HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 73


__ADS_3

LescaThor 73


Lesca dan Thor masih saling menatap hingga suara seorang anak kecil menyadarkan mereka.


"Apakah daddy sedang memasukkan bayi ke perut mommy?" tanya Given yang tiba tiba bangun dan kini duduk di samping Thor.


"Oh my ... Kau mengagetkan daddy, Honey," ucap Thor dan memangku anak semata wayangnya.


"Mengapa kau bangun, Sayang?" tanya Given.


"Aku ingin melihat daddy memasukkan adikku karena tadi siang daddy berjanji padaku," jawab Given sambil mengusap matanya yang mengantuk.


Thor dan Lesca saling berpandangan mendengar ucapan Given itu.


"See? Begitulah kalau kau memberinya janji," kata Lesca sembari memasang perban di kening Thor.


"Bukankah daddy bilang nanti? Itu artinya tidak sekarang dan mungkin masih menunggu waktu sedikit lama," jawab Thor menciumi kepala Given.


"Jangan bergerak," ucap Lesca ketika kepala Thor tak bisa diam.


"Sorry, Dokter," sahut Thor.


Lalu Given memeluk Thor dan pria itu menidurkannya di pangkuannya.


Thor mengusap usap punggungnya hingga putri cantik itu tertidur kembali.


Lesca yang melihat interaksi keduanya merasa hatinya menghangat.


Senyum tipis menghiasi sudut bibirnya.


"Sudah seleai," ucap Lesca ketika sudah selesai mengobati luka Thor.

__ADS_1


"Terima kasih, Dokter," sahut Thor.


Lesca tak menjawab apa pun.


"Kau menghapus tatomu?" tanya Thor yang tak melihat tato di lengan Lesca lagi.


"Ya, Given terlalu kritis dan aku memutuskan untuk menghapusnya," sahut Lesca.


"Lalu tato di perutmu juga?" tanya Thor lagi.


"Tidak," jawab Lesca singkat dan membereskan tempat obatnya.


"Di bawah dadamu?" tanya Thor sekali lagi.


Lesca menoleh pada Thor.


"Semua tato di balik baju ini masih ada kecuali di tanganku. Kau puas?" sahut Lesca.


"Hentikan pembahasan ini, Thor," ucap Lesca dan merebahkan tubuhnya kembali ke ranjang.


Thor terenyum miring dan kemudian merebahkan Given di tempat pinggir ranjang yang tersekat dengan dindinng kayu.


Thor kemudian menggendong Lesca dan menaruhnya di tengah ranjang.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Lesca.


Aku akan tidur di pinggir. Kau bisa jatuh nanti," jawab Thor.


Lalu Lesca membalikkan tubuhnya menghadap Given yang sudah terlelap tidur itu.


Sedangkan Thor tidur di belakang Lesca.

__ADS_1


Tangannya melingkar di pinggang Lesca. Lesca masih terdiam.


Tak ada kata di antara keduanya. Thor semakin mendekatkan tubuhnya di punggung Lesca.


Thor mencium wangi rambut Lesca dan menghirupnya lembut.


"Kau ingin anak laki laki atau perempuan lagi?" tanya Thor berbisik di telinga Lesca.


"Aku tak pernah mempedulikan hal itu. Laki laki atau perempuan sama saja bagiku," jawab Lesca.


Thor menyibak rambut Lesca yang menutupi tengkuk lehernya lalu mengecup tengkuk leher Lesca.


Darah Lesca langsung berdesir cepat ketika Thor melakukan hal itu.


Lesca menutup matanya. Sebagai perempuan dewasa yang normal terntu saja Lesca menginginkan hal ini dan sangat ingin menuntaskan hasrat yang dipendamnya selama bertahun tahun.


"Kapan terakhir kali kau melakukannya?" tanya Thor berbisik kembali.


Lesca tahu pertanyaan ini menjurus ke arah mana.


"Enam tahu yang lalu," sahut Lesca lirih sambil meneguk ludahnya ketika tangan Thor mulai naik ke area dada Lesca.


Thor menyunggingkan senyum miringnya dan entah mengapa dia senang mendengar hal itu.


Lesca tak menahannya dan dia menggigit bibirnya agar desahaaannya tak keluar ketika Thor menyentuh dadanya.


Thor menciumi bahu Lesca dan menyesap harum wangi berry di sana.



__ADS_1


__ADS_2