
Lesca Thor 102
"Tidak, ini masih bisa dibicarakan baik baik. Tapi kau sedang sangat marah saat ini. Sebaiknya kita pulang dulu. Mereka tak akan berani menyentuh Given lagi. Kita pulang sekarang, oke? Given ketakutan, Sayang," ucap Thor dengan tenang.
Lesca memandang marah pada Jason dan Poem. Lalu Lesca berbalik pergi dan membawa Given bersamanya.
Anak buah Thor yang sejak tadi berada di sekitar mereka tampak berada di dekat mobil Lesca.
"Bawa mobilnya," ucap Thor pada anak buahnya.
Lalu Thor dan Lesca serta Given yang ada di dalam gendongan Lesca masuk ke dalam mobil.
Lesca masih memeluk erat Given dan memangkunya di mobil.
"Maaf, mommy telat menjemputmu," ucap Lesca lirih.
"Hmm, no problem, Mom," jawab Given setengah berbisik.
Lesca kembali menciumi wajah Given dan memeluknya kembali.
"Mommy menangis?" tanya Given sembari mengusap air mata yang masih membasahi pipi Lesca.
"Mommy merindukanmu," jawab Lesca tersenyum.
Thor tak mengatakan apa pun agar Lesca lebih tenang.
__ADS_1
*
Mereka akhirnya tiba di mansion hampir menjelang malam. Thor mengangkat telepon dari Franklin dan menjelaskan kejadian detailnya.
Sedangkan Lesca turun dari mobil dan membawa Given ke dalam mansion.
Lesca menuju kamar Given dan mendudukkannya di ranjang.
"Apa yang mereka lakukan padamu tadi, Dear?" tanya Lesca dengan lembut.
"Nenek kakek itu memberiku kue dan permen," jawab Given sembari mengeluarkan beberapa bungkus permen dari kantong bajunya.
"Kau tak ketakutan?" tanya Lesca.
Lesca memaksakan senyumnya.
"Bukankah mommy pernah mengajarimu agar kau tak sembarangan ikut orang asing, Sayang?" Tanya Lesca lirih.
"Kakek itu menunjukkan foto mommy dan anak kakek. Kata mereka, mommy adalah teman anak kakek. Itulah mengapa aku ikut kakek itu," jawab Given pelan tapi jelas.
Lesca melihat ke arah Given.
"Tetapi kau tetap tak boleh ikut jika mereka hanya menunjukka foto mommy saja. Bisa saja mereka akan berbuat jahat padamu. Lain kali bilang pada Miss jika mommy, daddy atau kakek Franklin tak menjemputmu. Oke?" Ucap Lesca.
"Baik, Mommy. Sorry," sahut Given memeluk Lesca.
__ADS_1
"Tidak, kau tak tidak salah. Mommy yang salah karena tak menjemputmu tepat waktu," jawab Lesca.
Setelah itu, Lesca memandikan Given dan mereka menuju meja makan. Thor tampak sudah mengganti bajunya dan duduk di sana.
"Mandi lah. Given akan bersamaku di sini," kata Thor mengecup bibir Lesca.
Thor sama sekali tak meyalahkan Lesca tentang hal ini meskipun ini berawal dari kecerobohan Lesca.
"Hmm," sahut Lesca lirih.
Lalu Lesca pergi ke kamarnya dan masuk ke kamar mandi. Dia membuka semua bajunya dan melihat ke arah cermin.
Lesca kemudian menuju ke arah shower dan mengguyur tubuhnya. Lesca begitu stress karena hal ini.
Pertemuannya dengan keluarga Joanne membuat dirinya tak bisa mengendalikan emosinya.
Lesca ternyata belum bisa melupakan hal itu. Dia tetap membenci Joanne dan keluarganya karena insiden masa lalu yang menyebabkan orang tuanya meninggal.
Setelah cukup lama berada di kamar mandi, Lesca pun keluar dan memakai bajunya di walk in closet.
Setelah selesai, Lesca keluar ke ruang makan di mana suami dan putrinya menunggunya di sana.
"Hei, dia ketiduran?" tanya Lesca pada Thor ketika melihat Given tertidur di atas pangkuan Thor.
"Ya, tadi dia makan terlebih dulu lalu ketiduran karena sangat mengantuk. Aku akan membawanya ke kamar," jawab Thor yang kemudian beranjak dari kursinya.
__ADS_1