
Lesca Thor 77
Thor mengusap lembut kulit halus Lesca dari pinggul sampai ke punggungnya yang sudah tak memakai apa pun.
Mereka masih ber- ciuman panjang dan menikmati pemanasan percintaan panas ini.
Thor mengangkat tubuh Lesca dan kaki Lesca mengapit pinggang Thor.
Thor membawa Lesca ke dalam kamar dan merebahkannya di atas ranjang.
Thor membuka semua pakaiannya. Lesca melihat tubuh atletis yang semakin matang dan menggoda itu.
Thor tersenyum tipis dan mengangkat paha Lesca hingga akhirnya ciumannya mendarat di area tubuh Lesca di bagian bawah.
"Oowwwhh ..." Lesca melenguh keras ketika Thor menunjukkan kepiawaiannya memainkan pagutannya di bagian itu.
Lesca mencengkeram rambut Thor yang sedikit panjang itu dan tubuhnya melengkung karena merasakan kenikmatan itu.
Tubuhnya gemetar dan lenguhan lenguhan itu masih keluar dari mulutnya. Hingga akhirnya lenguhan itu terdengar keras ketika dia merasa sudah mendapatkan puncaknya.
Thor kemudian mendongak dan melihat ke arah Lesca. Senyumnya tersungging di sudut bibirnya dan kemudian mencium bibir Lesca yang sedikit terbuka.
Mereka kembali saling menautkan bibir mereka dan dada yang saling menempel serta bergesekan.
Thor mulai masuk ke adegan utama percintaan ini.
Tubuhnya bergerak perlahan di atas tubuh Lesca.
Ciumannya menjelajahi leher dan dada Lesca. Tangannya berpaut dengan tangan wanita seksi yang ada di bawah tubuhnya itu.
__ADS_1
Tubuh mereka bergerak seirama dan Thor ingin melakukan hal ini dengan durasi yang cukup lama tak seperti dulu.
Sprei ranjang itu bahkan sudah tak berbentuk akibat permainan liar keduanya.
Thor dan Lesca seakan melampiaskan hasrat dan kerinduan mereka setelah enam tahun berlalu dengan segala drama yang hadir di antara mereka.
*
*
Malam datang dan Lesca tampak duduk di tepi ranjang. Dia melihat ponselnya dan tak ada telepon serta pesan yang masuk sama sekali ke ponselnya.
Keningnya berkerut dan merasa heran dengan hal itu.
"Ada apa?" tanya Thor sembari mencium punggung Lesca yang terbuka.
"Mungkin semesta sedang berpihak pada kita. Jadi tak ada pasien darurat hari ini," jawab Thor dan memeluk perut Lesca.
Tangan Thor mengusap perut rata Lesca dan kemudian membalik tubuh wanita itu.
Thor melihat masih ada bekas operasi cesar di perut Lesca.
"Kau tak menghilangkan bekas ini?" tanya Thor.
"Tidak, ini kenang - kenangan dari Given," jawab Lesca.
Thor mengecup perut wanita cantik itu.
"Apakah ada pria yang mendekatimu?" tanya Thor.
__ADS_1
"Aku tak ingin menyombongkan diri. Jadi jangan bicarakan hal itu," jawab Lesca yang justru membuat Thor tertawa.
"Apakah ada dokter yang menyukaimu?" tanya Thor lagi.
Lesca menutup tubuhnya dengan selimut dan Thor kembali membuka selimut itu.
"Sudah kubilang aku tak ingin menyombongkan diriku karena terlalu banyak yang menyukaiku bahkan melamarku meskipun aku mempunyai Given," jawab Lesca.
"Thor singkirkan tanganmu," ucap Lesca ketika Thor memegang selimut putih itu agar Lesca tak menutupi tubuh polosnya itu.
Thor tersenyum dan membuang selimut itu ke atas lantai.
Pria itu naik ke atas tubuh Lesca dan kembali menyusuri tubuhnya.
"Aku lapar," ucap Lesca ketika sudah mulai menciumi leher jenjangnya yang indah.
Thor tak menggubrisnya dan terus menciuminya.
"Thor, aku lapar dan butuh tenaga untuk melayanimu," kata Lesca lagi dan menahan tangan Thor yang mulai meraba ke area bawah tubuhnya.
Thor menghentikan ciumannya dan melihat wajah Lesca.
"Oke, ayo kita makan dan melanjutkan ini nanti," sahut Thor tersenyum miring.
**********
Yang belum baca mommy daddynya si Thor silahkan baca novelnya Daddy Phoenix dan mommy Lara yaa ...
__ADS_1