HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 41


__ADS_3

Lesca Thor 41


"Halo, Sayang. Kau sudah datang?" sambut Nenek Leny di depan pintu.


Lemony langsung memeluk sang nenek yang berbadan tambun dan terasa empuk jika dipeluk.


"Nenek sangat merindukanmu," kata wanita tua yang rambutnya sudah berwarna putih semua.


"Aku juga. Nenek sehat?" tanya Lemony dan melepaskan pelukannya.


"Ya, tentu saja. Nenek sangat sehat dan masih bisa berlari," jawab Nenek.


Lalu Nenek Lemony melihat ke arah Lesca.


"Siapa wanita cantik yang kau bawa ini, Sayang?" tanya nenek.


"Dia Lesca. Kami bertemu di bandara dan ternyata tujuan kami sama. Dia seorang dokter baru di kota ini, Nek. Jadi nenek akan lebih mudah memanggilnya jika nenek sedang sakit karena dia akan tinggal di paviliun nenek. Nenek tak keberatan jika dia tinggal di paviliun nenek, kan? Karena rumah dinasnya sangat tak layak untuk ditempati," ucap Lemony.


"Tentu saja boleh, Sayang," sahut Nenek Leny.


Leny mendekati Lesca dan memeluk wanita cantik itu.


"Senang bertemu dengan anda, Nyonya," ucap Lesca.


"Jangan terlalu formal. Panggil saja nenek, oke?" sahut Leny.


"Baiklah, Nek. Terima kasih atas kebaikan hati nenek," ucap Lesca tersenyum.


"Ayo masuk," kata Leny.


Lalu mereka bertiga masuk setelah koper mereka sudah dibawa semua oleh pegawai Nenek Leny.


*

__ADS_1


"Istirahatlah. Kalian pasti capek," kata Leny.


"Ya, Nek," sahut Lesca dan Lemony bersamaan.


"Sebenarnya aku ingin kita sekamar tapi kamar di rumah ini tak terlalu besar dan ranjangnya juga kecil," ucap Lemony pada Lesca.


"Itu tak masalah. Ah ya, besok aku ingin meminjam mobilmu sehari saja," sahut Lesca.


"Oke, tak masalah," sahut Lemony.


"Thank you," ucap Lesca tersenyum.


Lalu mereka berdua masuk ke kamar masing - masing untuk beristirahat.


*


Lemony mengambil ponselnya yang sedang berbunyi saat ini.


"Kau sudah tiba?" tanya Rex.


"Ya, aku baru saja tiba. Dan sekarang aku ingin istirahat," jawab Lemony sembari merebahkan dirinya di atas ranjang.


"Perjalananmu lancar? Kau tak mau menggunakan jasa supir tadi dan itu membuatku kepikiran," kata Rex.


"Aku bersama seseorang tadi. Aku menemukan teman baru di bandara dan kebetulan dia akan pergi ke Dingle. Jadi aku mengajaknya bersamaku," jawab Lemony.


"Mengapa kau tak mengatakannya padaku tadi?" tanya Rex.


"Aku lupa," sahut Lemony yang kini mulai memejamkan matanya.


"Seorang wanita atau pria?" tanya Rex.


"Wanita dan dia seorang dokter baru di kota kecil ini," jawab Lemony dengan lirih dan hampir tak terdengar karena dia merasa sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


"Baiklah, istirahatlah dan nanti telepon aku lagi jika kau sudah bangun. I love you, Baby," ucap Rex.


"I love you too, Honey," sahut Lemony dan menutup ponselnya lalu menaruhnya sembarangan di atas ranjang.


*


Keesokan paginya, Lesca sudah bersiap pergi ke rumah sakit tempatnya bekerja.


Meskipun dia masih merasa sangat capek, tapi dia ingin tetap melakukan tugasnya dengan baik.


"Good morning, Honey," sapa Nenek Leny ketika Lesca keluar dari kamarnya menuju area dapur.


"Good morning, Nenek. Di mana Lemon?" tanya Lesca.


"Dia jogging karena merasa tubuhnya mulai berlemak dan dia ingin penampilannya sempurna ketika acara pertunangannya nanti," jawab Leny.


Lesca tersenyum.


"Ayo makanlah dulu," ucap Leny.


Lesca mengangguk dan mulai menyantap sarapan paginya.


Lesca dengan cepat menghabiskan makanan itu agar bisa segera berangkat.


Lesca akan meminjam mobil Lemony terlebih dulu sebelum dia membeli mobil bekas untuk dirinya bekerja nanti.


"Aku sudah selesai, Nek. Aku pergi dulu dan harus segera ke rumah sakit. Thank you atas sarapannya yang lezat ini," ucap Lesca setelah menghabiskan makanannya.


"Hati - hati di jalan, Sayang," ucap Leny.


Lesca tersenyum dan pergi dari sana.


__ADS_1


__ADS_2