Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Pemecatan...


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻 Dalam cinta jangan biarkan telinga mu mendengar, apa yang ingin di dengar, melihat apa yang ingin di lihat, mengatakan apa yang tidak di rasakan..


karena cinta itu berasal dari hati.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Keesokan paginya nyonya Wijaya dan tuan Wijaya memboyong Riani ke massion besar, apalagi Riani sudah izin tidak bekerja hari ini, karena keadaannya masih kurang sehat, walaupun Riani memaksa untuk masuk kerja tetapi pasti tidak diizinkan oleh Gibran untuk masuk kerja.


Tanpa meminta izin kepada Gibran terlebih dulu nyonya Wijaya segera membawa Riani bersamanya, sebenarnya Gibran jengkel dengan tingkah mamanya, tapi apa boleh buat itu sudah keputusan nyonya besar, kalau ia sudah bertindak tidak dapat dibantah.


Sedangkan Gibran seperti biasa berangkat ke kantor, tapi hari ini suasana hatinya sangat berbeda, bila ada orang yang berdiri di sampingnya seakan-akan orang itu akan membeku seketika, begitulah sikapnya yang berubah seperti kutub Utara.


Sementara di perusahaan di gegerkan dengan isu pemecatan delapan karyawan dari staf keuangan,apalagi pemecatan mereka di isukan dengan pemecatan secara tidak hormat semua karyawan lain pada terkejut, dan menebak-nebak,siapa gerangan karyawan tersebut, mereka juga tidak tahu pasti apa sebab pemecatan dari mereka.


Setelah sang CEO sampai di perusahaan,Aldo selaku tangan kanannya segera mengumpulkan semua karyawan yang ada di perusahaan itu, dan mereka dalam lima menit harus ada diruang rapat, bila ada yang telat tidak segan-segan untuk di pecat.


Setelah mereka berkumpul semua, segera sang CEO masuk keruangan tersebut dengan muka tidak bisa di artikan, antara emosi dan marah, sementara didalam ruangan tersebut suasana semakin mencekam setelah melihat muka dingin CEO, semua karyawan pada merinding, apalagi para karyawan yang merasa dirinya ada masalah.


"Selamat pagi semua nya,saya selaku CEO di sini, ingin memberitahu sesuatu kepada kalian semua, ini tentang hidup matinya seorang.." sang CEO diam sejenak kemudian mulai melanjutkan perkataannya lagi


"Aldo bawa rekamannya kesini" perintahnya kemudian kepada Aldo.


Sementara para karyawan sudah berbisik-bisik apa yang terjadi, apa hubungannya kerjaan mereka dengan hidup dan mati seseorang...? banyak pertanyaan yang berputar-putar di otak para karyawan, tapi mereka sendiri tidak menemukan jawaban nya.


Kemudian Aldo menghidupkan layar monitor, di situ tampaklah denganjelas, penyiksaan yang dilakukan oleh beberapa karyawan pada Riani,seketika ruangan tersebut menjadi sangat ricuh,ada beberapa pertanyaan yang di lontarkan karyawan masing-masing, apalagi setelah mereka melihat video yang di putar, ada lima karyawan yang mereka kenal dari staf keuangan yang sedang menyiksa seorang karyawan yang berpakaian OB ,di dalam toilet pria dan ada tiga orang karyawan lain yang sedang mengawasi di luar.


Mereka juga penasaran siapa gerangan karyawan OB tersebut, karena tidak nampak jelas wajah OB tersebut karena mukanya tertutup dengan karyawan yang sedang menyiksanya.


Setelah melihat video tersebut para karyawan yang berkumpul pun sudah mengerti apa tujuan dari sang CEO mengumpulkan mereka,


sedangkan para karyawan yang merasa ada dirinya divideo tersebut, sudah takut mereka duduk sambil gemetar karena aksi mereka di ketahui oleh CEO , mereka pun berpikir hari ini adalah hari akhir dari mereka semua.


