani.


"Awas aja kamu cewek abal-abal, tunggu pembalasan aku, aku akan membuat kamu menyesal pernah mengerjai saya" gumam Gibran,sambil mengacak-acakkan rambut karena saking frustasinya dengan tingkah Riani.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Makasih atas dukungan nya...


love you

__ADS_1


__ADS_2