HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
EXTRA PART 2


__ADS_3

Extra Part 2


"Kau jadi kuliah di London?" tanya Bella -- sahabat baik Given di sekolah.


"Ya," jawab Given.


"Masih kurang beberapa bulan lagi. Kau tak ingin berlibur dengan teman teman kita?" tanya Bella.


"Tidak, aku ingin fokus tes masuk kuliah di sana," jawab Given.


"Apa semua karena Steven?" tanya Bella lagi.


"Hmm, kau tahu kan bahwa aku sudah menyukainya sejak dulu dan sekarang dia sedang melanjutkan pendidikannya di sana. Jadi aku akan menyusulnya ke sana," jawab Given.


"Kau tahu bahwa dia punya kekasih, kan?" tanya Bella.


"Ya, tapi mereka belum menikah. Apa salahnya?" sahut Given.


"Kau sangat cantik, menarik, kaya raya. Kau bisa mendapatkan lelaki mana pun selain dia, Given. Dia lebih suka wanita dewasa. Bahkan dia lebih suka wanita yang lebih tua darinya," ucap Bella.


"Ya, aku tahu itu. Aku ingin menyusulnya ke sana karena aku ingin tahu seberapa besar apa rasa sukaku padanya. Dia pria yang sangat baik, Bella. Awalnya aku menganggap dirinya sebagai kakakku. Lalu lama kelamaan aku menyukainya dan dia tetap menganggap aku seperti adiknya," jawab Given.


"Semoga kau mendapatkan pria yang baik selain dia," kata Bella.


Given hanya mengedikkan bahunya.

__ADS_1


*


Setelah sekolah bubar, Given pulang ke mansionnya seperti biasa karena pada dasarnya Given tak terlalu suka keluar ke mana pun dan lebih suka di rumah saja.


"Hai, Mom. Mommy tak ke rumah sakit?" tanya Given.


"Sebentar lagi. Mommy baru pulang karena akan operassi besar setelah ini dan ada yang harus mommy ambil," jawab Lesca yang sedang berjalan menuju ruang kerja.


"Aku akan ke kamar, Mom," ucap Given.


"Ya, Sayang," sahut Lesca dan Given pun naik ke atas kamarnya.


*


*


"Ya, ada apa, Mr?" tanya Thor pada kepala sekolah yang meneleponnya.


"Maaf, aku hanya memberitahu bahwa Kal kembali berkelahi di sekolah. Dan beberapa anak terluka setelah Clark memukuli mereka," sahut jawab sang kepala sekolah.


"Baiklah, aku akan ke sana sebentar lagi," jawab Thor dengan santainya seperti tak terjadi apa pun karena hal itu sudah biasa terjadi.


Thor bisa saja menyuruh asistennya untuk menangani masalah kecil ini, tapi Thor tetap mau mendampingi semua anak anaknya dalam semua problem mereka.


*

__ADS_1


*


Thor tiba di sekolah dan langsung menuju ke kantor kepala sekolah.


Thor masuk ke dalam ruangan kepala sekolah dan melihat kedua anak kembarnya dan juga 4 anak yang lain berdiri di sudut ruangan. Empat anak itu terlihat lebih besar dan bisa dipastikan itu adalah anak anak yang umurnya di atas si kembar.


Kal El dan Clark sama sekali tak terluka tapi naasnya para temannya tampak terluka di bagian wajah dan tangannya.


"Hello, Kids. Sudah cukup bermainnya?" tanya Thor pada si kembar.


"Aku tak bersalah," sahut Kal.


Thor melihat ke arah Clark.


"Mereka mengganggu anak perempuan dan Kal melawan mereka lalu aku membantu Kal," ucap Clark memberikan laporannya.


Lalu Thor melihat ke kepala sekolah.


"Aku percaya anakku dan beri anak anak itu peringatan atau aku akan mengeluarkan anakku dari sekolah ini dan mengambil semua fasilitas yang sudah kuberi," ucap Thor.


"T-tapi, Tuan," sahut kepala sekolah.


"Ini bukan perkelahian biasa dan aku tetap percaya pada anak anakku. Jika orang tua mereka bermasalah dengan hal ini maka suruh temui aku. Dua anakku dikeroyok oleh 4 anak yang bahkan lebih besar dari mereka dan bukan berarti anakku bersalah karena anakku yang menang dalam perkelahian ini," jawab Thor tegas


__ADS_1


__ADS_2