
LESCA THOR 100
Dua hari kemudian, Lesca begiti sibuk di rumah sakit karena ada beberapa pasien kritis datang dalam waktu yang bersamaan.
Lesca bahkan lupa mengabarkan Thor atau ayahnya untuk menjemput Given.
"
Drrrttt Drrrtttt ...
Ponsel Thor berbunyi di saat dirinya meeting. Dan dia melihat nomer tak dikenal di sana.
Hingga akhirnga Thor tak mengangkatnya karena dia berpikir itu bukanlah telepon penting.
Thor melanjutkan meetingnya hingga menjelang sore. Thor juga sangat sibuk di perusahaan seharian dan membuatnya tak menelepon Lesca sama sekali.
*
Rumah sakit ...
"Huufftt ... Apakah ada pasien darurat lagi?" tanya Lesca.
"Tidak ada, Dokter. Tapi kita masih harus mengawasi dua pasien yang baru dioperasi sampai malam," jawab perawat yang berjalan di sebelah Lesca.
"Baiklah, aku akan kembali ke ruanganku. Kabari aku kondisi pasien itu secara bertahap," sahut Lesca.
Lalu Lesca berjalan menuju ruangannya dan masuk ke sana.
Lesca duduk di kursinya dan melihat ke arah ponselnya yang ada di atas meja.
__ADS_1
Lalu matanya terbelalak ketika mengingat sesuatu. Dia mengambil ponselnya dan melihat jam di sana.
"Oh God," gumam Lesca.
Lesca melihat banyak panggilan masuk ke ponselnya dan segera menelepon nomer itu lagi.
"Halo, maaf, aku adalah orang tua Given. Tadi aku sedang sangat sibuk dan lupa untuk mengabari anda. Aku akan menjemputnya sekarang," kata Lesca.
"Maaf, Nyonya. Bukankan Given sudah pulang? Tadi ada yang menjemputnya," jawab sang guru.
"Banarkah? Mungkin itu kakek atau ayahnya. Terima kasih," jawab Lesca dan menutup sambungan teleponnya.
Lalu Lesca menelepon Franklin untuk memastikan bahwa Given bersama sang ayah.
"Halo, Dad. Apakah Given bersama daddy?" tanya Lesca.
"Jadi daddy tak menjemputnya?" Sahut Lesca yang sedikit khawatir.
"Ada apa, Sayang?" tanya Franklin yang ikut panik.
"Aku lupa menjemputnya dan kata gurunya Given sudah pulang," jawab Lesca.
"Mungkin Thor yang menjemputnya," sahut Franklin.
"Baiklah, aku akan menelepon Thor. Bye, Dad," ucap Lesca.
Lesca kemudian menelepon Thor dan pria itu tak segera mengangkatnya.
"Halo, Honey. Given bersamamu?" tanya Lesca.
__ADS_1
"Apa maksdumu? Bukankah kau yang akan menjemputnya?" sahut Thor.
"Oh God. Aku lupa menjemputnya tadi lalu aku menelepon gurunya dan dia bilang jika Given sudah dijemput. Siapa yang menjemputnya? Aku menelepon daddy dan daddy bilang tak menjemput Given," jawab Lesca yang kemudian berdiri dari kursinya.
Lesca mengambil tas nya dan segera keluar dari ruangannya dengan tergesa gesa.
"Tenanglah, oke? Aku akan mencarinya," jawab Thor.
"Aku akan ke sekolahnya sekarang," kata Lesca terburu buru.
"Baiklah, kita bertemu di sana," jawab Thor dan menutup ponselnya.
Thor menelepon semua anak buahnya untuk mencari Given dan memulainya dari sekolah.
Thor keluar dari perusahaannya dan langsung menuju ke sekolah Given.
Pria itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di sekolah.
Bisa dibayangkan bukan, apa saja umpatan yang keluar dari mulut manis Thor karena begitu paniknya mendengar kabar hilangnya Given.
Beberapa menit kemudian, Thor pun sampai di sekolah Given. Thor belum melihat mobil Lesca di sana.
Thor segera masuk ke gerbang sekolah dan beberapa guru menunggu setelah Thor tadi menelepon kepala sekolahnya.
"Kalian sudah memeriksa CCTV nya?" tanya Thor.
"Sudah, Tuan. Ini plat nomer mobil yang menjemputnya," jawab Sang kepala sekolah sembari memberikan nomer itu.
"Baiklah, aku akan mencarinya," jawab Thor.
__ADS_1