
Giv Ken
Untuk perjalanan bulan madu mereka, Given cukup banyak membawa baju karena dalam perjalanan mereka nanti tak akan melewati kota besar dan langsung menuju ke villa pegunungan.
Dan mereka baru berangkat setelah menjelang pagi agar bisa menikmati perjalanan panjang bulan madunya.
Kini mereka sudah berada di mobil dan akan memulai perjalanannya.
"LET'S GOOOO!!" ucap Given dengan semangat.
Kenzo tersenyum tipis dan Given mulai menyalakan musik di mobil yang mereka naiki. Setelah memilih lagu kesukaannya, Given ikut bernyanyi dan menikmati perjalanannya.
Wanita itu mencium pipi pria di sebelahnya yang kini sudah resmi menjadi suaminya itu.
"Kau tak ingin ke luar negeri setelah kita dari vila itu?" tanya Kenzo.
"Tidak, semua negara sudah kukunjungi dan aku hanya butuh bersamamu saja. Semua tempat sama bagiku asal ada kau di sampingku," jawab Given yang tampaknya mulai menggombal.
"Kau manis sekali kali ini," ucap Kenzo.
"Hei, aku adalah wanita yang manis sejak dulu. Hanya saja kau membuatku mengeluarkan sisi gelapku," jawab Given.
Kenzo tertawa mendengar itu dan memegang tengkuk leher Given lalu menyesap bibirnya cepat.
__ADS_1
*
Separuh perjalanan sudah dilewati keduanya dan Given meminta Kenzo menghentikan mobilnya di sebuah cafe karena Given ingin makan dan minum secangkir kopi panas.
Dan Kenzo pun hanya bisa menuruti perintah sang ratu hatinya itu. Cafe itu cukup banyak pengunjung karena ini adalah hari weekend.
Given menarik tangan Kenzo ke dalam cafe dengan berjalan sedikit cepat.
"Pelan pelan saja, oke?" ucap Kenzo.
"Lihatlah antriannya, akan semakin panjang jika kita tak segera mengantri," jawab Given.
"Aku akan mengantri di sana dan kau duduk saja," ucap Kenzo.
"Kau seperti mengidam saja," ucap Kenzo dan tetap mengikuti langkah Given yang cepat itu.
"Ini latihan buatmu ketika menghadapi ku yang benar benar akan mengidam nanti," sahut Given dan Kenzo tertawa pelan.
Kenzo tersenyum membayangkan hal itu.
"Kau pesan apa? Aku akan memesankannya untukmu dan kau cari lah tempat duduk di sana karena cafe ini semakin ramai," ucap Given memberi perintah layaknya seorang bos.
"Kau saja yang mencari meja dan aku menunggu di sini," jawab Kenzo.
__ADS_1
"Tidak, nanti kau akan salah memesan menu dan akhirnya membuatku mengantri lagi," ucap Given.
"Baiklah. Pesankan aku espresso saja, yang medium," jawab Kenzo yang akhirnya mengikuti perintah sang istri.
Kemudian Kenzo keluar dari antrian itu dan mencari meja di area outdoor karena cukup ramai di dalam.
*
Setelah mendapatkan pesanannya dan menunggu hampir sepuluh menit lamanya, akhirnya Given pun keluar dari antrian itu dan mencari Kenzo sembari membawa makanan serta minuman di tangannya.
Tak lama kemudian Given menemukan Kenzo di area outdoor dan pas di depan pria itu ada empat wanita yang duduk di meja sebelah Kenzo.
Dan para wanita itu tampak menatap Kenzo sembari tersenyum. Sedangkan Kenzo lebih fokus dengan ponselnya. Wajah dan sikapnya yang cool terlihat mempesona bagi wanita wanita itu.
Dan Given bersyukur memiliki suami seperti Kenzo yang tak pernah tebar pesona pada wanita dan cenderung bersikap sinis pada wanita asing.
Given mendekati sang suami dan menutup pandangan para wanita itu dengan duduk di depan Kenzo.
"Ini kopimu, Baby," ucap Given tersenyum dan Kenzo mendongak melihat ke arah sang istri cantiknya itu.
"Thank you, Honey," jawab Kenzo dan mengecup bibir Given dengan mesra.
Mode pengantin baru sedang menjangkiti pasangan itu dan yang pasti membuat beberapa orang iri melihatnya karena Kenzo tampak sangat me-ratu- kan Given dengan act service-nya.
__ADS_1