HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
season 2 - 34


__ADS_3

Given 34


Karena itu adalah restoran yang menjual makanan khas amerika selatan, jadi musik yang di setel di sana adalah musik musik latin.


"Ayo kita berdansa, Sayang," kata Lillia pada Steven.


Steven tersenyum tipis dan memegang tangan Lillia. Given melihat ke arah mereka dan ada rasa sedikit kesal di hatinya karena dulu Steven sering mengajaknya berdansa.


Lalu Given melihat Steven dan Lillia berdansa dan itu semakin membuatnya merasa diabaikan .


"Ayo kita berdansa, Ken," ucap Given dan menarik tangan Kenzo.


"Oke, ingatlah janjimu. Kau tak bisa pergi dari perusahaanku sebelum aku sendiri yang memecatmu," kata Kenzo sambil berjalan.


"Ya, aku tahu itu," jawab Given.


Lalu Kenzo dan Given saling berhadapan ketika sudah ada di atas lantai dansa.


Mereka juga saling menatap dengan intens sebelum memulai tariannya.


"Ikuti saja gerakanku, oke?" Bisik Given.


Kenzo tak berekspresi dan tiba tiba merengkuh pinggang Given dan membuat tubuh wanita cantik itu sangat menempel pada tubuh kekar Kenzo.


Given mendongakkan kepalanya dan mata indahnya menatap lekat ke arah Kenzo.


"Are you ready?" bisik Kenzo dan Given masih terdiam.


Lalu Kenzo mulai melakukan gerakan tarian salsa yang cukup dikuasainya karena sang ayah berasal dari Amerika selatan.

__ADS_1


"Aku masih berdarah latin, dan kuharap kau tak terlalu kagum denganku," bisik Kenzo di telinga Given yang masih terdiam karena ternyata Kenzo bisa menari.


Kenzo dan Given masih dalam gerakan menari dan mereka masih saling menatap hingga Given sudah tak memperhatikan lagi ke arah Steven dan Lillia.


Kini Given yang justru mengikuti gerakan Kenzo yang menjadi center penggerak tarian mereka.


Semua mata tampak menatap pada mereka berdua karena gerakan tarian mereka yang terbilang hot di mana tubuh mereka bergerak seirama mengikuti musik beat cepat.


Given kemudian menyunggingkan senyumnya karena mulai menikmati tariannya bersama Kenzo.


"Kau cukup mahir. Kukira kau hanya manusia kaku seperti tiang jembatan," lirih Given.


"Kau sangat beruntung karena bisa berdansa denganku," kata Kenzo.


Given tertawa kecil.


"Kau menghipnotis semua pria hanya dengan matamu. Kau melakukan itu untuk membuat para pria berdansa denganmu?" sahut Kenzo.


"Termasuk dirimu?" tanya Given pelan.


"Aku tak semudah itu luluh pada mahluk yang bernama wanita," jawab Kenzo.


"Tak ada pria yang menolakku," kata Given.


"Bagaimana dengan Steven?" tanya Kenzo dengan berbisik.


Raut wajah Given berubah.


"Kau tak tahu sejarah kami jadi jangan menyimpulkan seenaknya," jawab Given dan melepaskan rengkuhan tangan Kenzo di pingganganya.

__ADS_1


Lalu Given berjalan mengambil tasnya lalu ke arah pintu.


Steven yang melihat kepergian Given langsung mengejarnya dengan melepaskan tangan Lillia.


"Tunggu sebentar," kata Steven pada Lillia.


Steven mengejar Given dan setibanya di depan pintu keluar, Steven menahan tangan Given.


"Kau mau ke mana?" tanya Steven.


"Aku akan pulang," jawab Given.


"Kalian bertengkar? Seharusnya kau tak bersamanya jika dia menyakitimu," kata Steven.


"Aku yang menginginkannya. Aku pulang dulu, Kak. Tolong sampaikan salamku pada Lillia," jawab Given.


Steven masih tak melepaskan tangan Given.


"Maafkan aku. Jika saja aku__"


"Jangan membicarakannya lagi, oke? Aku sudah melupakannya," potong Given.


Lalu tiba tiba Kenzo keluar menyusul Given dan melepaskan tangan Steven dari tangan Given.


"Dia bukan istrimu jika kau lupa," sindir Kenzo yang kini memegang tangan Given.


"Ken, kita pulang," kata Given.


"Hmm," sahut Kenzo dan mereka berjalan menuruni tangga lalu menuju ke arah mobil Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2