
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Hidup ini penuh dengan rencana dan usaha
maka rencanakanlah segala hal yang terbaik untuk dirimu ketika rasa sakit dan duka itu menghampiri mu
sungguh ini adalah jalan yang terbaik agar kamu tidak berlarut-larut dalam kesedihan yang menyertai mu...
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Sore pun menjelang, matahari segera membenamkan dirinya ke ufuk barat mengantikan dengan sang rembulan yang siap menyapa penghuni dunia.
Riani yang sudah bersiap-siap untuk pulang ke massion,di tengah jalan ada seseorang yang menarik tangannya dengan sangat keras.
Dan di situ juga sudah ada beberapa orang karyawan yang sama sekali tidak Riani kenal, mereka sudah siap-siap untuk menyerang Riani, mereka segera menarik Riani ke dalam toilet pria.
"Lepaskan gue mau kalian apa sih..?" Riani meronta-ronta minta di lepaskan tapi para karyawan tersebut tak bergeming sekalipun.
"Kenapa sih dengan kalian apa salah aku..?" teriak Riani semakin menjadi-jadi
"dasar ****** jangan pura-pura ***** deh lo jadi cewek, lo tau tidak gara-gara lo bu Dewi di mutasi ke cabang yang terpencil..?" ujar salah satu dari mereka ternyata mereka adalah teman-teman Dewi dan beberapa orang lain yang termakan hasutan Dewi.
"Kalian salah paham gue tidak tahu apa-apa" ujar Riani merasa takut karena mereka terlalu banyak untuk ia lawan seorang diri.
Ada lima orang untuk menyeret Riani ke dalam toilet sedangkan yang lain menunggu di depan untuk mengamankan misi mereka, mereka di tugaskan menjaga di depan pintu masuk toilet sambil mereka pura-pura mencuci wajah agar orang yang lewat tidak curiga dengan apa yang mereka lakukan.
"Lo jangan pura-pura lugu ******, sekali ****** tetap akan menjadi ******, ini hukuman untuk lo karena sudah berani membuat ibu Dewi di mutasi" ujar cewek tinggi putih dia ternyata ketua geng tersebut,
dia menyiram Riani dengan air comberan.
__ADS_1
"Ini hukuman yang lain buat lo karena sudah berani merayu bos" ujar yang lainnya lagi sambil menarik rambut Riani, seketika itu Riani meringis kesakitan,tetapi dia tidak berani bersuara karena tatapan tajam mereka seakan-akan ingin mencabik tubuhnya sampai habis.
Plakk plakk
dua tamparan keras melayang di pipi mulus Riani,sehingga tubuhnya oleng dan langsung terduduk di lantai toilet
"ini hukuman ketiga buat lo karena sudah berani mempermainkan perasaan bos dan berani selingkuh di belakangnya"
Riani termenung sambil mencerna perkataan mereka,dia merasa bingung sendiri karena tidak paham dengan maksud dari mereka.
Akhirnya Riani memberanikan dirinya untuk bersuara dia tidak tahan lagi dengan siksaan mereka.
"Kalian salah paham gue tidak tahu apa-apa"
"dasar OB sialan masih pura-pura ***** lo"
Setelah puas menyiksa Riani mereka segera pergi, sambil mengunci pintu dari luar dan menarok papan larangan.
"Dilarang masuk toiletnya rusak lagi masa perbaikan"
mereka meninggalkan Riani dengan keadaan yang basah sambil menggigil,tak lama setelah mereka pergi Riani yang tidak mampu bertahan dari kedinginan akhirnya pingsan.
Sedangkan ditempat lain para pengawal yang ditugaskan oleh Gibran untuk menjaga Riani, sudah merasa sangat panik karena sudah hampir satu jam mereka menunggu Riani, tetapi sampai saat ini orang yang tunggu tidak kelihatan batang hidungnya, mereka yang menunggunya di parkiran mobil merasa sangat khawatir,takut terjadi sesuatu kepada Riani mereka lebih takut dengan kemurkaan Gibran, kalau sampai terjadi sesuatu dengan Riani, mereka pasti tidak akan bisa bernapas dengan baik lagi karena tidak becus menjaga orang yang sangat penting.
