HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 27


__ADS_3

Given 27


"Kau ingin aku tetap bekerja di sini? Come on ... Jangan bermimpi. Aku akan keluar dari perusahaanmu secepatnya setelah aku menyelesaikan semua pekerjaanku," kata Given setelah Kenzo memintanya untuk tetap bekerja di perusahaannya.


"Hanya sampai aku mendapatkan penggantimu. Kau perofesional, bukan? Maka jangan campur adukkan masalah personal kita. Aku tak bisa langsung menghandle semuanya karena aku baru dua hari di sini," sahut Kenzo.


"Maka, memohonlah padaku," kata Given merasa menang.


"Aku tahu kau sama sekali tak membutuhkan uang dalam pekerjaan ini karena sampai kau menua pun, uangmu masih melimpah. Kau hanya mencari kebahagiaan dan pengalaman dan kau sudah sangat cocok bekerja di sini. Lagi pula aku tahu kau tak akan mau bekerja di perusahaan keluargamu sendiri," jawab Kenzo.


"Kau tetap harus memohon padaku jika ingin aku tetap di sini. Atau aku bisa mencari perusahaan lain karena akan banyak yang menerimaku," kata Given yang cukup senang melihat wajah datar Kenzo.


Lalu pria itu tersenyum smirk dan mendekati Given.


"Jadi kau berniat melamar pekerjaan ke perusahaan lain? Jangan harap kau bisa melakukannya karena aku akan membuat rekomendasi buruk dalam surat pengunduran dirimu, hingga kau tak akan diterima kerja di mana pun," jawab Kenzo.


"Apa?? Itu sebuah kejahatan, Ken. Kau tak bisa melakukan hal jahat itu padaku," marah Given.


"Aku bisa melakukan apa pun pada nasib pekerjaanmu," sahut Kenzo.


Given mengerutkan keningnya dan menatap lekat mata Kenzo.

__ADS_1


"Aku lebih baik pengangguran daripada bekerja denganmu. Cam kan itu!!" ucap Given tajam dan sinis.


Given berbalik pergi tapi Kenzo menahan tangannya.


"Baiklah, kau ingin aku memohon? Oke, aku akan memohon. Bekerjalah di perusahaanku, aku mohon," kata Kenzo.


"Ucapanmu sangat terpaksa dan sama sekali tak tulus," sahut Given melepaskan tangan Kenzo tapi pria itu tak melepaskannya.


"Mengapa kau suka sekali memegang tanganku. Ck," ucap Given kesal.


"Aku tak akan melepaskanmu sebelum kau bilang iya. Aku tak pernah gengsi jika itu terkait perusahaan. Aku selalu memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan," kata Kenzo.


"Oh ya? Bukankah kemarin kau ingin aku pergi dari perusahaanmu?" sahut Given.


"Kau menyebalkan," kata Given.


"Kau juga," sahut Kenzo.


Mereka saling memandang tapi dengan mata tajamnya masing masing. Kenzo menatap lekat mata indah Given yang kini masih tampak marah.


"Ehem ... Saling menatap dalam waktu dua menit, kononnya bisa membuat seseorang saling tertarik satu sama lain dan bahkan bercinta di menit ke lima," ucap seorang pria di ambang pintu ruangan Kenzo.

__ADS_1


Kenzo melihat ke arah pintu dan melihat Viggo Leonardo Smith -- sahabatnya sejak sekolah dulu.


"Vig? Kau di sini?" sahut Kenzo sembari melepaskan tangan Given dan menyambut kedatangan sang sahabat.


"Ya, Uncle Er mangabariku. Aku sedang dalam perjalanan bisnis ke Inggris. Jadi sekalian aku kemari," kata Viggo dan mereka saling berjabat tangan lalu berpelukan.


Viggo melihat ke arah Given.


"Aku permisi dulu," kata Given.


"Kutunggu di Gym nanti malam," kata Kenzo sebelum Given keluar dari ruangannya.


"Akan kusiapkan senjata untuk melawanmu!" Sahut Given yang masih kesal.


"Itu akan sangat seru," jawab Kenzo dan Given keluar dari ruangan Kenzo dengan menahan keinginannya untuk membanting pintu itu.


Viggo melihat ke arah Kenzo.


"Aku bisa melihatnya hanya dari matamu. Berjuanglah dan aku suka melihatmu sengsara ketika mengejar seorang wanita," kata Viggo tersenyum miring.


"Dia sangat bar bar. But she's hot," jawab Kenzo jujur.

__ADS_1


"Tentu saja. Keturunan Robert tak ada yang mengecewakan," sahut Viggo yang sudah tahu mengenai Given dari Erlando.


__ADS_2