"Ada yang mau menyerahkan diri ke depan..?" ujar sang CEO penuh penekanan, seketika ruangan itu senyap seperti di matiin lampu(seperti mati lampu ya sayang,kok jadi nyanyi sih thor, shuut author diam,nanti babang Gibran ngamuk lagi)


semua karyawan diam di tempat tampak berkutik,dan mereka pun saling pandang memandang ,begitu juga para tersangka, mereka tak berani bergerak bahkan mungkin tak sanggup lagi untuk bergerak.


"Sebelum saya menyuruh keamanan untuk menyeret kalian ke depan lebih baik kalian menyerahkan diri" ucap sang CEO dengan penuh emosi karena dari tadi tidak ada yang bergerak.


Brakkkk


suara meja di gebrak membuat semua karyawan terkejut sambil memegang dadanya.


"Bangun dan kesini" tunjuk sang CEO dengan nada dingin kepada salah satu tersangka, membuat tersangka tersebut sangat takut, dia merupakan ketua dari geng yang menyiksa Riani.


Lalu dengan tubuh gemetaran karyawan tersebut bangun dan berjalan kearah yang ditunjukan oleh CEO,


dia pun sudah berdiri menghadap ke depan semua karyawan, seketika semua karyawan menjadi ricuh kembali, banyak yang berbisik-bisik, mencibir dan banyak lagi kata-kata penghinaan.


"Diam....." teriak sang CEO dengan suaranya yang menggelegar di ruangan tersebut, membuat semua karyawan kembali diam,

__ADS_1


"Ada lagi yang merasa dirinya terlibat..??


segera bangun sebelum saya seret ke depan..?? ancam CEO dengan suara tak kalah dingin yang tadi.


Para karyawan yang merasa dirinya terlibat segera bangun dengan kaki gemetar dengan wajah pucat pasi,apalagi para karyawan semua menatap ke arah mereka.


dan mereka juga sama seperti karyawan yang satu tadi disuruh berdiri di depan menghadap ke arah parah karyawan yang sudah berkumpul.


"Ada yang mau kalian jelaskan dengan video ini..?" tanya CEO masih dengan suara dingin


namun tak ada seorang pun dari mereka yang berani membuka suara, seakan-akan mereka bisu dan tuli dengan perkataan sang CEO, mulut mereka terasa seperti terkunci rapat-rapat.


Brakkk...


meja pun kembali di gebrak


"kenapa masih diam, apa kalian semua tuli hah..?" bentak CEO


semua tersangka masih diam seribu bahasa tidak ada yang berani menjawab, seakan-akan mereka benar-benar tuli,


"jika tidak ada yang mau bicara,biar saya saja yang yang bicara, mulai saat ini saya tidak ingin melihat kalian yang berdiri disini berada di perusahaan saya" tunjuk sang CEO kepada para tersangka.


Akhirnya mereka memberanikan diri untuk membuka suara,


"pak maafkan kami, kami ngaku perbuatan kami itu salah" ujar salah satu dari mereka dengan wajah pucat pasi serta tubuh gemetaran


"kalau kalian tahu perbuatan kalian salah kenapa kalian lakukan hah..?" bentak CEO dengar keras,


"jawab..!!"


"kenapa kalian diam hah..?"


brakkk meja di gebrak sekali lagi ini lebih keras dari tadi.


"Kalian tahu...?gara-gara perbuatan kalian hampir satu nyawa orang melayang"


tidak ada lagi yang berani bersuara semuanya kembali terdiam.


"Sekarang saya kasih dua pilihan untuk kalian di pecat tidak hormat, atau di penjara,silahkan pilih salah satunya"


"ampun pak kami tidak mau di penjara" ujar mereka serentak sambil berlutut


"kami minta maaf pak,kamu juga tidak mau dipecat" sambung mereka lagi


"kalian pikir cukup dengan minta maaf hah..?


apa kalian pikir dengan kalian minta maaf semua masalah terselesaikan hah...?" bentak Gibran dengan suara yang semakin dingin karena geram dengan kelakuan para karyawannya,


merekapun kembali diam tidak ada yang berani bersuara.

__ADS_1


"Kalau masalah bisa di selesaikan dengan hanya dengan minta maaf buat apa polisi dan hukum di negara ini" suara CEO kembali menggelegar.