Akhirnya setelah mereka menunggu beberapa saat, Riani juga belum kembali, mereka berinisiatif untuk mencari Riani ke segala penjuru yang ada di perusahaan tersebut, tetapi mereka belum juga menemukan Riani mereka bermaksud untuk menelpon Gibran, tapi mereka terlambat karena Gibran sudah ada di depan mereka dengan wajah siap untuk menelan mereka bulat-bulat rupanya dia sudah mendapatkan kabar dari sopir bahwa Riani menghilang dia langsung bergegas menuju parkiran.
Seketika itu emosinya mulai naik,dan ingin segera membunuh para pengawal saat itu juga, karena mereka sudah lalai menjalankan tugasnya, tapi niatnya di urungkan sekarang lebih baik ia menyuruh mereka segera berpencar untuk mencari Riani ke segala tempat, bahkan ke tempat yang sudah mereka datangi sekalipun, karena baginya keselamatan Riani lebih penting dari apapun.
Sedangkan dirinya dan beberapa keamanan perusahaan,segera menuju ke ruang CCTV untuk mengecek apa penyebab hilangnya Riani,dan di mana Riani berada sekarang ini, Gibran merasa sangat khawatir dan sangat Panik.
__ADS_1
Tidak susah untuk mencarinya jika Menggunakan CCTV, karena setiap sudut perusahaan sengaja di pasang cctv untuk mencegah hal yang tidak di inginkan terjadi.
Setelah melihat apa yang terjadi melalui cctv Gibran sangat murka ,bergegas ia berlari menuju di mana terakhir kali ia melihat Riani, dan beberapa orang karyawan yang sedang menarik tangan Riani dengan sangat keras,
firasatnya sudah tidak baik pasti terjadi sesuatu dengan Riani,hawa dingin segera melingkup di sekitarnya bahkan para keamanan yang mengikutinya merasa kedinginan padahal waktu itu tidak turun hujan.
Setelah sampainya di sana Gibran langsung mendobrak pintu toilet, dan melihat Riani terduduk di lantai dengan bau menyengat di seluruh tubuhnya, dan luka memar di pipinya bekas tamparan, Riani juga tidak sadarkan diri, Gibran semakin murka melihat keadaan sang kekasih seakan-akan saat ini juga dia ingin membunuh orang-orang yang telah menganiaya Riani.
Gibran segera membopong Riani tanpa merasa jijik dengan bau tubuhnya karena kena siraman air comberan,lalu memasukkan tubuh Riani ke dalam mobil dibelakang kemudi di ikuti dengan dirinya,
Gibran dengan segera mungkin menyuruh sopir membawa pulang Riani ke massionnya sendiri karena tidak mungkin Gibran membawa Riani ke massion orang tuanya, pasti akan membuat mereka sangat khawatir.
Setelah sampai di mobil dia segera menelepon Aldo, menyuruhnya untuk menyelidiki dalang di balik penganiayaan terhadap Riani, dan para karyawan yang sudah terlibat, dia menyuruh Aldo memberi mereka dua pilihan, di penjara atau di pecat dengan tidak hormat, pasti dengan sangsi tersebut membuat mereka jera.
Gibran juga menyuruh Aldo untuk memblacklist mereka semua dari kota tersebut, yang artinya perusahaan manapun yang ada di kota tersebut tidak boleh menerima karyawan yang sudah di pecat tersebut,bekerja diperusahaan mereka,kalau nekat juga mereka menerimanya,akan berurusan dengan GIBRAN GROUP, siapa yang mau berurusan dengan perusahaan nomor satu di kota tersebut, pasti tidak akan ada yang beranikan..?? itu hukuman untuk orang-orang yang sudah berani main-main dengan seorang GIBRAN PRASETYA WIJAYA.
Setelah memerintahkan semua apa dia inginkan kepada Aldo,dia merasa sangat puas, dia menatap lembut kearah Riani yang sedang berbaring tak sadarkan diri di pangkuannya sambil ia bergumam
"sabar ya sayang mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal apa yang telah mereka lakukan terhadap kamu".
🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌻🌹🌻
Terimakasih atas dukungan nya..
jangan bosan untuk kembali ya...
jangan lupa juga like and koment nya..
dan vote nya juga ya
__ADS_1