HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 28


__ADS_3

Given 28


Given kembali ke ruangannya dan semua staf yang ada di sana tampak memandang ke arahnya dengan penuh tanda tanya.


Alba mendekati Given dan matanya penuh dengan banyak pertanyaan.


"Apakah dia hot di ranjang?" tanya Alba to the point.


"Oh my ... Otakmu kotor sekali," sahut Given dan duduk di tempatnya kembali.


Beberapa temannya tampak mulai mengerubunginya.


"Kami ingin tahu cerita brutal di antara kalian," ucap salah satu teman Given.


"Hei, kalian banyak pekerjaan. Sana bekerjalah," sahut Given membuka laptopnya.


"Kami akan mati penasaran jika kau tak bercerita tentang pria hot itu," sahut Alba.


"Ck, aku memang sering bergulat dengannya tapi itu memang benar benar bergulat. Aku mematahkan hidungnya, memukul wajahnya dan beberapa bagian tubuhnya yang lain juga. Hanya itu definisi bergulat yang kulakukan dengannya," jawab Given.


"Siapa yang menang?" tanya Brenn.


Given tak langsung menjawab dan berpikir lama.


"Hei, jawablah," ucap Alba.


"Dia dan itu sangat menyebalkan," sahut Given.


"Ooohh ... Sudah kuduga. Dia pasti yang mendominasi permainan ranjang kalian," ucap Alba.


"What??? Kami tak bermain di ranjang," sahut Given.

__ADS_1


"Ya ya ya ... Kami memakluminya. Kau pasti tak ingin menjabarkannya secara vulgar jadi kau memakai sebuah perumapamaan untuk membicarakan ini," sahut Brenn.


"Hei!! Kalian ini!! Aku berbicara yang sebenarnya," kilah Given.


Dan semua staf tampak tersenyum seakan membenarkan perkataan Brenn.


"Iiiissshh ... Kalian ini!! Intinya aku sangat membencinya karena dia menyebalkan dan angkuh, oke?? Jangan menyimpulkan sendiri hubunganku dan pria gila itu," kata Given lagi.


Alba hanya tertawa mendengar ucapan Given.


"Oooohh ... Whatever," sahut Given menyerah.


Lalu dia kembali mengerjakan tugasnya, begitu juga dengan pegawai yang lainnya.


*


*


"Sekitar satu bulan. Tapi aku akan berpindah pindah kota dan di London hanya beberapa hari saja," jawab Viggo.


"Nanti malam kita ke club? Bagaimana?" ucap Viggo.


"No, aku tak suka suasana ramai," jawab Kenzo.


"Kita ke lounge saja," kata Viggo.


"Oke, aku akan ke sana setelah dari gym," jawab Kenzo.


"Menjalankan misimu?" tanya Viggo.


"Dia satu satunya wanita yang berani melawanku di ring," jawab Kenzo.

__ADS_1


Viggo tertawa mendengar hal itu.


"Unik, bukan? Apa saja yang sudah kau korbankan?" tanya Viggo,


"Hidung dan wajahku. Dia berkali kali meninjuku di bagian itu," jawab Kenzo.


Viggo semakin tertawa mendengarnya.


"Aku membayangkan kau begitu tersiksa karena tak bisa membalasnya sama sekali karena tak mau melukai tubuh cantiknya," kata Viggo.


"Hmm, selain itu Uncle Thor mengawasi kami," jawab Kenzo.


"Wohooo ... Lawanmu tak main main, Ken," sahut Viggo.


"Uncle Thor selalu mengirim pesan padaku untuk menjaga Given terutama dari pria bernama Steven. Dan tadi pagi aku bertemu dengannya," jawab Kenzo.


"Siapa dia?" tanya Viggo.


"Cinta pertama Given. Dan pria itu baru saja menikah," jawab Kenzo.


"Wait, kau mau menjadi pelampiasannya, begitu? So sad," sahut Viggo.


"Pelampiasan? Tak ada dalam kamusku. Aku hanya menjaganya dan tak berniat mengambil hatinya. Dan sedikit menggodanya karena itu lumayan menyenangkan," jawab Kenzo.


"Come on ... Pesonanya sangat besar. Kau tak bisa mengabaikannya," sahut Viggo.


"Aku tak mau memaksakan sesuatu. Tapi aku tak menampik jika suatu saat aku menyukainya. Hanya saja aku masih tak terlalu siap dengan sebuah hubungan," jawab Kenzo.


"Kau masih terjebak masa lalu? Oh God ... Kau merugikan dirimu sendiri," sahut Viggo.


"Aku tak akan pernah melupakan tragedi itu, Vig. Yang akhirnya membuatku menjadi ayah sambung bagi Gaby. Wajah wanita itu sangat melekat pada Gaby dan terkadang aku sangat membencinya karena wanita itu membuat keluarga kami hancur dan membuat aku kehilangan adikku," jawab Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2