
Given 43
Jam delapan malam, Given memutuskan untuk menyudahi pekerjaannya dan kantor sudah sangat sepi. Keluar dari perusahaan, Given pergi ke restoran karena ia akan makan malam sendirian di sana.
Tak disangka, ia bertemu dengan Kenzo dan relasi perusahaan yang juga dikenal oleh Given.
"Nona Given!!" panggil pria paruh baya yang bernama Tuan Richard.
Given menoleh pada Richard dan tersenyum padanya. Lalu matanya terpaut pada sosok pria dingin di sebelah Richard yang selalu menjadi rivalnya itu.
"Kemarilah, makan bersama kami," ucap Richard.
"Apakah aku tak mengganggu?" tanya Given.
"Tentu saja tidak. Lagi pula kau kau pasti mengerti apa yang kami bicarakan dan kau tak akan menjadi pendengar saja," jawab Richard.
"Oke," sahut Given ramah dan dia pun duduk di samping Kenzo hanya itu kursi yang kosong.
Sedangkan di kursi sebelah Richard ada tas dan coat Richard yang ditaruh di sana.
Given membuka coatnya dan menyampirkannya ke belakang sandaran kursinya.
__ADS_1
Gerakan tubuhnya yang memutar memperlihatkan bagian dadanya yang sedikit terlihat karena potongan bajunya yang agak rendah.
Dan Kenzo melihat hal itu dengan mata elangnya yang kini melihat ke arah mata Given.
Given sama sekali tak tersenyum. Lalu wanita cantik itu mengikat rambutnya yang terurai dan memperlihatkan leher jenjangnya yang jelas itu terlihat oleh Kenzo.
Tak lama kemudian pelayan datang dan memberikan menu makanan pada Given. Lalu wanita itu memilih makanan yang diinginkannya.
"Kau masih single, bukan?" tanya Richard pada Given.
"Maksudku kau belum menikah," lanjut Richard sembari menyantap makan malamnya.
"Ya," jawab Given tersenyum.
"Really? Baiklah, aku akan mengatur jadwalnya nanti," ucap Given tersenyum.
Lalu minuman Given datang dan dia mengambil gula kemasan di sebelah kiri Kenzo dan itu membuat tubuhnya sedikit menyentuh lengan Kenzo.
"Excuse me," lirih Given tersenyum tipis pada sang Bos tampannya itu.
Kenzo masih diam tak bereaksi apa pun karena ia tahu bahwa Given sedang menggodanya.
__ADS_1
Kenzo menyunggingkan senyum tipisnya dan mengikuti alur permainan Given.
Tangan Kenzo kini berada di paha Given yang setengahnya terbuka karena roknya terangkat ketika duduk.
Given menelan salivanya dan berusaha tetap tenang dalam permainan yang dibuatnya sendiri.
"Kau belum menyentuh makananmu, Tuan Kenzo," kata Given.
"Ini hanya makanan penutup dan aku tak terlalu suka. Aku lebih suka makanan penutup yang lain," jawab Kenzo dengan suara beratnya yang tenang.
"Ken, pilih makanan penutup yang kau suka. Pesanlah lagi," kata Richard.
"Tidak, Paman. Aku akan menikmatinya nanti saja setelah pulang dari sini," jawab Kenzo yang masih memegang paha Given dan kini mengusapnya lembut hingga Given melipat kakinya.
Given mengusap tengkuk lehernya sendiri karena merasakan sesuatu yang berdesir di sana.
Dan Given sama sekali tak menyingkirkan tangan Kenzo dari pahanya dan ia berdalih pada dirinya sendiri bahwa ia akan mempermainkan gairah Kenzo yang sudah membuatnya marah dengan sikap dan perkataannya yang selalu pedas itu.
Tak lama kemudian, makanan pesanan Given datang dan dia pun segera memakannya meskipun kini fokusnya menjadi terpecah karena usapan tangan Kenzo di pahanya.
Lalu Given membuka sepatu high heels nya dan menyilangkan kakinya hingga akhirnya berada di atas paha Kenzo.
__ADS_1
'Kau pikir hanya kau yang bisa? I'm a Robert's Klan,' batin Given sambil menikmati makanannya tapi kakinya tampak bergerak perlahan hingga hampir menyentuh pangkal paha Kenzo.