
Given 39
Kenzo mengeluarkan tangannya dari saku celananya dan menekan tengkuk leher Given.
Given yang mengira Kenzo akan menciumnya dengan kecupan saja, cukup terkejut dengan apa yang dilakukan oleh pria itu.
Given menahan dada Kenzo agar menghentikan ciuman panas itu. Tapi tangan Kenzo justru memegang punggung Given dan menekannya hingga tubuh mereka semakin menempel.
Lalu Kenzo melepaskan ciumannya dan menatap mata indah Given.
"Cukup nikmati saja dan beraktinglah dengan cantik," bisik Kenzo yang bibirnya masih menempel pada wanita cantik itu.
Given menghela nafasnya perlahan dan matanya mengarah pada bibir Kenzo yang basah. Given tak mengatakan apa pun dan di saat Kenzo kembali menciumnya, Given seakan tak ragu untuk membalas ciuman itu.
Kini keduanya saling mencummbu dan kedua tangan Given dikalungkan ke leher Kenzo.
Steven yang masih berada di tempatnya tampak mengepalkan tangannya karena ia tak menyangka Given akan semudah itu move on darinya.
Kenzo mengangkat tubuh Given dan mendudukkan wanita itu di atas meja kerja kosong yang ada di sampingnya.
"Hmmmpphh ..." Tanpa sadar Given mendesah dalam tautan bibirnya bersama Kenzo.
__ADS_1
Mendengar lenguhan Given yang terdengar seksi, membuat Kenzo semakin berani menyusuri tubuh Given hingga tangannya masuk ke balik rok Given dan meraba pahanya.
Ketika tangan Kenzo akan mencapai pangkal paha Given, bunyi alarm memenuhi otaknya.
Kenzo melepaskan ciumannya dan menempelkannya keningnya pada kening Given.
"Shiitt!!" umpat Kenzo dengan suara berbisik.
Given pun segera tersadar dengan apa yang terjadi barusan.
"Aktingmu amat sangat cantik, Tuan Kenzo," bisik Given di telinga Kenzo sembari melihat ke arah luar kaca di mana Steven masih saja berdiri di sana.
"Aku orang yang sangat profesional," sahut Kenzo di leher Given dan mengecup leher itu sebagai penutup kegiatan panas mereka.
Lalu Kenzo kembali melihat ke arah mata Given.
"Dia masih ada di sana?" tanya Kenzo yang jarak wajahnya masih sangat dekat dengan Given.
"Hmm," sahut Given lirih dan membuat suara itu menjadi seksi di telinga Kenzo.
Kenzo semakin menatap intens mata indah itu dan sudut bibirnya terangkat sedikit.
__ADS_1
"Kau pasti terpesona padaku," ucap Given yang suaranya masih terdengar pelan dan berbisik.
"Yang kurasakan padamu adalah nafsu dan kurasa semua pria akan merasakan hal yang sama jika berada di posisiku karena kelemahan pria terletak pada nafsu gairahnya," sahut Kenzo.
Given mengerutkan keningnya dan tertawa kecil.
"Kau pintar berkelit rupanya," ucap Given dan mendorong pelan dada Kenzo lalu turun dari meja.
"Lain kali lakukan di meja kerjamu," kata Given sembari menutup laptopnya dan membereskan barangnya lalu mengambil tas nya.
"Ayo kita pulang, My Hot Boss," ucap Given tersenyum miring dengan mata yang penuh siasat.
Kenzo menggandeng tangan Given dan kemudian berjalan bersama ke luar ruangan.
Melihat Kenzo dan Given keluar dari ruangannya membuat Steven segera berbalik pergi dan menuju ke ruangan tangga darurat karena tak akan sempat menekan tombol lift yang bisa berakibat kehadirannya akan terlihat oleh Given dan Kenzo.
"Dasar bodoh," gumam Kenzo melirik ke arah Kenzo yang masuk ke dalam ruangan tangga darurat.
"Dia tak bodoh," sahut Given berbisik.
"Lalu? Idiot?" tanya Kenzo.
__ADS_1
"Dia terlalu mencintaiku," jawab Given sembari mengedikkan bahunya.