
Given 30
Given dan Kenzo masuk ke dalam apartemen Given.
"Jangan memegang apa pun dan duduk di sana saja," kata Given dengan ketus pada Kenzo.
Kenzo tak menjawab apa pun dan duduk di sofa.
Lalu Given berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan berganti baju.
Dia akan memakai baju sederhana saja tapi tetap terkesan elegan menyesuaikan dengan acara makan malam yang santai ini.
*
Kenzo menyenderkan tubuhnya di sandaran sofa dan menutup matanya sebentar karena ia merasa sedikit lelah.
Sejak kemari malam Kenzo hanya sedikit beristirahat untuk mengurusi pekerjaannya yang menguras pikirannya.
Maka dari itu, ia masih ingin mempertahankan Given di perusahaannya karena ia tak ingin menambah beban pikirannya lagi untuk mengurusi hal lainnya.
CEKLEK
Given keluar dari kamar dan sudah terlihat rapi serta cantik. Wanita itu mengambil sandal high heels di rak sepatunya dan berjalan menuju sofa.
__ADS_1
Given melihat ke arah Kenzo yang tampak sedang tidur. Wanita cantik itu terpaku melihat wajah Kenzo yang terlihat lelah. Dalam kondisi tidur pun, Kenzo masih terlihat sangat cool dan raut wajahnya dingin.
"Dia tampan tapi menyebalkan," bisiknya dan duduk di sebelah Kenzo untuk memakai sandal high heels nya yang bertali.
Kenzo membuka matanya karena gerakan kursi sofa terasa olehnya.
Lalu Kenzo mengusap matanya dan melihat ke arah Given.
"Mau kubuatkan kopi dulu?" tanya Given pelan.
"Tak perlu," jawab Kenzo.
"Aku tak akan memberinya racun," sahut Given sambil mengikat tali sandalnya.
"Mengapa wanita suka sekali memperumit hidupnya?" ucap Kenzo.
Given berdecak dan tak menggubris ucapan Kenzo yang selalu menyebalkan itu.
"Done, ayo berangkat," kata Given.
"Aku ingin cuci muka dulu," ucap Kenzo karena matanya memberat dan lumayan mengantuk.
"Mengapa kau tak bilang dari tadi?" sahut Given.
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak bicara," jawab Kenzo dan menuju ke kamar mandi yang ada di dekat ruang tengah.
Kenzo membuka jas nya dan menaruhnya di meja di dekat pintu kamar mandi.
Lalu pria itu masuk dan Given membalas pesan Steven bahwa dirinya akan berangkat sebentar lagi.
Sepuluh menit kemudian, Kenzo keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang lebih segar.
Rambut cepak-nya sudah sangat klimis seperti biasanya dan matanya sudah tak mengantuk lagi setelah membasuhnya dengan air.
Lalu Kenzo mengambil jasnya dan dasinya tampak sudah tak ada lagi serta kancing kemejanya dibuka sampai tiga kancing hingga terlihat sedikit tato di dadanya. Lengan kemejanya pun sudah digulung sampai sikutnya.
'He's so hot. Damn!!' batin Given dan mengalihkan pandangannya dari pria cool itu.
Lalu Kenzo dan Given keluar dari apartemen menuju ke lobby kembali.
Given berjalan di depan Kenzo dan pria itu bisa melihat dengan jelas pinggul Given yang bergerak ke kanan dan ke kiri.
Given memakai dress dengan bagian roknya yang lebar dan panjang selutut. Tapi itu tetap membuatnya terlihat seksi.
Rambut Brown gold nya yang panjang terurai seksi dan bahu mulusnya terlihat indah meskipun sedikit tertutup rambut panjangnya.
Lalu mereka masu ke dalam lift dan kebetulan ada dua orang pria di dalam lift itu. Kenzo berdiri di dekat Given dan melihat ke arah dua pria yang memandang dengan mata mesumnya pada Given.
__ADS_1