
Given 24
Given sengaja berlama lama di dalam bath tub agar Kenzo bosan menunggu dan pergi terlebih dulu.
Tapi itu tak berlaku bagi Kenzo yang memiliki sikap yang keras dan tak menyerah dengan apa yang akan dilakukannya.
"Dia pasti menyukaiku. Mengapa tak menyuruh Brenn untuk menjemputku? Ya, dia pasti menyukaiku," ucap Given dengan percaya dirinya.
Lima belas menit berlalu dan Kenzo sudah tak sabar menunggu Given yang menurutnya terlalu lama.
Pria itu kembali masuk ke dalam kamar Given yang tak pernah terkunci karena memang tak ada kuncinya. Kenzo berjalan ke arah kamar mandi.
DOK DOK DOK
Pintu kamar mandi Given digedor oleh Ken dari luar dan itu membuatnya kesal.
"Uuurrghh ... Pria itu menyebalkan sekali," geram Given ketika dirinya berada di bawah shower.
"JIKA KAU TAK CEPAT, MAKA AKU AKAN MASUK KE DALAM. AKU TAHU KAU SENGAJA MEMPERLAMBAT GERAKMU, KAN??" teriak Kenzo dari luar.
Given benar benar kesal pada pria kaku dan angkuh itu.
Lalu Given mematikan showernya dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Kemudian wanita cantik itu memakai bath robe dan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
CEKLEK
Given melihat ke arah Kenzo yang tangannya tampak berkacak pinggang.
"Apakah aku harus memakaikanmu baju seperti Gaby? Kau lambat sekali," ucap Kenzo dengan ekspresi kesal.
"Bukankah aku menyuruhmu ke perusahaan terlebih dulu? Kau saja yang beralasan ingin menungguku. Kau menyukaiku?" sahut Given santai.
"Kau tahu berapa banyak orang yang menunggu kita di perusahaan? Jangan membuang buang waktu orang lain hanya karena ingin dianggap penting," jawab Kenzo yang membuat Given kesal.
"Jangan memancing emosiku lagi, oke? Sekarang keluarlah atau aku tak akan ke perusahaanmu dan aku tak peduli jika kau harus mengangkatku lagi," ucap Given marah.
Lalu Kenzo akhirnya keluar dari kamar Given dan Given menghembuskan nafas kesalnya.
Sepuluh menit kemudian, Given telah selesai bersiap siap dan ia melakukannya dengan sangat cepat karena ia tak ingin berdebat lagi dengan Kenzo.
CEKLEK
Given keluar dari kamarnya dan mengambil sepatu high heels nya di lemari sepatu.
Kenzo hanya mengamati gerak geriknya yang cepat dan cekatan itu. Given tampak cantik memakai setelan kantornya dengan blazer dan rok berwarna putih yang panjangnya selutut.
Matanya yang attractive terlihat semakin indah karena rambutnya di gelung rapi dan memperlihatkan lehernya yang jenjang.
__ADS_1
"Ayo," kata Given sembari berjalan ke arah pintu.
Kenzo berdiri dari sofa dan berjalan di belakang Given.
Kenzo memasukkan tangannya ke celananya dan berjalan dengan langkah lebarnya hingga Given tertinggal di belakangnya.
Lalu mereka berdua masuk ke dalam lift dan menuju ke lantai lobby karena mobil Kenzo diparkir di depan lobby.
TING
Pintu lift terbuka dan Kenzo melangkah keluar lift. Lalu langkah Given terhenti karena sosok yang sangat dikenalnya tampak masuk melewati pintu lobby bersama seorang wanita.
Pria itu tampak melihat ke arah Given dan tersenyum padanya.
"Kakak? Ada apa kemari?" tanya Given terkejut dengan kedatangan Steven dan istrinya.
"Aku mendapat alamatmu dari Aunty Lesca. Aku kemari karena istriku ingin mengenalmu dan kebetulan kami sedang berbulan madu keliling Eropa," jawab Steven.
"Hai, Given. Steven banyak cerita tentangmu. Senang akhirnya bisa bertemu denganmu," ucap wanita itu dengan ramah dan mengulurkan tangannya pada Given dan Given menjabatnya.
"Hei, kita sedang terburu buru," sela Kenzo dan menarik tangan Given.
"M-maaf, Kak. Nanti saja kita bertemu. Aku sedang sibuk. Bye," ucap Given sembari berjalan karena tangannya ditarik oleh Kenzo.
__ADS_1