
Given 47
Given melihat ke kanan kiri karena takut ada yang melihat kelakukan Kenzo.
'Kau membalasku? Oke, aku suka bermain denganmu. Nanti aku akan membuatmu kembali menderita,' batin Given.
Given melihat Kenzo sampai pria itu masuk ke dalam ruangannya.
"Boom!! He's hot. Aku penasaran dengan adegan hot kalian di ranjang," bisik Alba dari belakang Given.
Given memegang dadanya karena merasa sedikit kaget.
"Aku lebih suka melakukannya di mobil," sahut Given dan berbalik menuju ke ruangannya sendiri.
"Woooww ... Se*x car? Aku juga menyukainya," ucap Alba yang yang mengikuti Given di belakangnya.
"Hei, shut up!!" sahut Given sembari menutup mulut Alba.
Alba tertawa dan beberapa teman mereka di dalam ruangan sudah mendengar hal itu.
"Kami menunggu ceritanya," ucap salah satu teman Given.
"Sssttt ... Bekerjalah sebelum Bos angkuh itu memecat kita," sahut Given.
"Dia tak akan memecatmu, Sayang," jawab Alba.
Given hanya mengedikkan bahunya dan mulai berkutat di depan laptopnya.
__ADS_1
*
*
Siang harinya, Given dan beberapa temannya menuju cafe perusahaan untuk makan siang.
Given kembali melihat Ryan melalui luar jendela cafe yang pas ada di sebelah lobby.
"Bukankah itu putra Tuan Richard? Dia menanyakanmu beberapa hari yang lalu," kata Brenn yang juga duduk semeja dengannya.
"Hmm," sahut Given.
"Berhati hati lah. Meskipun dia tampan, aku selalu takut jika melihat matanya," sahut Stephanie yang ada di samping Brenn.
"Ya, aku tahu. Dia berkenalan denganku kemarin," jawab Given.
"Jadi dia berani berkenalan denganmu di saat kau bersama Tuan Kenzo?" tanya Alba.
"Ya, semalam aku bertemu Given dan Tuan Kenzo serta Tuan Richard makan malam bersama lalu tak lama kemudian pria itu datang," jawab Brenn.
"Oooh mengerikan. Dia punya nyali yang besar sepertinya," ucap Stephanie.
"Jangan menganggapnya remeh, Given. Kau harus bertindak karena dia sudah menguntitmu," sahut Alba.
"Dia tak berbahaya untukku. Tenanglah. Benar kata Brenn, ada Kenzo di sampingku," sahut Given meskipun ia tak mengandalkan Kenzo dalam hal ini.
Setelah makan siang, Given menemui Ryan yang masih ada di dalam mobilnya di seberang jalan lobby.
__ADS_1
Given ingin menegaskan pada Ryan bahwa ia tak suka jika Ryan menguntitnya.
TOK TOK TOK
Given mengetuk jendela kaca mobil Ryan. Ryan tampak terkejut dan kemudian tersenyum. Pria itu lalu membuka pintu mobilnya dan keluar dari sana.
"Hei, Given. Aku menunggu Daddy karena kami akan meeting bersama staf marketing di sini," ucap Ryan.
"Aku tahu kau mengikuti dan mengawasiku, Ryan. Dan maaf, aku tak suka itu. Tolong jangan lakukan ini lagi, oke? Ini benar benar menggangguku," sahut Given dengan sangat hati hati agar tak melukai perasaan Ryan.
Raut wajah Ryan berubah setelah mendengar ucapan Given yang sangat mengecewakan hatinya.
"Kau berpacaran dengan Tuan Kenzo?" tanya Ryan.
Given tak langsung menjawab.
"Ya, kami berhubungan," jawab Given yang semakin membuat Ryan kecewa.
Given harus menjawab seperti itu agar Ryan tak mengikutinya lagi.
"Kalian belum menikah, jadi__"
"Kami akan menikah," ucap Given memotong ucapan Ryan.
Ryan tampak terdiam terpaku lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak, itu tak mungkin. Kau bohong hanya untuk mematahkan semangatku untuk mengejarmu," kata Ryan yang tetap keras kepala.
__ADS_1
Given mengerutkan keningnya dan menatap tajam Ryan.