
GIVEN 35
"Seharusnya kau menolak ajakannya untuk bertemu denganmu," ucap Kenzo di tengah perjalanan mereka menuju apartemen Given.
"Kami masih berteman baik," jawab Given.
"Kau naif sekali. Itu tak akan mungkin terjadi. Kalian tak akan bisa berteman baik lagi karena itu tak akan disukai oleh istrinya," sahut Kenzo tersenyum miring.
"Aku tak suka bermusuhan," jawab Given.
"Kau memusuhiku," sahut Kenzo.
"Ck, kau yang memulai permusuhan kita," jawab Given.
"Aku tak pernah memusuhimu," sahut Kenzo.
"Jelas jelas kau memusuhiku sejak awal, Kenzo. Kau lupa ingatan? Kau pikir aku suka bermusuhan denganmu? Itu benar benar menguras energiku," jawab Given kesal.
"Kau masih mencintainya?" tanya Kenzo mengalihkan pembicaran.
"Itu bukan urusanmu," jawab Given.
__ADS_1
"See? Kau yang ingin bermusuhan denganku," sahut Kenzo.
"Kauuu ..." Given kesal.
"Dia tidur dengan wanita lain?" tanya Kenzo.
Given menoleh ke arah Kenzo dan terdiam sedikit lama.
"Ya, kau benar. Aku pernah mencintainya tapi dia membuatku kecewa karena tidur bersama wanita lain yaitu Lillia. Kurasa semua pria sama saja. Mereka akan cepat tergoda dengan tubuh polos seorang wanita," jawab Given akhirnya.
"Kalian sempat berpacaran?" tanya Kenzo.
"Aku tak tahu. Steven tak tegas sejak awal dan dia masih ragu ragu karena terlalu rendah diri dengan keluargaku. Lalu dia terpesona oleh Lillia yang menurutnya sederhana dan akhirnya tidur dengannya. Sudahlah, aku tak ingin membahas hal itu lagi," jawab Given.
"Kami sudah berteman sejak kecil. Dan dia selalu menjagaku karena rumah kami berdekatan. Dan seiring waktu aku pun menyukainya karena menurutku dia pria yang baik dan lembut," jawab Given.
"Lucu sekali. Lembut pada semua wanita hingga menidurinya?" sahut Kenzo.
"Terserah jika kau mau menganggapku wanita bodoh. Ya, aku akan bodoh jika sudah mencintai seorang pria dan itu sangat menyebalkan. Aku bahkan tak bisa membencinya dan masih menyayanginya. Mungkin rasaku padanya sekarang lebih pada seperti kakakku sendiri," jawab Given.
"Bagaimana denganmu? Apa kau akan bodoh juga jika mencintai seorang wanita?" tanya Given pada Kenzo.
__ADS_1
"Aku tak bisa dibodohi oleh wanita mana pun dan aku tak mudah tergoda pada seorang wanita," jawab Kenzo.
"Oh ya? Aku sama sekali tak percaya hal itu. Kelemahan pria adalah wanita kecuali kau gay," sahut Given.
"Come on ... Aku tak se-menjijikkan itu. Aku hanya tak ingin hidupku rumit karena wanita. Itu saja. Dan aku benar benar tak akan mudah tergoda oleh wanita secantik apa pun," jawab Kenzo.
Lalu mobil Kenzo berhenti di depan apartemen Given.
"Banyak yang bilang, jika seorang pria menatap mataku dalam waktu yang lama, maka dia akan jatuh cinta padaku hanya dalam beberapa menit saja," kata Given.
"Kau terlalu percaya diri," jawab Kenzo.
"Kau mau mencoba?" tantang Given.
"Lalu jika kau berhasil, kau akan menertawakanku dan mendepakku?" sahut Kenzo.
"Yup. Rencanaku bagus, bukan? Aku ingin melihatmu menderita karena wanita," jawab Given dan akan membuka pintu mobil.
Kenzo menarik tangan Given dan membuat wanita itu menoleh kembali pada Kenzo.
"Aku terima tantanganmu. Akan sangat menyenangkan jika bisa mengalahkan wanita cantik sepertimu," kata Kenzo tersenyum miring.
__ADS_1
Given menatap lekat mata Kenzo dan terdiam terpaku. Begitu juga dengan Kenzo yang menatap netra heterochromia indah milik Given.