
Given 18
Given duduk di tepi ranjangnya dan kini mulai menangis sendirian. Dia sampai sesenggukan karena kekesalan yang begitu mendalam pada Kenzo.
"Apa salahku? Mengapa dia begitu sinis padaku?" bisiknya sambil terisak pelan.
"Ya, kau benar. Kita tak akan pernah bertemu lagi. Aku tak akan bekerja di perusahaan itu lagi. Never ever," lanjut Given pelan tapi penuh kemarahan.
Lalu Given merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tanpa mengganti bajunya. Dia membuka sepatunya dengan menggunakan kakinya dan kemudian memejamkan matanya.
Sesekali air matanya masih mengalir dan kemudian ia menghapusnya dengan bantal yang ada di bawah kepalanya.
Hingga akhirnya Given pun tertidur lelap karena matanya lelah akibat menangis.
*
*
Kenzo tak langsung ke kamar, melainkan ke ruangan gym nya. Kenzo lebih suka meluapkan emosinya di ruangan Gym nya.
Dia akan memukul samsak atau hanya berlari di atas tread mill saja untuk melampiaskan kekesalan pada dirinya.
Selama satu jam berada di ruangan gym, tubuh Kenzo sudah dipenuhi oleh keringat. Dia kemudian meminum airnya dan berdiri di dekat balkon ruangan itu.
__ADS_1
Matanya menerawang ke arah hamparan rumput yang ada di taman belakang mansionnya.
Dia hanya diam dan tak mengatakan apa pun. Sepulu menit kemudian, Kenzo keluar dari ruangan gym menuju ke arah kamarnya untuk mengambil sebungkus rokoknya.
Kini dia berdiri di balkon kamarnya dan menikmati rokoknya di sana. Entah apa yang dipikirkannya saat ini.
Ada sedikit rasa bersalah di dalam hatinya pada Given tadi. Sejak tadi ia berusaha mengelak perasaan itu, tapi hal itu tetap mengganggu pikiran.
*
*
Pagi harinya, Kenzo bangun pagi seperti biasanya. Dia keluar dari kamar dan bersiap untuk jodding di taman belakang.
Dan di saat itu pula ia melihat Given keluar dari kamar yang ditempatinya semalam.
Given menyerat kopernya dan pergi dari sana tanpa melihat ke arah Kenzo meskipun ia tahu bahwa Kenzo melihat ke arahnya.
"Aku akan mengantarmu satu jam lagi," kata Kenzo.
Given tak menjawab apa pun dan tetap berjalan menuju pintu depan mansion.
Lalu Kenzo menyusulnya dari belakang dan Given berbalik melihat ke arahnya.
__ADS_1
"JANGAN MENYENTUHKU LAGI!!! INGAT ITU!!! DON'T TOUCH ME!!! AKU BISA PULANG SENDIRI!!" bentak Given sebelum Kenzo memegang tangannya.
"Kau benar benar wanita yang sangat keras kepala," kata Kenzo.
"Itu bukan urusanmu. Aku sudah menelepon daddy dan tugasmu menjagaku sudah selesai!!" tegas Given dengan wajah yang sedikit bengkak.
Given kemudian berbalik kembali dan pergi dari hadapan Kenzo.
Kenzo menatap kepergian Given dan kemudian mengambil kunci mobilnya. Mansion Kenzo berada jauh dari daerah kota dan jarak mansion ke gerbangnya saja lumayan jauh.
Setelah mengambil kunci mobil, Kenzo menyusul Given. Sebenarnya Kenzo tak suka dengan situasi seperti ini. Tapi hati kecilnya mengatakan bahwa ia harus mengantar Given ke apartemennya.
Kenzo mengambil koper Given dari tangan wanita cantik itu dan memasukkannya ke dalam mobilnya.
"Naiklah," ucap Kenzo datar.
Karena tak mau berdebat, akhirnya Given masuk ke dalam mobil Kenzo.
Kenzo mengantar Given ke apartemennya. Suasana mobil begitu suram dan mencekam hingga akhirnya mereka sampai di apartemen Given.
Given segera keluar dari mobil dan mengambil koper yang ada di bagasi mobil Kenzo tanpa menunggu Kenzo turun.
Given tak mengatakan apa pun pada Kenzo dan melenggang masuk ke dalam apartemennya tanpa menggubris Kenzo.
__ADS_1