
Given 51
Seminggu berlalu dan luka di tangan Given sudah mulai membaik. Given masih tak bekerja karena tangan kanannya adalah penentu gerakannya untuk bekerja di depan laptop.
Hal itu membuat Kenzo mengunjungi apartemen Given setiap hari untuk membantu Given mengerjakan tugasnya karena Kenzo juga membutuhkan otak Given untuk menyelesaikan urusan perusahaannya.
Given sudah tak pernah melihat Steven lagi karena pria itu sudah pulang ke Amerika bersama istrinya. Steven sempat mengirimkan pesan pada Given dan Given sama sekali tak membalasnya karena ia tak ingin menjalin hubungan apa pun termasuk pertemanan dengan Steven maupun Lillia.
Given ingin benar benar menghapus Steven dari kenangan masa lalunya. Kehadiran Kenzo yang meramaikan suasana hatinya belakangan ini, termasuk salah satu hal yang membuat Given sama sekali tak memikirkan Steven sama sekali.
Bahkan Given sudah memblokir nomer kontak Steven dari ponselnya.
Given dan Kenzo tak memungkiri bahwa mereka sama sama memiliki ketertarikan terutama fisik yang membuat mereka semakin sering berciuman dan bahkan terkadang hampir saja bertindak di luar kendali mereka.
Dan hubungan mereka? Semakin lama semakin berjalan baik dan sudah jarang bertengkar meskipun terkadang Given masih sering dibuat kesal oleh sikap Kenzo yang masih selalu menyebalkan baginya.
Mereka berpacaran? Tidak, tak ada yang memproklamirkan hal itu dan mereka menjalaninya seperti air yang mengalir.
"Gaby tak jadi mengunjungi kita kemari?" tanya Given sembari memotong cake yang dibawa Kenzo tadi.
__ADS_1
"Tidak, mommy langsung membawanya ke Amerika," sahut Kenzo.
"Sayang sekali, padahal aku sangat merindukannya," jawab Given.
Kenzo tak menjawab apa pun dan hanya melihat berkas berkas pekerjaannya saja.
Given kemudian memasukkan cake ke dalam kulkas dan hanya membawa dua potong saja ke meja ruang tengahnya.
"Kau sudah ke dokter tadi?" tanya Kenzo.
"Hmm, dan aku bertemu dokter yang tampan. Dia kenal dengan mommy dan Clark, jadi kami sedikit mengobrol tadi," sahut Given yang membuat Kenzo menaruh berkasnya di meja dan menatap ke arah wanita cantik itu.
"Dia baik, ramah dan tampaknya menyukaiku. Dan dia benar benar tipeku," jawab Given.
"Kau menggodanya?" tanya Kenzo yang kini mengangkat tubuh Given ke atas pangkuannya.
"Dia yang menggodaku," sahut Given tersenyum miring dan kemudian mengecup bibir Kenzo.
"Kau hanya cukup bermain mata untuk memikat seorang pria," ucap Kenzo.
__ADS_1
"Dan kau pun tergoda?" tanya Given.
"Hmm, dan aku benci ketika kau selalu muncul di depanku setelah kita bertemu di danau waktu itu karena kau benar benar menjebakku hanya dengan tatapan matamu saja," jawab Kenzo.
"Wait ... Seharusnya kurekam pengakuanmu ini," sahut Given dengan mata besarnya yang mempesona.
"Jadi itu sebabnya kau selalu mencari masalah denganku?" tanya Given.
Kenzo tak menjawab dan menidurkan Given di atas sofa itu lalu memagut bibir Given dengan mesra.
"Aku sangat tak suka bersaing dengan banyak pria yang mendekatimu, jadi bisakah kau tak menggubris mereka yang berusaha mendekatimu dan menggodamu?" ucap Kenzo lirih.
"Kau sangat menyukaiku sepertinya," tanya Given tersenyum.
"Yang kutahu, aku hanya ingin selalu bersamamu," sahut Kenzo pelan dan memeluk tubuh Given semakin erat dan seakan itu adalah tempat ternyaman baginya saat ini.
Given pun memeluk Kenzo dan mereka hanya saling berpelukan saja.
"Apakah aku mengganggu?" tanya seorang laki laki yang tiba tiba sudah di depan mereka.
__ADS_1
Given dan Kenzo melihat ke arah Kal-El -- adik Given yang paling tengil.