
LescaThor 56
Lesca masuk dan melewati ruang tengah. Dia melihat ada Rex di sana.
Lemony berhenti melangkah begitu juga dengan Lesca.
"Dia Rex, kekasihku," kata Lemony.
"Halo, Lesca. Aku Rex Robert. Kau pasti mengenal kakakku, bukan?" sahut Rex tersenyum dan mengulurkan tangannya.
Lesca cukup terkejut dengan ucapan Rex dan dia tetap menjabat tangan Rex serta tersenyum canggung.
"Kita periksa nenek dulu," kata Lesca pada Lemony.
Lemony mengangguk dan mereka berdua masuk ke dalam kamar Leny.
Lesca mengeluarkan peralatannya dari dalam tas dan mulai memeriksa Leny.
Setelah beberapa menit, Lesca pun menanyakan pertanyaan standar tentang apa yang dirasakan oleh tubuh Leny saat ini.
Dan Leny menjawab apa adanya.
"Kesehatan nenek sudah cukup membaik tapi tetap jangan terlalu banyak melakukan aktivitas berat seperti mengangkat jerami atau yang lainnya, oke?" ucap Lesca tersenyum dan membereskan alat - alatnya ke dalam tas.
Leny memegang tangan Lesca.
__ADS_1
"Hadapi ini. Given pasti bahagia jika kalian bersatu," kata Leny yang sudah tahu masalah di antara mereka setelah Franklin menceritakan kisah masa lalu Lesca dan Thor.
Lesca hanya mengangguk dan tersenyum.
"Aku pulang dulu, Nek.Semoga nenek selalu sehat," kata Lesca.
Leny tersenyum dan melepaskan tangan Lesca.
Lesca keluar dari kamar bersama Lemony dan ternyata Thor baru tiba di rumah.
Lesca mengalihkan pandangannya dan berjalan lurus tanpa melihat Thor sama sekali.
"Nanti kita jemput Given bersama," kata Thor ketika Lesca melewatinya.
Lesca berhenti melangkah.
Lalu Lesca kembali melangkah dan keluar dari rumah. Lemony masih menemani Lesca sampai mereka berada di beranda depan.
"Lesca, pahami sikapnya. Mungkin dia terlalu kecewa padanya. Kau tak tahu betapa menderitanya dia setelah kepergianmu dulu. Dia sangat marah padamu. Tapi percayalah, itu akan berubah jika kalian sama- sama saling terbuka mulai saat ini," kata Lemony memberikan sarannya.
"Terima kasih, Lemony," jawab Lesca tanpa mengatakan apa pun lagi.
Lesca menuruni tangga beranda dan berjalan ke arah paviliun yang ditempatinya.
Lesca masuk ke sana dan orang tuanya duduk di sofa seakan menunggu kedatangannya.
__ADS_1
Natasha beranjak berdiri dari sofa dan menghampiri Lesca.
Lalu wanita itu memeluk Lesca seakan ingin memberikan kekuatan untuk putri kesayangannya itu.
Natasha mengusap lembut punggung Lesca dan hal itu membuat Lesca kembali menangis.
Sejak kehadiran Given, Lesca menjadi wanita yang lebih sensitif dan perasa.
Itu juga dikarenakan dia ingin menjadi ibu yang sempurna tanpa cela bagi Given.
Seperti ibu kandungnya dan juga Natasha yang begitu sempurna di matanya.
"Apa yang harus kulakukan?" tanya Lesca lirih.
"Berdamailah dengan masa lalu. Jangan balas kemarahan Thor dengan kemarahan juga. Kau tak boleh emosi setiap Thor melampiaskan kemarahannya padamu. Pahami sikapnya," jawab Natasha.
"Lalu dia tak mencoba memahamiku?" sahut Lesca pelan.
"Mungkin dia belum mau mengerti dan semua karena tertutupi dengan rasa kecewanya padamu. Sabarlah dan lakukan ini untuk kebahagiaan Given. Itu yang kau inginkan, bukan?" kata Natasha.
"Hmm," jawab Lesca pelan dan masih menangis di pundak Natasha.
Natasha melepaskan pelukannya dan menangkup pipi Lesca yang terlihat sedikit lebih tirus.
"Tidurlah. Kau sangat lelah, kan?" ucap Natasha.
__ADS_1
"Ya, tolong nanti bangunkan aku jam 12 siang karena aku akan menjemput Given," jawab Lesca.
"Baiklah, Sayang," ucap Natasha dan Franklin kemudian memeluk Lesca sekilas lalu membiarkan Lesca pergi ke kamarnya.