HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 33


__ADS_3

Given 33


Pelayan menghidangkan makanan mereka dan mereka pun makan malam bersama tanpa ada obrolan kali ini.


Kenzo yang pada dasarnya tak terlalu suka mengobrol, tampak menikmati makan malamnya.


Lalu ponsel Kenzo bergetar dan pria itu segera mengangkatnya.


"Halo, Vig. Sorry, aku tak bisa menemuimu malam ini," sahut Kenzo.


"Kau pergi dengan Given?" tanya Viggo.


"Hmm, dia ingin ditemani," jawab Kenzo.


Given kembali menoleh ke arah Kenzo yang tampaknya sedang membicarakan dirinya dengan Viggo.


"Kalian akan bergulat lagi?" tanya Viggo.


"Mungkin saja. Karena saat ini matanya menunjukkan hal itu. Dia ingin menghajarku habis- habisan nanti malam," jawab Kenzo dengan kata katanya yang ambigu.


'Pria ini semakin menyebalkan saja,' batin Given kesal.


"Bisa kita bicara sebentar?" ucap Given dan mengambil ponsel Kenzo lalu mematikan sambungan telepon dari Viggo itu.


"Kita bisa bicara di sini saja," jawab Kenzo yang kembali memakan makan malamnya.


"Tidak, aku ingin bicara berdua saja," sahut Given.

__ADS_1


"Ini acara mereka dan tak baik jika kita menghilang di tengah makan malam, Cherie," sahut Kenzo.


"Stop memanggilku dengan sebutan itu," ucap Given kesal.


"Kalian sedang bertengkar?" tanya Steven akhirnya.


Kenzo menoleh ke arah Steven.


"Ini urusan kami," jawab Kenzo dengan wajah dinginnya.


"Given, are you oke?" tanya Steven karena dia khawatir Kenzo akan menyakiti Given.


"Wait ... Kau pikir aku akan menyakitinya? Aku tak pernah menyakiti seorang wanita," sahut Kenzo menatap tajam mata Steven.


"Aku tak bermaksud seperti itu. Aku hanya melihat Given terlihat tak nyaman," jawab Steven yang mulai terpancing emosinya.


"Tidak. Tak seperti itu, Kak. Kami hanya sedikit selisih paham sejak kemarin," ucap Given menengahi.


Given menatap lekat mata Kenzo.


"Tidak, aku membutuhkanmu," jawab Given akhirnya karena dia tak mau sendirian di sana tanpa Kenzo.


"See?" ucap Kenzo penuh kemenangan pada Steven.


"Lanjutkan makan malam kalian. Lalu kita berdansa. Bagaimana?" ucap Lilia yang ingin mencairkan suasana kaku ini.


"Aku tak suka berdansa," sahut Kenzo.

__ADS_1


"Given sangat suka berdansa. Benarkan? Steven memberi tahu hal itu padaku," sahut Lillia.


"Ya, aku suka berdansa," jawab Given di sela sela makan malamnya.


"Hmm, dulu kita sering berdansa bersama," sahut Steven.


"Ya, dan sekarang kau sering berdansa denganku," ucap Lillia.


Steven tersenyum dan Lillia mengecup bibir Steven di depan Given.


Given kembali melihat ke arah makanannya dan segera menyelesaikannya.


Kenzo menyelesaikan makannya dan kemudian melihat ke arah Given.


Pria itu menatap ke arah Given yang tak bicara sama sekali dan tampak tak selera memakan makanannya.


Lalu Given menoleh ke arah Kenzo karena merasa pria itu masih menatapnya.


"Hmm?" ucap Given.


"Kau tak ingin mengajakku berdansa?" tanya Kenzo akhirnya.


Given hanya menatap mata pria itu dan tak menjawab apa pun.


Lalu Kenzo menangkup tengkuk leher Given dan mendekatkan wajahnya pada pipi Given.


"Kau tak akan hanya duduk diam di sini melihat mereka berdansa, bukan? Atau kau lebih senang kita bergulat di atas ring? Kalau iya, lebih baik kita pulang setelah ini," bisik Kenzo.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan berdansa denganmu," sahut Given pada akhirnya.


Kenzo hanya tersenyum miring dan menyeruput kopinya lagi yang dia pesan untuk kedua kalinya hanya untuk mengusir rasa kantuknya.


__ADS_2