HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 39


__ADS_3

Lesca Thor 39


"Kau mau ke mana?" tanya wanita itu.


"Ke Dublin, tapi tujuanku adalah Dingle," sahut Lesca.


"Wow ... Tujuan kita sama. Aku juga akan pergi ke Dingle," jawab wanita itu.


"Oh ya, aku Lemony. Kau?" tanya wanita yang bernama Lemony itu.


"Aku Lesca," jawab Lesca ramah


"Kau sendirian?" tanya Lemony.


"Ya," jawab Lesca.


"Aku juga sendirian. Kau ke Dingle naik apa? Aku menyewa mobil dan sendirian. Kau bisa ikut denganku jika kau mau," kata Lemony.


"Aku akan naik bis," jawab Lesca.


"Kalau begitu ikut aku saja. Perjalanan akan lebih menyenangkan jika kita naik mobil. Terdapat banyak pemandangan indah dalam perjalanan menuju Dingle," kata Lemony.


Lesca diam dan tampak masih berpikir.


"Baiklah," jawab Lesca tersenyum.


"Akhirnya perjalananku tak akan terlalu membosankan," ucap Lemony.


"Kau berlibur ke Dingle?" tanya Lemony.


"Tidak, aku pindah kerja ke sana," jawab Lesca.

__ADS_1


"Kau kerja di kota kecil itu?" tanya Lemony.


"Ya," sahut Lesca.


"Bekerja di mana?" tanya Lemony lagi.


"Aku seorang dokter. Dan baru pindah serta ditugaskan di kota kecil itu," ucap Lesca.


"Jadi kau seorang dokter? Wah itu pekerjaan yang sangat mulia. Kau sudah menikah?"


"Belum," jawab Lesca.


"Oh ya, kau sedang berlibur ke Dingle?" tanya Lesca.


"Tidak, di sana rumah nenekku dan aku mengunjunginya. Aku akan bertunangan bulan depan dan nenekku minta agar acaranya dilakukan di sana. Nanti aku akan mengundangmu. Datanglah, oke?" sahut Lemony.


"Jadi kau akan bertunangan?" tanya Lesca.


"Jika aku tak sibuk, aku pasti akan datang," jawab Lesca.


Cukup lama mereka mengobrol hingga akhirnya mereka masuk ke dalam pesawat.


Lesca dan Lemony duduk di bangku yang berbeda dan membuat mereka tak bisa mengobrol lagi.



*


Satu jam lebih perjalanan hingga akhirnya Lesca sampai di Dublin -- ibukota Irlandia.


Lesca dan Lemony bertemu kembali dan mereka berjalan bersama menuju tempat pengambilan bagasi.

__ADS_1


Setelah mengambil koper, Lesca dan Lemony menuju ke arah parkiran mobil untuk menemui seseorang.


"Thank you, Paman," ucap Lemony mengambil kunci dari pria yang memakai jas hitam itu.


"Sama - sama, Nona. Berhati - hatilah," sahut pria itu.


"Ayo, Lesca," ucap Lemony.


Lesca mengangguk.


Kemudian Lesca memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil Range Rover itu.


*


*


Lesca melihat ke arah Lemony yang merupakan wanita dengan karakter cerita serta supel.


Sepanjang perjalanan, Lemony hanya bercerita tentang keluarganya dan jarang membicarakan tentang calon tunangannya.


"Kau pasti bertanya - tanya mengapa aku tak menceritakan tentang kekasihku. Kau tahu mengapa?" tanya Lemony.


Lesca hanya mengedikkan bahunya.


"Karena aku takut pertunanganku gagal kembali. Aku tak ingin terlalu bahagia dan tak ingin pula berkespektasi tinggi karena takut dengan realita ke depannya yang tak pernah kita tahu ada kejutan apa di dalamnya nanti," ucap Lemony.


"Kau pernah gagal bertunangan?" tanya Lesca.


"Ya, bahkan ketika itu pertunanganku sudah diadakan. Lalu tiba - tiba ada seorang wanita hamil yang mengaku mengandung anak dari pria brengsek itu. Dia bahkan berani membuktikan bahwa bayi itu adalah bayi mantanku dengan tes DNA. Seketika itu aku langsung pergi dari sana," jawab Lemony.


Mendengar kata 'Hamil' membuat Lesca sedikit tak nyaman dan kembali fokus memandang ke depan.

__ADS_1


"Dan mantanku masih tak mengakui bahwa itu anak mereka berdua. Pria brengsek itu masih ingin melanjutkan pertunangan kami setelah apa yang sudah dia lakukan itu," lanjut Lemony.


__ADS_2