
LescaThor 74
NEW YORK
Sudah dua minggu Lesca, Thor dan Given tinggal di mansion milik Thor di New York.
Franklin dan Natasha kembali ke rumah mereka dulu. Thor membeli rumah mereka kembali dari pemilikinya dengan harga lumayan tinggi.
Dan itu tentu tak menjadi masalah untuk Thor. Setidaknya sang mertua bisa menikmati masa tuanya setelah menjaga Lesca dan Given selama enam tahun bahkan mengorbankan pekerjaan mereka yang cukup bagus waktu itu.
Tetapi Franklin dan Natasha tetap akan selalu menjaga Given dan memaksa agar mereka lah yang menjemput Given setiap pulang sekolah.
"Honey, hari ini akan ada operasi besar dan aku salah satu tim dokternya. Jadi aku akan ada berada di rumah sakit sampai pagi," ucap Lesca sambil memakai bajunya.
"Hmm," jawab Thor sambil memeriksa email di ponselnya.
"Given akan tidur di rumah daddy karena besok dia sedang libur," kata Lesca lagi.
"Ya," jawab Thor yang masih fokus dengan ponselnya.
Lesca tak suka jika sedang berbicara dengan seseorang tapi orang itu seakan tak memperhatikannya.
"Kau mendengarkanku?" tanya Lesca.
"Ya, aku sambil melihat pekerjaanku, Sayang," jawab Thor.
__ADS_1
"Bukankah aku sudah bilang tak suka jika kau seperti itu?" ucap Lesca.
Thor melihat ke arah Lesca dan menaruh ponselnya.
"Oke, sorry. Siang ini aku akan ada meeting penting jadi aku harus mempelajarinya dulu," jawab Thor.
"Tapi kau bisa menaruhnya dulu ketika aku berbicara denganmu. Tak sampai satu jam aku bicara," kata Lesca dan menutup lemarinya.
Thor beranjak berdiri dari ranjangnya dan mendekati Lesca.
"Sorry, Dokter," ucap Thor dan merengkuh pinggang ramping wanita itu lalu mencium bibirnya.
"Kau naik mobil sendiri?" tanya Thor.
"Ya, kau tak perlu mengantarku." jawab Lesca.
"Ya, datang saja," jawab Lesca.
"Jam berapa operasinya selesai?" tanya Thor.
"Aku belum tahu. Jadi kau pergilah sendiri," jawab Lesca.
"Baiklah," sahut Thor dan memaguut bibir Lesca sebentar.
"Waktuku tinggal sedikit, Honey," ucap Lesca.
__ADS_1
"Hmm," sahut Thor dan melepaskan Lesca.
Lesca duduk di depan kaca riasnya dan memakai riasan tipis seperti biasanya.
"Apakah banyak dokter yang mengejarmu? Kau terlalu cantik untuk menjadi seorang dokter, Sayang. Aku yakin itu terjadi juga dengan pasienmu," ucap Thor melihat Lesca yang semakin hari semakin cantik saja.
Lesca tak menanggapi ucapan Thor dan hanya tersenyum tipis saja sambil mengikat rambutnya.
Setelah itu, Lesca berdiri dan masih melihat Thor di belakangnya.
"Kau belum berangkat?" tanya Lesca yang membenarkan letak dasi serta kerah jas Thor.
"Kuharap kau bisa menemaniku di pesta nanti. Akan ada banyak wanita cantik yang datang. Kau tak takut jika aku digoda oleh seorang wanita?" tanya Thor.
"Jika kau tergoda itu artinya kau tak pantas untukku dan aku akan membuangmu," jawab Lesca tersenyum lalu mengecup bibir suami tampannya itu.
"I love you. Maaf aku tak bisa menemanimu makan pagi ini. Bye," ucap Lesca.
"Hmm, no problem. I love you too," sahut Thor.
Lesca kemudian pergi dari hadapan Thor lalu mengambil tas nya dan keluar dari kamar.
Begitu juga Thor yang menyisir rambutnya lalu mengambil tas nya.
__ADS_1
Thor menuju ke ruang makan dan melihat sang putri sudah menunggunya di sana.