HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
BAB 66


__ADS_3

Lesca Thor 66


Lalu Thor menaikkan Given dengan perlahan di atas ranjang kecil itu.


Kemudian Thor tidur di sebelah Given.


Thor tak ingin mengganggu Lesca jadi dia naik ke atas ranjang dengan sangat pelan meskipun kini dia tak bisa bergerak leluasa karena ranjang itu sangat kecil baginya.


Thor mematikan lampu tidur di atas meja nakas dan kamar terlihat remang -remang.


"Tidurlah. Good night, Honey," bisik Thor yang kemudian mencium kening dan hidup Given.


Given mengangguk dan tersenyum lalu mencium juga wajah Thor.


"Good night, Daddy. I love you," bisik Given.


"I love you too," sahut Given dan memeluk Thor.


Thor menikmati pelukan hangat putrinya dan merasa sangat bahagia.


Akhirnya dia menemukan kebahagiaannya yaitu Given.


Tak sampai lima menit, Given melepaskan pelukannya dari Thor dan berbalik menghadap Lesca.


Given menaruh kepalanya di atas dada Lesca dan tangannya juga mengusap -usap di sana.


Lesca yang menyadari hal itu menahan tangan Given.

__ADS_1


"Sayang, kau sudah besar, oke?" ucap Lesca dengan suara seraknya dan matanya masih tertutup.


"Hmm," sahut Given yang terkadang masih tak bisa melepas kebiasannya memegang dada Lesca ketika akan tidur.


Lalu Lesca memeluk putri kecilnya itu dan masih tak sadar bahwa ada Thor di belakang Given.


"Good night, Baby," bisik Lesca pada Given.


"Good night, Mommy," sahut Given dan masih mencari kenyamanan di atas dada Lesca..


Thor yang belum tertidur hanya mengamati interaksi hangat sekaligus lucu itu karena Given seakan masih tak bisa lepas dari dada Lesca.


Thor masih enggan menutup matanya karena masih melihat pemandangan yang menurutnya sangat indah di depan matanya.


Dia tak menyangka akan bertemu dengan Given. Buah hati yang bahkan sebelumya tak diketahui oleh Thor kehadirannya di dunia ini.


Ponsel Lesca berbunyi dan Lesca otomatis terbangun mendengar ponselnya berbunyi.


Lesca berbalik dan mengambil ponselnya.


"Ada apa?" tanya Lesca dengan nada suara serak karena masih mengantuk.


"Dokter, ada keadaan darurat dan dokter Nora tak bisa kemari karena masih ada di luar kota," jawab perawat dari rumah sakit tempatnya bekerja.


"Oh God. Tak adakah dokter lain? Kau tahu kan apa yang terjadi tadi?" sahut Lesca yang tetap beranjak berdiri dari ranjang.


"Tapi dokter, pasien mengalami kecelakaan dan harus segera dioperasi," jawab perawat.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan segera ke sana. Lakukan pertolongan se-maksimal mungkin sembari menunggu aku datang," kata Lesca dan wanita itu menutup ponselnya.


Lesca pun berjalan ke arah lemarinya dan membuka baju tidurnya dengan cepat.


Thor masih melihatnya dari arah ranjang di mana Lesca belum sadar dengan kehadirannya.


Lalu Lesca memakai celananya dan berbalik ketika mengancing celananya.


Lesca begitu kaget ketika melihat Thor sedang melihat ke arahnya di atas.


"Kau?? Sejak kapan kau di sana?" tanya Lesca sembari berbisik dan matanya terbelalak.


"Given yang memaksaku tidur di sini," sahut Thor berbisik juga.


Lesca mengambil ponsel dan juga tas nya lalu keluar dari kamar secepatnya.


Thor beranjak dari ranjang dan menyusul ke Lesca keluar.


"Ada emergency?" tanya Franklin yang melihat Lesca terburu mengambil kunci mobilnya.


"Ya," jawab Lesca.


"Aku akan mengantarmu," ucap Thor dan Lesca melihat ke arah Thor yang menghampirinya lalu mengambil kunci mobilnya.


"Daddy akan menjaga Given," kata Franklin.


"Thank you, Dad," jawab Lesca dan keluar dari rumah bersama Thor.

__ADS_1


__ADS_2