HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 59


__ADS_3

LescaThor 59


Keesokan harinya Lesca kembali ke rutinitas-nya di rumah sakit. Thor lah yang mengantar dan menjemput Given sekolah.


Franklin dan Natasha ikut senang melihat hal ini karena Given akhirnya memiliki keluarga yang utuh yaitu memiliki ayah dan ibu yang sudah berkumpul meskipun Lesca dan Thor tak menikah.


Setidaknya Given memiliki kasih sayang yang lengkap dari ayah dan ibunya.


Kini Given dan Thor sedang berada di dalam mobil menuju ke sekolah.


Thor melihat Given yang sedikit pendiam dan tak banyak bicara seperti kemarin.


"Hei, ada apa? Apakah ada yang mengganggu pikiranmu, Honey?" tanya Thor.


"Boleh aku bertanya, Daddy?" tanya Given pelan.


"Tentu saja. Bertanyalah," jawab Thor.


"Mengapa daddy tak tidur bersama mommy? Bukankah seharusnya mommy dan daddy tidur bersama? Nenek dan Kakek tidur bersama. Mommy dan daddy temanku juga tidur bersama. Tapi mengapa mommy dan daddy tak tidur bersama? Apakah karena ada aku di ranjang mommy?" tanya Given dengan polosnya.


Jujur, Thor bingung harus menjawab apa karena Given belum mengerti dengan hal ini.


"Daddy sedang sakit dan tak ingin membuat mommy terganggu," jawab Thor.


"Mommy adalah dokter. Jadi itu tak masalah buat mommy. Mommy pasti akan merawat daddy," ucap Given.


'Oh God ...' batin Thor.

__ADS_1


"Apakah daddy tak menyukai mommy?" tanya Given lagi.


"Tidak, Sayang," jawab Thor.


"Lalu mengapa daddy tak pernah mencium mommy? Tak seperti yang lainnya?" tanya Given kritis tapi tetap polos.


"Daddy mencium mommy tapi tak melakukannya di depanmu," sahut Thor dengan jawaban aman.


"Why? Kakek mencium nenek di depanku," tanya Given lagi.


'Oh my ...' batin Thor lagi.


Dia semakin bingung dengan jawaban atas pertanyaan dari putri cantiknya itu.


"Daddy berbohong, ya kan?" ucap Given lagi.


'Setidaknya aku tak berbohong karena dulu aku pernah menciumnya, bukan?' batin Thor.


"Aku tak percaya," kata Given lagi dan mencebik lalu melihat ke arah depan lagi.


"Baiklah, nanti daddy akan mencium mommy di depanmu. Oke?" sahut Thor akhirnya agar bisa melihat senyum manis putri semata wayangnya itu.


Given mengangguk dan tersenyum.


"Aku ingin seorang adik seperti teman - temanku," ucap Given dengan senyum lebarnya.


Kepala Thor semakin pusing dengan keinginan putri kecilnya itu.

__ADS_1


Dan Thor bersyukur karena mereka sudah tiba di sekolah hingga dia tak perlu menjawab pertanyaan Given.


"Nanti daddy akan menjemputmu lagi," kata Thor sembari menggendong Given menuju gerbang sekolahnya.


Given pun mengangguk dan tersenyum lalu mencium kedua pipi daddy-nya.


"I love you, Daddy," ucap Given.


"I love you too, Honey," sahut Thor lalu mengecupi wajah Given yang cantik.


Thor menurunkan Given dari gendongannya dan gadis kecil itu melambaikan tangannya pada Thor.


"BYE, DADDYYYY!!" teriak Given ketika dia sudah sampai di pintu sekolahnya.


Thor pun melambaikan tangannya pada bidadari kecilnya itu.


Lalu Thor berbalik pergi ketika Given sudah masuk ke sekolahnya.


"Hufftttt ..." Thor menghela nafasnya.


Thor kembali ke rumah nenek Leny dan seharian ini akan mengerjakan pekerjaannya yang telah tertunda beberapa hari.


Ketika Thor dalam perjalanan menuju rumah Leny, ia melihat Lesca berada di pinggir jalan dan sibuk menelepon.


Thor ingin melewatinya tapi dia tak bisa mengabaikan hal itu.


Thor akhirnya menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan kemudian turun mendekati Lesca.

__ADS_1


__ADS_2