Seisi ruangan kembali senyap tak ada yang berani bersuara, bahkan lalat pun, yang tadi sibuk bernyanyi-nyanyi ikut terdiam, mendengar suara CEO yang sangat keras, mungkin lalat pun takut kenak damprat singa yang sedang ngamuk.


Mungkin ku dapat memaaafkan mu kembali demi cinta yang ada di hatiku..


(kok jadi nyanyi sih Thor, serius dikit Napa?? Bambang Gibran lagi marah tuh).


"Aldo seret mereka semua keluar" perintah CEO kepada Aldo


"mulai hari ini kalian dilarang menginjakkan kaki di perusahaan ini" ujarnya kembali dengan nada dingin.


Kemudian Aldo di bantu oleh para keamanan perusahaan, menyeret mereka semua yang terlibat keluar dari perusahaan, para tersangka pun cuma pasrah daripada mereka harus mendekam di jeruji besi.


Sementara para karyawan yang menyaksikan kejadian tadi mereka merasa merinding dengan tatapan CEO yang sangat murka, mereka juga baru pertama kali melihat CEO semurka ini, walaupun mereka tahu CEO mereka memang dingin, mereka juga kasihan dengan para karyawan tersebut, yang dipecat dengan tidak hormat, mereka juga tahu setelah pemecatan dari perusahaan ini, tidak ada lagi perusahaan lain, yang berani menerima para karyawan tersebut, yang artinya mereka sudah di blacklist ,setelah para karyawan yang terlibat di hempas keluar sang CEO kembali bersuara.


"Ini menjadi pelajaran bagi kalian semua, saya tidak mau kejadian yang seperti ini


terulang kembali, saya menggaji kalian mahal-mahal di sini bukan untuk membully orang yang tidak bersalah, saya gaji kalian untuk bekerja, paham kalian semua..?"


Para karyawan yang masih ada di situ kembali diam mereka juga tidak berani berbicara, mereka masih takut dengan muka seremnya CEO,saat ini CEO mereka lebih menakutkan dari pada hantu, hehe.


"Kenapa semua kalian diam..? paham tidak apa yang saya bilang..?" bentak Gibran dengan suara kembali terdengar dingin,


"paham pak," jawab mereka serempak dengan suara sedikit di paksakan.


Setelah mendengar jawaban dari mereka, sang CEO langsung pergi dari ruang rapat tanpa mengucap sepatah kata pun lagi.


Semua karyawan yang berada di situ kembali bernapas lega, mereka seperti sudah terlepas dari maut,dan suasana kembali ricuh, pasalnya mereka belum tahu siapa perempuan yang berpakaian OB di video tersebut, mereka sangat penasaran kenapa mereka menyiksa karyawan tersebut.


Rasa penasaran juga dirasakan oleh para sahabatnya Riani, dan mereka sangat yakin bahwa yang ada di video itu adalah Riani, karena cuma Riani sekarang yang tidak ada di antara mereka, dan mereka pun yakin bahwa penyiksaan terhadap Riani ada hubungannya dengan isu tentang mutasinya Dewi, mereka sangat marah karena sahabat mereka sampai disiksa seperti itu, mereka jadi sangat khawatir terhadap Riani, apalagi setelah mendengar perkataan CEO tadi, bahwa akibat penyiksaan dari karyawan tadi hampir membuat nyawa seseorang melayang.


Bagaimana keadaan riani sekarang..?


Apakah Riani terluka parah..?bermacam-macam pertanyaan berputar di otak mereka, mereka pun sangat gelisah.


Sementara Ardi juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh para sahabat Riani, dan dia juga yakin bahwa perempuan di vidio itu adalah Riani, karena dari pertama ia masuk keruangan rapat dia tidak melihat Riani sama sekali.


Kemudian Aldo kembali dan membubarkan semua karyawan yang berkumpul.


"Terimakasih atas waktu kalian semua, kalian sudah bisa kembali berkerja seperti biasa".


Akhirnya para karyawan semua bubar dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing dengan seribu macam pertanyaan di otak mereka.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Hy readersku tersayang aku kembali lagi nih.


jangan lupa tinggalkan like and coment nya yah.

__ADS_1


dan vote nya juga terima kasih


__ADS_2